Jumat, 20 Februari 2026

KAI Logistik Catatkan Angkutan Barang 222 Ribu Ton 2026

KAI Logistik Catatkan Angkutan Barang 222 Ribu Ton 2026
KAI Logistik Catatkan Angkutan Barang 222 Ribu Ton 2026

JAKARTA - PT KAI Logistik, anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), semakin menunjukkan performa positif pada awal 2026 dengan mencatatkan volume angkutan barang sebesar 222 ribu ton. 

Angka ini mengalami lonjakan signifikan sebanyak 44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat hanya 154 ribu ton.

 Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan optimisme dalam pertumbuhan, tetapi juga menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap moda transportasi kereta api (KA) sebagai alternatif yang andal dan efisien dalam mengangkut barang.

Baca Juga

PT PP (Persero) Tbk Perkuat Komitmen ESG Lewat Aksi Lingkungan dan Mobilitas Hijau di Bekasi

Pertumbuhan Signifikan Didorong Arus Distribusi

Peningkatan volume angkutan barang ini didorong oleh beberapa faktor, salah satunya adalah peningkatan produksi di berbagai sektor industri menjelang momentum strategis keagamaan yang berpengaruh terhadap distribusi barang. Kenaikan ini juga diprediksi akan terus berlanjut hingga Maret 2026, seiring dengan meningkatnya permintaan di pasar domestik.

Menurut VP of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, peningkatan volume ini adalah bukti bahwa moda KA, khususnya KA Kontainer, semakin diminati oleh pelaku usaha. 

"Peningkatan volume ini salah satunya didorong oleh arus distribusi mendekati momentum strategis keagamaan yang memengaruhi peningkatan produksi di berbagai sektor industri," jelas Dwi dalam keterangan resminya. "Kami optimistis bahwa tren ini akan terus berlanjut hingga Maret 2026," tambahnya.

KAI Logistik Menawarkan Moda Berkelanjutan dengan Emisi Rendah

Salah satu keunggulan utama yang semakin mendorong peningkatan penggunaan moda KA oleh pelaku usaha adalah komitmen terhadap keberlanjutan. Di tengah meningkatnya kepedulian akan dampak lingkungan, KAI Logistik memanfaatkan kereta api yang dikenal memiliki emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya. 

Hal ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan jejak karbon, menjadikan KA sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan kendaraan bermotor lainnya.

Dwi juga mengungkapkan bahwa saat ini, pelaku usaha dapat memantau jumlah emisi yang dihasilkan dari pengiriman barang menggunakan moda KA melalui rincian yang tercantum pada setiap invoice pelanggan. Layanan ini menjadi semakin relevan di tengah tren keberlanjutan yang semakin berkembang, terutama dalam mendukung efisiensi rantai pasok yang lebih hijau.

KA Kontainer Sebagai Alternatif Moda Angkutan Barang

Layanan KA Kontainer yang disediakan KAI Logistik menawarkan berbagai pilihan pengiriman dengan menggunakan kontainer berukuran 20 dan 40 feet, high cube container, dan bahkan reefer container (kontainer berpendingin) yang sangat berguna untuk mengangkut komoditas yang mudah rusak. 

Dengan adanya reefer container, KAI Logistik memastikan kualitas produk yang sensitif terhadap suhu, seperti makanan dan minuman, tetap terjaga selama proses pengiriman.

Sebagai tambahan, fasilitas plug in untuk supply energi listrik disediakan oleh KAI Logistik untuk menjaga suhu dalam reefer container tetap stabil selama transit, menjamin bahwa barang perishable tetap aman sampai tujuan. 

Hal ini memberikan jaminan kepada pelanggan, terutama di sektor industri halal seperti makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), bahwa proses pengangkutan mereka memenuhi standar syariah yang ketat.

Dwi Wulandari juga menyatakan bahwa layanan KA Kontainer kini sudah dilengkapi dengan sertifikasi halal di beberapa terminal barang, seperti di Sungai Lagoa Jakarta, Klari Karawang, Ronggowarsito Semarang, dan Kalimas Surabaya. 

Ini menjadi nilai tambah bagi KAI Logistik, memberikan kenyamanan bagi pelanggan yang membutuhkan jaminan kepatuhan syariah dalam distribusi barang mereka.

Peningkatan Kapasitas dan Layanan di Pulau Jawa

Ke depannya, KAI Logistik berencana untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, khususnya pada layanan KA Kontainer, yang saat ini sudah melayani berbagai relasi di Pulau Jawa. Penguatan kapasitas ini sejalan dengan upaya untuk memperluas ekosistem green logistics dan mendukung kelancaran distribusi barang di seluruh Indonesia. 

"Kami akan terus melakukan penyempurnaan layanan guna meningkatkan daya saing moda KA sebagai moda andalan yang ramah lingkungan dan menjadi ekosistem utama dalam green logistics," ungkap Dwi.

Perusahaan juga mempersiapkan transisi kebijakan ODOL (Over Dimension and Over Load) yang akan diberlakukan pada 2027. Layanan KA Kontainer diperkirakan akan menjadi solusi utama, mengingat kapasitas angkut yang besar dan efisiensi waktu tempuh yang dapat mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok barang di seluruh wilayah Indonesia.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Penyesuaian Jadwal Kereta Cepat Whoosh Akibat Proyek Pemindahan Kabel di Lintas Padalarang–Tegalluar

Penyesuaian Jadwal Kereta Cepat Whoosh Akibat Proyek Pemindahan Kabel di Lintas Padalarang–Tegalluar

Jadwal KRL Jogja–Solo Akhir Pekan 20–22 Februari 2026 dari Berbagai Stasiun Relasi

Jadwal KRL Jogja–Solo Akhir Pekan 20–22 Februari 2026 dari Berbagai Stasiun Relasi

Hutama Karya Lakukan Restrukturisasi Besar-besaran Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan

Hutama Karya Lakukan Restrukturisasi Besar-besaran Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan

Jadwal Kapal Pelni Rute Manokwari ke Sorong Maret 2026 Lengkap Jam Berangkat, Harga Tiket, dan Durasi Perjalanan

Jadwal Kapal Pelni Rute Manokwari ke Sorong Maret 2026 Lengkap Jam Berangkat, Harga Tiket, dan Durasi Perjalanan

Inovasi Garuda Indonesia Hadirkan Pesawat Manasik Haji di Aceh untuk Latihan Nyata Calon Jemaah Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Inovasi Garuda Indonesia Hadirkan Pesawat Manasik Haji di Aceh untuk Latihan Nyata Calon Jemaah Sebelum Berangkat ke Tanah Suci