Bank Digital Genjot Dana Murah, Persaingan di 2026 Semakin Ketat
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - Bank digital terus meningkatkan peranannya dalam ekosistem perbankan Indonesia.
Meskipun pada tahun 2025 sektor perbankan mengalami lonjakan signifikan dalam dana murah (current account saving account atau CASA), masih ada tantangan besar terkait dominasi deposito dalam pendanaan bank digital.
Walaupun demikian, sejumlah pemain besar dalam industri perbankan digital optimistis bahwa dana murah akan semakin mendominasi di masa depan, seiring dengan pertumbuhan tabungan dan giro yang lebih agresif.
Baca JugaStrategi Bank Danamon Menghadapi Tantangan Ekonomi 2026 dengan Kolaborasi
Pertumbuhan Dana Murah Mencapai Rekor, Namun Deposit Masih Dominan
Bank Indonesia (BI) mencatatkan data yang menggembirakan mengenai pertumbuhan dana murah sepanjang tahun 2025. Secara keseluruhan, CASA di industri perbankan mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai Rp 6.166 triliun atau tumbuh 13,05% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, jika dibandingkan dengan simpanan berjangka, atau deposito, yang hanya tumbuh 5,6%, jelas bahwa dominasi deposito masih sangat terasa. Sementara itu, giro dan tabungan, komponen utama dana murah, mengalami pertumbuhan yang jauh lebih tinggi, masing-masing mencapai 18,6% dan 8,3%.
Namun, meskipun dana murah tumbuh dengan pesat, bank-bank digital baru tercatat mengalami kemajuan lebih signifikan. Bank digital seperti Krom Bank Indonesia Tbk., misalnya, mencatatkan angka luar biasa dalam hal CASA, di mana tabungan dan giro meningkat pesat masing-masing hingga 256% dan 103%.
Angka tersebut jauh melebihi pertumbuhan deposito yang mencapai 166%. Hal ini mencerminkan bahwa pergeseran preferensi masyarakat dari deposito ke tabungan dapat menjadi tren yang menguntungkan bagi bank digital.
Tantangan di 2026: Persaingan Dana Murah Semakin Ketat
Meski sektor dana murah menunjukkan angka pertumbuhan yang menggembirakan, para pelaku bank digital seperti Krom Bank tetap menyadari bahwa persaingan di sektor ini akan semakin ketat.
Alvin James Kurniawan, Finance Director Krom Bank, menyampaikan bahwa meskipun capaian tersebut positif, dinamika likuiditas industri perbankan dan perubahan suku bunga akan memengaruhi strategi pengumpulan dana murah pada tahun 2026.
“Kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan dana murah pada level dua digit,” ujar Alvin.
Menurut Alvin, untuk mencapai pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan, bank digital seperti Krom Bank perlu lebih mengoptimalkan loyalitas nasabah yang ada dan terus mengakuisisi nasabah baru. Hal ini penting guna menjaga efisiensi biaya dana dan memperkuat struktur pendanaan yang lebih berkelanjutan.
Allo Bank Fokus pada Penguatan Struktur DPK
Hal serupa juga diungkapkan oleh Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo. Ia menjelaskan bahwa meskipun bank digital pada umumnya masih mengalami dominasi deposito dalam komposisi DPK (dana pihak ketiga), bank seperti Allo Bank berfokus pada penguatan struktur pendanaan dengan cara bertahap.
Hingga Desember 2025, DPK Allo Bank memang masih didominasi deposito dengan nominal sebesar Rp 8 triliun, sementara tabungan dan giro tercatat masing-masing hanya sebesar Rp 938,26 miliar dan Rp 540,59 miliar.
Destya menegaskan bahwa struktur DPK bank digital saat ini adalah bagian dari fase pertumbuhan mereka. Pada tahap awal ekspansi, deposito sangat penting untuk menjaga stabilitas likuiditas dan memastikan kepastian pendanaan.
Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa Allo Bank tidak berupaya mendorong dana murah. Sebaliknya, mereka sedang dalam proses transisi menuju struktur pendanaan yang lebih efisien dan seimbang.
Strategi Transisi Menuju Dana Murah yang Efisien
Salah satu strategi yang digunakan oleh Allo Bank adalah fokus untuk menjadi rekening utama bagi transaksi sehari-hari nasabah. Destya menjelaskan bahwa bank yang berhasil menjadi pilihan utama dalam hal transaksi harian akan memiliki keunggulan dalam menarik dana murah yang berkelanjutan.
Allo Bank pun memiliki target untuk secara bertahap meningkatkan porsi dana murah sehingga struktur DPK-nya menjadi lebih optimal dan efisien.
Peningkatan tersebut tidak hanya dilihat dari nominalnya, tetapi juga dari rasio CASA terhadap total DPK dan rasio total DPK terhadap total lending yang lebih baik.
Meskipun ada tantangan besar terkait dominasi deposito, pertumbuhan dana murah yang signifikan dari bank digital seperti Krom Bank dan Allo Bank mencerminkan potensi besar bagi industri perbankan digital di Indonesia.
Ke depan, dengan mengutamakan inovasi produk, loyalitas nasabah, dan efisiensi biaya dana, bank-bank digital optimistis dapat menggeser dominasi deposito, serta meraih keuntungan dalam pengelolaan dana yang lebih berkelanjutan.
Optimisme di Tengah Persaingan Ketat
Seiring dengan semakin ketatnya persaingan dalam pasar dana murah, para pelaku bank digital tetap menunjukkan optimisme. Krom Bank dan Allo Bank, misalnya, fokus untuk menghadirkan suku bunga kompetitif, layanan nasabah yang lebih baik, serta produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan begitu, tidak hanya volume tabungan yang dapat meningkat, tetapi juga loyalitas nasabah yang akan terjaga.
Ke depan, diprediksi bahwa perbankan digital akan semakin berkembang, seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap bank digital sebagai pilihan utama dalam pengelolaan dana.
Tantangan yang dihadapi di 2026 dan seterusnya adalah bagaimana para pemain bank digital ini bisa terus berinovasi untuk mempertahankan dan meningkatkan porsi dana murah, yang akan menjadi sumber utama pendanaan mereka.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Evaluasi Kinerja 2025 Ditjen PTPP Jadi Landasan Kebijakan Program 2026 Menguat
- Jumat, 20 Februari 2026
Jadwal KRL Jogja–Solo Akhir Pekan 20–22 Februari 2026 dari Berbagai Stasiun Relasi
- Jumat, 20 Februari 2026
Hutama Karya Lakukan Restrukturisasi Besar-besaran Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan
- Jumat, 20 Februari 2026
Sate Kuah Rempah Ponorogo Jadi Hidangan Hangat Pilihan Saat Buka Puasa
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia Capai Angka Positif 2026
- Jumat, 20 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Jumat 20 Februari 2026 Naik, Simak Daftar Lengkapnya
- Jumat, 20 Februari 2026












