JAKARTA - Di tengah maraknya tren gaya hidup sehat, minuman jus kerap dipandang sebagai pilihan praktis untuk menunjang kesehatan tubuh. Berbagai jenis jus kemasan kini mudah ditemukan dan sering dipromosikan sebagai minuman bernutrisi.
Namun, tidak sedikit orang yang luput menyadari bahwa sebagian produk jus tersebut justru mengandung gula tersembunyi dalam jumlah tinggi yang berpotensi merugikan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Kondisi tersebut mendorong sebagian ahli kesehatan untuk kembali mengingatkan pentingnya memilih minuman berbahan alami. Salah satu alternatif yang dinilai lebih aman dan bermanfaat adalah membuat jus segar sendiri di rumah dengan bahan-bahan utuh.
Baca Juga10 Rekomendasi Tempat Makan Pecel Enak Favorit Warga Semarang Lokal
Pendekatan ini dinilai mampu memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal sekaligus meminimalkan asupan gula tambahan yang tidak diperlukan tubuh.
Dokter spesialis gastroenterologi yang berbasis di California, Dr. Saurabh Sethi, menyarankan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih minuman kesehatan. Ia menilai jus segar dari kombinasi bahan alami dapat menjadi pilihan yang layak untuk dicoba, salah satunya minuman jeruk jahe yang dibuat secara sederhana namun kaya manfaat.
Tren Jus Sehat Dan Risiko Gula Tersembunyi
Minuman jus dalam kemasan saat ini menjadi tren yang cukup digemari, terutama di kalangan pengguna media sosial. Tampilan yang menarik dan klaim kesehatan sering kali membuat jus kemasan dianggap sebagai pilihan terbaik untuk menjaga kebugaran tubuh.
Namun, di balik label “sehat” tersebut, banyak jus kemasan mengandung gula tambahan yang cukup tinggi. Gula tersembunyi ini tidak selalu disadari oleh konsumen dan dapat berdampak negatif jika dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang.
Dr. Saurabh Sethi menilai bahwa pilihan terbaik tetaplah membuat jus segar sendiri dengan bahan alami. Menurutnya, cara ini memungkinkan tubuh mendapatkan nutrisi yang lebih utuh tanpa tambahan zat yang berpotensi merugikan kesehatan.
Dengan mengolah sendiri minuman di rumah, masyarakat juga dapat mengontrol komposisi bahan serta porsi konsumsi sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.
Rekomendasi Jus Jeruk Jahe Dari Ahli Gastroenterologi
Dalam siaran Hindustan Times pada Kamis (5/2) waktu setempat, Dr. Sethi melalui akun Instagram menyebutkan bahwa minuman jeruk jahe dapat menjadi pilihan yang layak untuk dicoba sebagai minuman fungsional penunjang kesehatan.
Dokter yang memiliki latar belakang pendidikan dan pelatihan dari Universitas AIIMS, Harvard, dan Stanford itu menjelaskan bahwa minuman tersebut dibuat dari tiga bahan utama, yakni wortel, jeruk, dan jahe segar.
“Semuanya adalah makanan utuh dengan manfaat yang telah diteliti dengan baik,” kata dia.
Kombinasi ketiga bahan ini dinilai mampu memberikan asupan nutrisi penting bagi tubuh, khususnya dalam mendukung sistem pencernaan dan daya tahan tubuh. Selain itu, bahan-bahan tersebut relatif mudah ditemukan dan diolah tanpa memerlukan teknik khusus.
Cara Pembuatan Jus Jeruk Jahe Yang Sederhana
Dr. Sethi menjelaskan bahwa cara membuat minuman jeruk jahe cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah. Proses pembuatannya dimulai dengan mengupas dan memotong kecil-kecil dua wortel ukuran sedang.
Selanjutnya, jeruk dibelah menjadi dua bagian, kemudian setengah hingga satu inci jahe segar dicincang. Setelah semua bahan siap, peras atau blender bahan-bahan tersebut dengan air secukupnya, lalu saring sebelum dikonsumsi.
Resep ini menghasilkan sekitar tiga hingga empat minuman kecil dengan takaran masing-masing sekitar 30 hingga 50 ml. Minuman tersebut dapat dikonsumsi langsung setelah dibuat, disimpan di lemari es hingga tiga hari, atau dibekukan untuk kemudian dicairkan sesuai kebutuhan.
Menurut Dr. Sethi, penyimpanan yang tepat tetap penting agar kualitas dan manfaat nutrisi dari minuman ini dapat terjaga dengan baik.
Kandungan Nutrisi Dan Batasan Konsumsi
Dr. Sethi menjelaskan bahwa masing-masing bahan dalam minuman jeruk jahe memiliki peran penting bagi kesehatan. Wortel menyediakan beta-karoten, antioksidan yang ampuh dan berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Jeruk dikenal sebagai sumber vitamin C dan flavonoid yang kaya. Flavonoid merupakan sekelompok senyawa yang ditemukan dalam produk tumbuhan dan memiliki sifat antioksidan, serta dapat membantu menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.
Sementara itu, jahe segar mengandung gingerol yang mendukung pencernaan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Experimental Medicine and Biology menunjukkan bahwa gingerol memiliki sifat antioksidan, anti-tumor, dan anti-inflamasi.
Meski demikian, Dr. Sethi juga mengingatkan bahwa proses pembuatan minuman ini menghilangkan sebagian besar kandungan serat dari bahan makanan utuh. Oleh karena itu, minuman jeruk jahe sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil sebagai minuman fungsional, bukan sebagai pengganti makanan utama.
Ia menegaskan bahwa keseimbangan tetap menjadi kunci dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk dalam memilih dan mengonsumsi minuman sehat berbasis jus segar.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Bangun Kosambi Sukses Catat Marketing Sales Tinggi Sepanjang Tahun
- Sabtu, 07 Februari 2026
OJK Proyeksikan Pembiayaan Multifinance Tumbuh Stabil Sepanjang Tahun 2026
- Sabtu, 07 Februari 2026
KPR BCA Diproyeksikan Stabil Tumbuh Didukung Insentif Properti Nasional
- Sabtu, 07 Februari 2026
OJK Proyeksikan Pembiayaan Multifinance Tumbuh Stabil Sepanjang Tahun 2026
- Sabtu, 07 Februari 2026
KPR BCA Diproyeksikan Stabil Tumbuh Didukung Insentif Properti Nasional
- Sabtu, 07 Februari 2026
Berita Lainnya
7 Rekomendasi Brand Baju Lebaran 2026 Stylish Anggun Nyaman Kekinian Lokal
- Minggu, 08 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pilihan Konser Akhir Pekan Seru Dari JKT48 Hingga SM*SH
- 08 Februari 2026
2.
3.
Air Cucian Beras Manfaat Alami Untuk Wajah Sehat Cerah Alami
- 08 Februari 2026
4.
7 Kebiasaan Sehari Hari Pemicu Rambut Rontok Perlu Segera Dihindari
- 08 Februari 2026
5.
5 Makanan Tinggi Protein Penting Untuk Usus Dan Pencernaan Sehat
- 08 Februari 2026











