JAKARTA - Tekanan kuat langsung terasa di pasar saham sejak awal perdagangan Jumat, 6 Februari 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam, mencerminkan kehati-hatian investor merespons sentimen global dan domestik yang memburuk.
Di tengah koreksi tersebut, peluang trading jangka pendek tetap terbuka pada sejumlah saham pilihan yang dinilai masih atraktif.
Baca JugaHarga Buyback Emas Antam Februari 2026: Dari 0,5 Gram Sampai 1 Kilogram
Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG berada di posisi 7.945,040. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.14 WIB, IHSG turun 108,180 poin atau setara 1,33 persen ke level 7.995. Tekanan jual terjadi cukup merata, menunjukkan pasar sedang berada dalam fase risk-off.
Sebanyak 519 saham emiten tercatat melemah pada perdagangan pagi ini. Di sisi lain, hanya 90 saham yang menguat, sementara 95 saham lainnya stagnan. Kondisi ini menggambarkan dominasi sentimen negatif yang menekan pergerakan indeks secara keseluruhan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total transaksi hingga pukul 09.14 WIB mencapai Rp3,440 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 7,164 miliar saham. Angka tersebut menunjukkan aktivitas pasar tetap ramai meskipun indeks berada dalam tekanan cukup dalam.
IHSG Berpotensi Melanjutkan Pelemahan
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Tekanan tersebut muncul setelah Moody’s menurunkan peringkat kredit Indonesia, yang berdampak pada persepsi risiko investor terhadap aset domestik.
“Diperkirakan support IHSG 7.900–8.030 dan resist IHSG 8.150–8.200,” ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
Pelemahan IHSG hari ini juga tidak terlepas dari kinerja perdagangan sebelumnya. Pada Kamis, 5 Februari 2026, IHSG ditutup turun 0,53 persen. Penurunan tersebut disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp355 miliar.
Adapun saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain ANTM, MDKA, BRIS, BBNI, dan BRPT. Tekanan jual asing ini turut memperkuat tren pelemahan pasar dalam jangka pendek.
Tekanan Global Masih Membayangi Pasar
Dari luar negeri, sentimen negatif juga datang dari pasar saham Amerika Serikat. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Nasdaq bahkan terseret ke level terendah akibat penurunan saham-saham teknologi besar.
Kerugian terjadi pada saham Microsoft, Amazon, serta emiten teknologi raksasa lainnya. Tekanan muncul setelah Alphabet menyampaikan rencana menggandakan belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), di tengah persaingan ketat dalam penguasaan teknologi tersebut.
Secara rinci, indeks S&P 500 anjlok 1,23 persen, Nasdaq turun 1,59 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 1,20 persen. Pelemahan Wall Street ini turut memicu sentimen negatif di kawasan Asia.
Pasar Asia-Pasifik juga bergerak bervariasi cenderung melemah pada Kamis, 5 Februari 2026. Aksi jual saham teknologi di Wall Street berdampak pada bursa regional, termasuk pelemahan aset digital dan mata uang kripto.
Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 3,9 persen setelah saham Samsung dan SK Hynix masing-masing turun 3,3 persen dan 6,4 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,9 persen dan Topix turun tipis 0,1 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,4 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong justru naik 0,14 persen.
Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini
Meski pasar berada dalam tekanan, peluang trading jangka pendek masih terbuka pada saham-saham tertentu. BNI Sekuritas menyebutkan enam saham yang dapat menjadi pilihan trading idea hari ini, dengan strategi buy on weakness dan speculative buy.
Rekomendasi Trading Saham Hari Ini:
1. TLKM
Buy on weakness dengan area beli di Rp3.200–Rp3.240, cutloss di bawah Rp3.150.
Target dekat di Rp3.320–Rp3.400.
2. EXCL
Buy on weakness dengan area beli di Rp2.820–Rp2.900, cutloss di bawah Rp2.780.
Target dekat di Rp3.060–Rp3.100.
3. ISAT
Spec buy dengan area beli di Rp2.090–Rp2.110, cutloss di bawah Rp2.060.
Target dekat di Rp2.160–Rp2.200.
4. JPFA
Buy on weakness dengan area beli di Rp2.460–Rp2.530, cutloss di bawah Rp2.450.
Target dekat di Rp2.650–Rp2.720.
5. CPIN
Buy on weakness dengan area beli di Rp4.450–Rp4.500, cutloss di bawah Rp4.430.
Target dekat di Rp4.560–Rp4.620.
6. INDF
Buy on weakness dengan area beli di Rp6.925–Rp6.950, cutloss di bawah Rp6.825.
Target dekat di Rp7.100–Rp7.200.
Strategi buy on weakness disarankan untuk mengantisipasi volatilitas pasar yang masih tinggi, sekaligus memanfaatkan potensi rebound teknikal dalam jangka pendek. Investor tetap diimbau disiplin menerapkan manajemen risiko dengan batas cutloss yang jelas.
Pasar Masih Butuh Katalis Positif
Ke depan, pergerakan IHSG masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan global, arah kebijakan moneter, serta respons investor terhadap sentimen kredit dan pertumbuhan ekonomi. Selama ketidakpastian masih tinggi, pasar cenderung bergerak fluktuatif dengan tekanan jual yang mudah muncul.
Meski demikian, koreksi yang terjadi juga membuka ruang akumulasi selektif pada saham-saham berfundamental baik. Investor dan trader disarankan tetap mencermati level support IHSG serta mengikuti rekomendasi saham dengan pendekatan yang terukur dan rasional.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Wamenlu Anis Matta Soroti Peran Indonesia Perkuat Integrasi Dunia Islam
- Jumat, 06 Februari 2026
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan PM Australia Anthony Albanese di Istana
- Jumat, 06 Februari 2026
IKN Masuki Fase Operasional Usai Istana Wakil Presiden Selesai Dibangun
- Jumat, 06 Februari 2026
Menko Pangan Tegaskan Program MBG Berlanjut Saat Ramadan dengan Skema Khusus
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Strategi KUR BRI Katalis Pertanian dan Ketahanan Pangan Nasional 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Medco Energi Amankan Kredit Rp8 Triliun dari BNI untuk Strategi Korporasi Masa Depan
- Jumat, 06 Februari 2026












