Penting! Ini Alasan Mengapa Handuk Mandi Harus Dicuci Minimal Seminggu Sekali
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Handuk mandi adalah benda sehari-hari yang sering kita anggap sepele. Padahal, kebiasaan mencuci handuk secara teratur memiliki dampak besar bagi kebersihan dan kesehatan kulit.
Para ahli menyarankan untuk mencuci handuk setelah 3 kali pemakaian atau minimal seminggu sekali. Aturan ini bukan sekadar formalitas, tapi berdasarkan penelitian mengenai pertumbuhan bakteri dan risiko kesehatan.
Aturan Umum Pencucian Handuk
Baca JugaMaksimalkan Profil dengan Contoh Headline LinkedIn Menarik Berikut!
Dr. Alok Vij dari Cleveland Clinic menjelaskan, "Sebagai aturan umum, kamu harus mencuci handuk mandi setidaknya seminggu sekali." The Cleaning Institute juga merekomendasikan pencucian setelah tiga kali pemakaian, terutama jika mandi setiap hari.
Pencucian rutin membantu menghilangkan kuman yang menumpuk di handuk. Hal ini cukup untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang bisa menular kembali ke kulit.
Dr. Manal Mohammed dari University of Westminster menegaskan, "Cuci handukmu setidaknya seminggu sekali. Itu adalah aturan dasarnya." Rutin mencuci handuk jadi langkah sederhana tapi efektif untuk menjaga kebersihan pribadi.
Handuk Basah Adalah Sarang Bakteri
Tahukah kamu, handuk basah adalah lingkungan sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak? Handuk menyerap air dan tetap lembap berjam-jam, membuat kuman mudah tumbuh.
Menurut Healthline, setiap inci kulit manusia mengandung 19 juta sel kulit dan 650 kelenjar keringat. Sel kulit mati yang menempel di handuk memberi nutrisi bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak.
Cleveland Clinic menambahkan bahwa menggosok tubuh dengan handuk mentransfer kuman, spora, dan partikel ke kain. Handuk lembap pun menjadi media yang mendukung pertumbuhan mikroba, meningkatkan risiko bau dan infeksi.
Dr. Alok Vij menekankan, "Semakin lama handuk tetap lembap, semakin lama ragi, bakteri, jamur, dan virus aktif." Oleh karena itu, kebiasaan menggantung handuk hingga kering penting untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
Handuk Kotor Bisa Menyebabkan Infeksi Kulit
Selain bau, handuk kotor berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius. Handuk yang lembap bisa memicu jamur kuku kaki, kutu air, atau memicu eksim dan dermatitis atopik.
Dr. Manal Mohammed menjelaskan, "Handuk yang digunakan di kamar mandi basah mendorong pertumbuhan mikroba. Beberapa kuman, termasuk bakteri Staphylococcus, bisa menyebabkan infeksi, terutama bagi yang memiliki luka kulit atau sistem imun lemah."
Healthline juga menambahkan, handuk kotor dapat menyebarkan virus, jamur, dan bakteri. Infeksi staph atau MRSA diketahui bisa menyebar melalui handuk dan linen yang digunakan berulang.
Kondisi Tertentu Membutuhkan Pencucian Lebih Sering
Ada situasi khusus yang membutuhkan pencucian handuk lebih sering. Misalnya, handuk yang terkena cairan tubuh harus dicuci setelah sekali pakai.
Handuk gym yang menyerap keringat atau disimpan lembap di tas juga harus dicuci segera. Begitu pula handuk yang digunakan saat kulit sensitif atau saat sedang sakit, sebaiknya dicuci setiap kali digunakan.
Kelembapan tinggi di rumah, terutama saat musim panas, juga memaksa handuk dicuci lebih dari seminggu sekali. Langkah ini penting untuk mencegah pertumbuhan mikroba yang cepat dan iritasi kulit.
Pengeringan Handuk Sama Pentingnya Dengan Mencuci
Mencuci handuk secara teratur tidak cukup jika pengeringannya tidak tepat. Handuk yang tetap lembap di rak atau digantung sembarangan menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan bakteri.
Cleveland Clinic menyarankan menggantung handuk tersebar agar cepat kering. Larry Ciufo dari Consumer Reports menambahkan, jika mandi dua kali sehari, sebaiknya gunakan dua handuk bergantian untuk memberi waktu pengeringan yang optimal.
Pengeringan yang baik mencegah bau tak sedap dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Ini juga membantu handuk tetap higienis dan aman digunakan kembali.
Kebiasaan Sederhana yang Memberikan Dampak Besar
Mencuci handuk mandi secara teratur adalah langkah sederhana tapi krusial bagi kesehatan kulit. Aturan dasarnya adalah cuci setelah 3 kali pakai atau minimal seminggu sekali.
Kondisi tertentu seperti sakit, olahraga, atau kulit sensitif memerlukan pencucian lebih sering. Jangan lupa menggantung handuk dengan benar agar kering sepenuhnya di antara pemakaian.
Dengan mengikuti kebiasaan ini, kesehatan kulit tetap terjaga dan risiko infeksi dapat diminimalkan. Kebiasaan sederhana ini membedakan handuk bersih yang aman dari handuk lembap yang berbahaya.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Askrindo Tingkatkan Manajemen Risiko Demi Layanan Asuransi Lebih Stabil
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Final Carabao Cup Jadi Suntikan Energi Terbaik Arsenal Menurut Mikel Arteta
- Rabu, 04 Februari 2026
Juventus Tanpa Striker Baru Januari Ini Spalletti Gagal Penuhi Kebutuhan Tim
- Rabu, 04 Februari 2026
Piala Asia Futsal 2026 Hector Souto Kritik Performa Timnas Indonesia Meski Menang
- Rabu, 04 Februari 2026
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija Jakarta Perkuat Proyek Jangka Panjang Klub
- Rabu, 04 Februari 2026













