JAKARTA - Seiring perubahan struktur kepemilikan TikTok di Amerika Serikat, sejumlah platform baru mulai menarik perhatian pengguna yang mencari alternatif media sosial.
Salah satunya adalah UpScrolled, aplikasi yang dikembangkan oleh Issam Hijazi, seorang pengembang asal Palestina-Yordania-Australia.
Meski masih terbilang baru, UpScrolled berhasil mencatatkan pertumbuhan pesat, menembus lebih dari 2,5 juta pengguna global dalam waktu singkat.
Baca JugaMenkes Berikan Tips Mendapatkan Wajah Glowing Dengan Makanan
Diluncurkan pada Juli 2025, UpScrolled mendapat dukungan dari Tech for Palestine, sebuah proyek advokasi yang fokus mendanai teknologi pro-Palestina. Hijazi menjelaskan bahwa pertumbuhan pengguna aplikasi ini cukup signifikan.
“Kami diluncurkan enam bulan lalu dan jumlah pengguna kami meningkat sekitar 150 ribu hingga awal Januari. Dalam beberapa hari terakhir, kami mencapai lebih dari 1 juta pengguna secara global. Sekarang, mulai hari ini, kami melampaui 2,5 juta pengguna secara global,” ungkapnya.
Fenomena migrasi pengguna dari TikTok ke platform alternatif ini menjadi bagian dari pergeseran perilaku digital. Banyak pengguna mencari aplikasi yang lebih inklusif, tidak membatasi suara tertentu, dan menawarkan pengalaman berbeda dari platform besar yang dinilai terlalu mengontrol konten.
Konsep dan Fitur Unggulan UpScrolled
UpScrolled menghadirkan kombinasi antara fitur Instagram dan X (sebelumnya Twitter). Platform ini diklaim inklusif, memungkinkan berbagai jenis konten tanpa adanya shadowban atau sensor selektif.
Hijazi menekankan bahwa salah satu motivasi utamanya membangun UpScrolled adalah menanggapi praktik sensor yang menurutnya menekan konten pro-Palestina dan membatasi ekspresi pengguna.
Selain itu, Hijazi menyoroti isu privasi. Ia mengkritik perusahaan teknologi besar yang menjual data pengguna demi keuntungan, serta merancang platform yang membuat pengguna kecanduan tanpa memperhatikan dampak pada kesehatan mental.
Dengan pendekatan berbeda, UpScrolled ingin menjadi alternatif yang lebih transparan dan menghormati hak digital penggunanya.
Namun, kebijakan inklusif ini juga menimbulkan kritik. Beberapa pengguna melaporkan adanya konten pornografi dan ketelanjangan yang tersebar di platform.
Untuk mengatasi hal ini, tim UpScrolled tengah menyusun pedoman komunitas yang menyesuaikan hukum di berbagai wilayah, sekaligus menampung masukan dari pengguna untuk memperkuat tata kelola konten.
Latar Belakang Pembuat UpScrolled
Issam Hijazi bukanlah pendatang baru di dunia teknologi. Sebelum membangun UpScrolled, ia bekerja di perusahaan teknologi besar seperti Oracle dan IBM. Namun, serangan Israel ke Gaza memicu keputusan Hijazi untuk meninggalkan kariernya dan membangun platform sendiri.
“Dengan banyak konten yang disensor di platform besar, saya menemukan celah alternatif. Banyak orang bertanya, mengapa tidak ada alternatif selain platform Big Tech untuk konten mereka. Jadi saya berpikir, mengapa kita tidak membangun sendiri? Saya langsung terjun dan membangunnya,” jelas Hijazi.
Fokus utama UpScrolled adalah menyediakan ruang bagi pengguna yang merasa dibatasi di media sosial konvensional. Platform ini menargetkan audiens global yang mencari kebebasan ekspresi, khususnya bagi konten yang sering disensor atau dihapus di platform besar.
Tren Migrasi Pengguna ke Platform Alternatif
Selain UpScrolled, perubahan kepemilikan TikTok di AS juga menguntungkan aplikasi lain. Misalnya, Skylight berbasis AT Protocol dilaporkan melampaui 380 ribu pengguna dalam waktu singkat.
Tren ini menunjukkan bahwa pasar media sosial masih terbuka bagi inovasi, terutama bagi aplikasi yang menawarkan pengalaman berbeda dan mengutamakan hak pengguna.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa pengguna kini lebih kritis dalam memilih platform digital. Mereka menilai faktor transparansi, kontrol konten, dan privasi sebagai pertimbangan utama sebelum berpindah aplikasi.
Dengan dukungan teknologi yang tepat, aplikasi baru seperti UpScrolled memiliki peluang untuk menjadi pemain penting di industri media sosial global.
Di tengah dinamika ini, UpScrolled tetap menekankan prinsip inklusivitas dan kebebasan digital, sambil terus memperkuat regulasi internal agar sesuai dengan hukum di berbagai wilayah. Pendekatan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengguna dan memberikan alternatif yang lebih sehat dibandingkan platform besar yang cenderung membatasi kebebasan digital.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia
- Selasa, 03 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung
- Selasa, 03 Februari 2026
Berita Lainnya
Oppo A6t Series Resmi Meluncur Menawarkan Baterai Jumbo Hingga 7000mAh
- Selasa, 03 Februari 2026
Xiaomi 15T Pro Hadir Membawa Teknologi Optik Leica Untuk Fotografi Profesional
- Selasa, 03 Februari 2026













