PLN Perkuat Pemeliharaan Jaringan Listrik Antisipasi Cuaca Ekstrem di Kubar Wilayah
- Kamis, 29 Januari 2026
JANUARI - Kondisi cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi perhatian serius PT PLN (Persero).
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut, PLN melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melak memperkuat langkah-langkah preventif, khususnya pada sisi pemeliharaan jaringan distribusi listrik. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar gangguan kelistrikan dapat diminimalkan meskipun cuaca tidak menentu.
Pemeliharaan jaringan menjadi fokus utama karena jaringan distribusi merupakan komponen vital yang paling rentan terdampak faktor alam seperti hujan deras, angin kencang, dan pertumbuhan vegetasi di sekitar jalur listrik. Dengan kondisi geografis Kutai Barat yang memiliki banyak kawasan berhutan dan pepohonan tinggi, potensi gangguan akibat cuaca ekstrem dinilai cukup besar apabila tidak ditangani secara serius.
Baca JugaJasa Marga Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Janger 30 Januari–2 Februari 2026
Strategi Preventif Hadapi Cuaca Ekstrem
Manager PLN ULP Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan bahwa PLN telah menyiapkan berbagai langkah preventif untuk membatasi dampak gangguan listrik agar tidak meluas ke wilayah lain. Salah satu strategi yang diterapkan adalah pemasangan sistem proteksi berlapis pada jaringan distribusi.
“Proteksi itu sudah dipasang bertahap di beberapa titik. Tapi kalau arus gangguan cukup besar, sistem tetap akan bekerja dan menyebabkan pemutusan sementara,”
Menurutnya, sistem proteksi ini dirancang untuk melokalisir gangguan. Artinya, ketika terjadi masalah pada satu titik, sistem akan segera bekerja sehingga gangguan tidak merambat ke area yang lebih luas. Meski demikian, PLN tetap mengakui bahwa pada kondisi tertentu, pemutusan sementara tidak dapat dihindari demi menjaga keselamatan sistem dan masyarakat.
Vegetasi dan Faktor Alam Masih Jadi Tantangan
Selain cuaca ekstrem, faktor vegetasi masih menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keandalan jaringan listrik di Kutai Barat. Agung menyebutkan bahwa secara teknis, jarak aman antara jaringan listrik dan pohon sudah disesuaikan dengan standar yang berlaku. Namun, kondisi alam tertentu membuat potensi gangguan tetap ada.
“Secara jarak aman sebenarnya sudah sesuai. Tapi kalau pohonnya tinggi dan ditambah angin besar, itu yang menjadi tantangan,” katanya.
Pohon dengan ketinggian tertentu, ditambah terpaan angin kencang, dapat berpotensi menyentuh atau merusak jaringan listrik. Kondisi ini bisa memicu gangguan bahkan kerusakan peralatan jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pemantauan kondisi lingkungan sekitar jaringan menjadi bagian penting dari kegiatan preventif yang dilakukan PLN.
Pelayanan 24 Jam dan Pemeliharaan Berkala
Untuk memastikan respon cepat terhadap potensi gangguan, PLN ULP Melak juga menerapkan pelayanan kelistrikan selama 24 jam. Tim teknis disiagakan setiap waktu agar dapat segera turun ke lapangan ketika terjadi gangguan maupun untuk melakukan pemeliharaan rutin.
“Kami punya tim yang siaga dan hampir setiap hari melakukan kegiatan preventif di lapangan,” ujar Agung.
Pemeliharaan dilakukan secara terjadwal di berbagai wilayah, mulai dari pengecekan jaringan, peralatan pendukung, hingga pemantauan titik-titik rawan gangguan. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini sehingga dapat ditangani sebelum berdampak pada pelanggan.
Peran Masyarakat Jaga Keandalan Listrik
PLN juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Salah satu bentuk kerja sama yang diharapkan adalah kesediaan warga untuk mengizinkan pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.
“Kami sangat berharap masyarakat bersedia mengizinkan pemangkasan pohon demi menjaga kontinuitas listrik,” ucap Agung.
Ia menegaskan bahwa pemangkasan pohon bukan semata-mata untuk kepentingan PLN, melainkan juga untuk keselamatan masyarakat dan kelancaran pasokan listrik secara umum. Dengan dukungan warga, proses pemeliharaan dapat dilakukan lebih optimal dan risiko gangguan dapat ditekan.
Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan di 2026
Agung menegaskan bahwa pemadaman listrik bukanlah kondisi yang diinginkan oleh PLN. Setiap gangguan justru menuntut kerja ekstra karena petugas harus turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan.
Ke depan, PLN ULP Melak berharap kualitas pelayanan kelistrikan di Kabupaten Kutai Barat dapat terus meningkat sepanjang tahun 2026. Upaya ini akan ditempuh melalui perbaikan teknis yang berkelanjutan serta komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh kerja sama semua pihak agar pelayanan listrik bisa semakin andal,” kata Agung.
Dengan penguatan pemeliharaan jaringan, penerapan sistem proteksi, serta dukungan masyarakat, PLN optimistis keandalan listrik di Kutai Barat dapat tetap terjaga meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.
Regan
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
OJK Minta Industri Asuransi Jiwa Perkuat Manajemen Risiko Klaim Kesehatan
- Kamis, 29 Januari 2026
Berita Lainnya
KAI Lakukan Cek Kelayakan Rel Malang-Wlingi untuk Persiapkan Angkutan Lebaran 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
Pendekatan Humanis PLN Ajak Masyarakat Kepatuhan dalam Penggunaan Listrik Legal
- Kamis, 29 Januari 2026













