JAKARTA - Atmosfer persaingan mulai terasa jelang bergulirnya Honda DBL 2025–2026 East Kalimantan Series. Di tengah hiruk-pikuk persiapan tim-tim basket pelajar se-Kalimantan Timur, SMAN 1 (Smansa) Balikpapan kembali mencuri perhatian. Berstatus sebagai juara bertahan dua edisi terakhir, Smansa tak sekadar datang untuk berpartisipasi, melainkan membawa ambisi besar: mencetak three-peat atau tiga gelar juara berturut-turut.
Kompetisi basket pelajar paling prestisius di Kalimantan Timur ini dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang di GOR Segiri Samarinda. Menjelang pelaksanaan turnamen, rangkaian pra-event berupa roadshow telah menyambangi sejumlah sekolah, termasuk Smansa Balikpapan. Momentum tersebut dimanfaatkan tim basket Smansa untuk memantapkan kesiapan sekaligus membangun kepercayaan diri menghadapi tantangan musim ini.
Didukung basis suporter fanatik bernama Militan, tim basket putra Smansa Balikpapan menunjukkan optimisme tinggi untuk kembali mengangkat trofi. Meski menyadari persaingan akan semakin ketat, semangat mempertahankan tradisi juara tetap menjadi bahan bakar utama seluruh elemen tim.
Baca JugaOlahraga Berkuda di Indonesia Kian Berkembang, Prestasi dan Rekreasi Meningkat
Ambisi Three-peat Jadi Target Utama
Pelatih tim basket putra Smansa Balikpapan, Riswin, secara terbuka menyampaikan target besar yang diusung timnya pada Honda DBL East Kalimantan Series 2026. Menurutnya, mempertahankan gelar juara bukan perkara mudah, namun bukan berarti mustahil untuk diwujudkan.
“Pasti targetnya mempertahankan gelar yang sebelumnya. Karena memang tidak mudah sih, tapi ya kami coba saja. Kami tetap optimis supaya bisa dapat three-peat, edisi lalu kan sudah back to back, targetnya begitu sih,” ujar Riswin.
Pernyataan tersebut mencerminkan mental juara yang terus dijaga dalam tubuh tim Smansa. Keberhasilan meraih gelar juara secara beruntun di dua edisi sebelumnya menjadi modal kepercayaan diri, sekaligus tantangan tersendiri untuk menjaga konsistensi performa di tengah regenerasi pemain.
Kekuatan Tim Lebih Lengkap
Untuk menghadapi DBL musim ini, Smansa Balikpapan turun dengan komposisi pemain yang relatif lengkap. Riswin menjelaskan bahwa tim membawa kekuatan penuh dengan total 12 pemain untuk kategori 5x5. Selain itu, empat pemain tambahan juga disiapkan untuk turun di nomor 3x3.
Komposisi tersebut dinilai cukup ideal untuk menghadapi padatnya jadwal pertandingan dan intensitas kompetisi yang tinggi. Dengan kedalaman skuad yang memadai, tim pelatih memiliki lebih banyak opsi rotasi serta fleksibilitas strategi di lapangan.
Keputusan membawa full team juga menjadi bagian dari antisipasi terhadap meningkatnya kualitas lawan. Riswin tak menampik bahwa tim-tim dari sekolah lain, termasuk dari kota berbeda, akan tampil dengan persiapan maksimal demi menghentikan dominasi Smansa Balikpapan.
Persaingan Kian Sengit
Dominasi Smansa dalam beberapa musim terakhir membuat mereka menjadi target utama tim-tim pesaing. Hal ini disadari betul oleh Riswin dan jajaran pelatih. Menurutnya, setiap pertandingan akan menjadi ujian berat karena lawan dipastikan datang dengan motivasi ekstra.
“Tapi kan kami juga turun dengan persiapan yang matang. Anak-anak juga sudah satu misi dan visi untuk mempertahankan, karena memang kebetulan ada yang anak kelas 3 juga, dan ini tahun terakhir mereka,” tambahnya.
Kesamaan visi tersebut menjadi kekuatan penting dalam membangun kekompakan tim. Bagi para pemain kelas tiga, DBL 2026 bukan sekadar turnamen, melainkan kesempatan terakhir untuk mempersembahkan gelar bagi sekolah sebelum lulus.
Regenerasi di Tengah Kehilangan Pilar
Meski membawa target besar, Smansa Balikpapan juga menghadapi tantangan dalam hal regenerasi pemain. Riswin mengakui bahwa timnya kehilangan empat pemain inti yang sebelumnya mengisi starting five dan kini telah lulus.
Kehilangan tersebut tentu berpengaruh terhadap struktur permainan tim. Namun, Smansa masih memiliki modal penting berupa satu pemain kunci yang berhasil bertahan, yakni sang kapten tim yang juga menyandang status MVP pada edisi sebelumnya.
Keberadaan pemain berpengalaman ini diharapkan mampu menjadi jembatan regenerasi, sekaligus pemimpin di lapangan bagi para pemain muda yang mulai naik ke level utama.
Peran Pelatih dan Mental Juara
Dalam menghadapi transisi pemain, peran pelatih menjadi sangat krusial. Riswin menekankan pentingnya menjaga mental juara sekaligus menanamkan disiplin bermain kepada seluruh anggota tim. Proses adaptasi pemain baru dilakukan secara bertahap agar tetap sejalan dengan filosofi permainan Smansa.
Latihan intensif difokuskan pada penguatan fundamental, pemahaman taktik, serta pembentukan chemistry antarpemain. Dengan pendekatan tersebut, Smansa berharap tetap mampu tampil solid meski tidak lagi diperkuat beberapa pilar lama.
Dukungan Suporter Jadi Energi Tambahan
Selain persiapan teknis, dukungan suporter Militan juga menjadi faktor nonteknis yang tak kalah penting. Kehadiran mereka di tribun selama pertandingan kerap menjadi suntikan motivasi bagi para pemain Smansa.
Atmosfer yang diciptakan suporter fanatik tersebut diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri pemain, terutama saat menghadapi situasi-situasi krusial di lapangan.
Misi Mempertahankan Dominasi
Honda DBL East Kalimantan Series 2026 akan menjadi panggung pembuktian bagi Smansa Balikpapan. Dengan target three-peat yang diusung, tim ini tak hanya berjuang untuk mempertahankan gelar, tetapi juga menjaga reputasi sebagai salah satu kekuatan basket pelajar terbaik di Kalimantan Timur.
Meski jalan menuju juara dipastikan tidak mudah, optimisme, persiapan matang, serta pengalaman juara menjadi bekal utama Smansa Balikpapan untuk kembali melangkah jauh di kompetisi bergengsi ini.
Fery
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Barcelona Dekat Rekrut Juwensley Onstein, Bek Muda Keturunan Indonesia
- Rabu, 28 Januari 2026













