Rabu, 28 Januari 2026

Produksi Batu Bara Sumsel 2025 Capai 120,74 Juta Ton

Produksi Batu Bara Sumsel 2025 Capai 120,74 Juta Ton
Produksi Batu Bara Sumsel 2025 Capai 120,74 Juta Ton

JAKARTA - Kinerja sektor pertambangan batu bara di Sumatera Selatan menunjukkan tren pertumbuhan meskipun menghadapi tantangan target produksi. Sepanjang tahun 2025, realisasi produksi batu bara di provinsi ini mencatat angka signifikan dan memperkuat posisi Sumsel sebagai salah satu daerah penopang utama pasokan energi nasional. Capaian tersebut sekaligus mencerminkan konsistensi aktivitas pertambangan yang terus berjalan di tengah dinamika regulasi dan kondisi industri.

Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Selatan, produksi batu bara sepanjang 2025 mencapai 120,74 juta ton. Meski angka ini belum memenuhi target produksi yang ditetapkan sebesar 164,27 juta ton, realisasi tersebut tetap menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Realisasi Produksi Meningkat Dibanding 2024

Baca Juga

BPH Migas Sesuaikan Kuota BBM Subsidi 2026 Demi Penyaluran Tepat Sasaran

Produksi batu bara Sumsel pada 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2024 yang berada di angka 113,29 juta ton. Kenaikan ini menandai tren positif dalam aktivitas pertambangan di wilayah tersebut, sekaligus memperpanjang capaian produksi Sumsel yang telah menembus angka 100 juta ton sejak 2023.

Meski demikian, selisih antara target dan realisasi produksi pada 2025 masih cukup besar, yakni minus 43,43 juta ton. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan produksi, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi optimalisasi capaian target tahunan.

Target Produksi 2026 Masih Menunggu Penetapan

Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba Dinas ESDM Sumsel, Armaya Sentanu Pasek, menyampaikan bahwa rencana target produksi batu bara Sumsel pada 2026 ditetapkan sebesar 156,01 juta ton.

"Untuk tahun ini target rencana produksi 2026 sebesar 156,01 juta ton," ujar Armaya, Senin 26 Janury 2026).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa target tersebut belum secara resmi ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian ESDM. Artinya, realisasi target produksi 2026 masih bergantung pada kebijakan dan persetujuan pemerintah pusat terkait rencana operasional perusahaan tambang.

Sebaran Wilayah Produksi Batu Bara

Dari sisi wilayah, produksi batu bara di Sumatera Selatan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Armaya menyebutkan bahwa Muara Enim masih menjadi daerah dengan kontribusi produksi terbesar, disusul oleh Lahat, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ulu (OKU).

Selain daerah-daerah utama tersebut, beberapa wilayah lain juga menunjukkan peningkatan produksi yang cukup signifikan. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Banyuasin tercatat mengalami pertumbuhan aktivitas produksi dalam beberapa waktu terakhir.

Sebaran produksi ini mencerminkan luasnya potensi batu bara di Sumsel serta peran strategis berbagai daerah dalam menopang capaian produksi provinsi secara keseluruhan.

Peran Izin Usaha Pertambangan

Peningkatan produksi batu bara di Sumatera Selatan tidak terlepas dari keberlanjutan aktivitas pertambangan serta optimalisasi izin usaha pertambangan (IUP). Saat ini, terdapat sekitar 122 IUP tambang batu bara yang aktif beroperasi di wilayah Sumsel.

Katanya, peningkatan produksi ini tak lepas dari aktivitas pertambangan yang terus berjalan serta optimalisasi izin usaha pertambangan (IUP).

Keberadaan ratusan IUP aktif tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menjaga stabilitas produksi batu bara di Sumsel. Aktivitas produksi yang relatif konsisten di berbagai wilayah tambang turut berkontribusi terhadap capaian realisasi tahunan.

Cadangan Batu Bara Jangka Panjang

Selain capaian produksi, Sumatera Selatan juga memiliki potensi cadangan batu bara yang sangat besar. Armaya menyebutkan bahwa cadangan batu bara yang dimiliki Sumsel saat ini diperkirakan masih mencukupi hingga sekitar 100 tahun ke depan, dengan catatan dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

"Jumlah cadangan batu bara yang dimiliki Sumsel saat ini diperkirakan mencapai 100 tahun ke depan jika dikelola optimal dan berkelanjutan," jelasnya.

Pernyataan ini menegaskan posisi Sumsel sebagai salah satu daerah dengan ketahanan sumber daya batu bara jangka panjang, yang berpotensi terus mendukung kebutuhan energi nasional dalam waktu lama.

Kontribusi terhadap Energi dan Pendapatan Daerah

Armaya juga menekankan bahwa sektor pertambangan batu bara masih memegang peranan penting bagi Sumatera Selatan, tidak hanya sebagai penopang energi nasional, tetapi juga sebagai sumber penerimaan daerah.

"Selain kontribusi terhadap energi nasional, sektor pertambangan batu bara juga masih menjadi salah satu sumber penerimaan daerah yang penting. DBH dari tambang batu bara hingga kini masih menjadi andalan penerimaan bagi Sumsel maupun kabupaten/kota penghasil," jelasnya.

Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor batu bara menjadi salah satu komponen utama dalam struktur pendapatan daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota penghasil. Penerimaan ini digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

Tantangan dan Keberlanjutan Produksi

Meski mencatat peningkatan produksi, sektor batu bara Sumsel tetap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penetapan target produksi, regulasi, hingga isu lingkungan dan infrastruktur distribusi. Optimalisasi produksi di masa depan diharapkan dapat berjalan seiring dengan prinsip pengelolaan yang berkelanjutan.

Ke depan, capaian produksi batu bara Sumsel akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara kebutuhan energi nasional, kepastian regulasi, serta komitmen pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Dengan potensi cadangan yang besar dan kontribusi ekonomi yang signifikan, sektor batu bara masih akan menjadi bagian penting dari perekonomian Sumatera Selatan dalam beberapa dekade mendatang.

Fery

Fery

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Insentif Pajak Berlanjut 2026, Pemerintah Perkuat Daya Beli dan UMKM Nasional

Insentif Pajak Berlanjut 2026, Pemerintah Perkuat Daya Beli dan UMKM Nasional

Prospek Saham Emiten Logistik Batu Bara Dinilai Berpotensi Cuan Besar

Prospek Saham Emiten Logistik Batu Bara Dinilai Berpotensi Cuan Besar

Sumsel Maksimalkan Produksi Batu Bara dengan Ratusan IUP Baru

Sumsel Maksimalkan Produksi Batu Bara dengan Ratusan IUP Baru

KKP Fokus Pada Pemulihan Tambak Garam Aceh Pasca-Banjir Sumatra

KKP Fokus Pada Pemulihan Tambak Garam Aceh Pasca-Banjir Sumatra

Anggaran PSO MRT Jakarta 2026 Naik, Menghadirkan Layanan Lebih Baik

Anggaran PSO MRT Jakarta 2026 Naik, Menghadirkan Layanan Lebih Baik