12 Jajanan Pasar Bebas Gluten Lokal yang Aman dan Lezat untuk Diet Sehat
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Menjalani pola makan bebas gluten kini tidak lagi terbatas bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Gaya hidup ini juga mulai dilirik masyarakat umum yang ingin menjaga pencernaan dan asupan harian.
Banyak orang masih beranggapan bahwa diet bebas gluten identik dengan produk impor yang mahal. Padahal, Indonesia memiliki beragam jajanan pasar tradisional yang secara alami bebas gluten.
Keberagaman bahan pangan lokal seperti beras, ketan, singkong, dan sagu menjadi keunggulan tersendiri. Bahan-bahan tersebut tidak mengandung gluten yang biasanya terdapat pada gandum, jelai, dan gandum hitam.
Baca JugaTren Kopi Lemon untuk Diet Viral di Media Sosial, Benarkah Efektif Turunkan Berat Badan Secara Alami
Dari bahan sederhana inilah lahir jajanan pasar yang kaya rasa dan sarat nilai budaya. Selain lezat, camilan ini juga lebih mudah dicerna dan tinggi serat.
Berikut 12 jajanan pasar tradisional Indonesia yang secara alami bebas gluten. Daftar ini cocok untuk pilihan camilan aman sekaligus terjangkau.
Jajanan Ketan dan Tepung Beras yang Aman
1. Klepon
Klepon dikenal sebagai jajanan pasar berbentuk bulat kecil berwarna hijau. Isian gula merah cair di dalamnya memberikan sensasi manis yang khas saat digigit.
Tekstur klepon kenyal dengan baluran kelapa parut yang gurih. Aroma daun pandan membuat kue ini semakin menggugah selera.
Bahan utama klepon berasal dari tepung ketan dan gula merah. Kue ini tidak memerlukan tepung terigu dalam resep aslinya.
Untuk keamanan diet bebas gluten, pastikan klepon menggunakan pewarna alami. Klepon tradisional sepenuhnya aman dikonsumsi.
2. Lemper
Lemper merupakan camilan gurih yang cukup mengenyangkan. Beras ketan pulen diisi ayam suwir berbumbu atau abon.
Daun pisang yang membungkus lemper memberikan aroma khas. Sajian ini sering menjadi pilihan bekal atau makanan selingan.
Bahan utama lemper adalah beras ketan yang bebas gluten. Isiannya berasal dari ayam atau abon berbumbu rempah.
Perhatian utama terletak pada abon yang digunakan. Lemper dengan isian ayam suwir rumahan lebih aman dikonsumsi.
3. Kue Putu
Kue putu mudah dikenali dari suara khas uap saat dikukus. Bentuknya silinder dengan isian gula merah di bagian tengah.
Tekstur kue putu lembut dan sedikit berbutir. Aroma pandan semakin memperkaya rasa jajanan ini.
Kue putu tradisional dibuat dari tepung beras murni. Tidak ada campuran terigu dalam resep autentiknya.
Proses pengukusan dalam bambu juga meminimalkan risiko kontaminasi. Kue ini aman untuk diet bebas gluten.
Jajanan Berbahan Singkong dan Tapioka
4. Getuk Lindri
Getuk lindri terbuat dari singkong rebus yang dihaluskan. Adonan dicampur gula dan sedikit garam.
Pewarna alami dari daun suji atau ubi memberi tampilan menarik. Getuk disajikan dengan taburan kelapa parut.
Bahan getuk lindri hanya singkong, gula, dan kelapa. Ketiganya bebas gluten secara alami.
Pewarna makanan perlu diperhatikan saat membeli. Getuk lindri tradisional tidak mengandung gluten.
5. Cenil
Cenil memiliki tekstur kenyal dengan warna-warna cerah. Bentuknya bulat kecil atau menyerupai cacing pendek.
Cenil disajikan bersama kelapa parut dan saus gula merah. Perpaduan rasa manis dan gurih menjadi ciri khasnya.
Bahan utama cenil adalah tepung tapioka dari singkong. Tepung ini secara alami bebas gluten.
Cenil tradisional minim risiko kontaminasi. Pastikan pewarna yang digunakan aman.
6. Ketimus
Ketimus dibuat dari singkong parut yang dicampur kelapa dan gula merah. Adonan dibungkus daun pisang lalu dikukus.
Teksturnya lembut dengan rasa manis gurih yang seimbang. Ketimus sering dianggap sebagai variasi getuk.
Bahan ketimus sangat sederhana dan alami. Tidak ada tambahan tepung terigu.
Proses pengukusan menjaga keamanannya dari gluten. Ketimus aman dikonsumsi penderita intoleransi gluten.
Jajanan Kukus Berbasis Santan dan Gula
7. Kue Talam
Kue talam terdiri dari dua lapisan berbeda. Lapisan bawah manis, sementara lapisan atas gurih dari santan.
Teksturnya lembut dan lumer saat disantap. Perpaduan rasa membuat kue ini terasa seimbang.
Resep kue talam menggunakan tepung beras dan tapioka. Kedua bahan tersebut bebas gluten.
Kue talam tradisional tidak memerlukan terigu. Kelezatannya berasal dari santan dan gula.
8. Bubur Sumsum
Bubur sumsum dibuat dari tepung beras dan santan. Teksturnya lembut dan kental.
Kuah gula merah cair disiram di atasnya. Aroma gula aren menjadi ciri khas sajian ini.
Bahan utama bubur sumsum aman dari gluten. Risiko hanya berasal dari topping tambahan.
Pastikan topping tidak mengandung tepung terigu. Bubur sumsum dasarnya sangat aman.
Olahan Ketan Tradisional yang Mengenyangkan
9. Lupis
Lupis terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun pisang. Bentuknya segitiga atau lonjong.
Lupis disajikan dengan gula aren cair dan kelapa parut. Rasanya manis legit dan lengket.
Bahan lupis sangat sederhana dan alami. Hanya ketan, gula aren, dan kelapa.
Proses pengukusan menjamin keamanannya. Lupis adalah jajanan gluten free murni.
10. Wajik
Wajik memiliki tekstur padat dan lengket. Kue ini dimasak dari beras ketan, gula merah, dan santan.
Rasanya manis kuat dengan aroma khas. Wajik sering hadir dalam acara tradisional.
Tidak ada terigu dalam resep wajik asli. Seluruh bahannya bebas gluten.
Wajik juga tahan lama dan praktis. Cocok sebagai camilan aman.
11. Kue Bugis
Kue bugis dibuat dari adonan ketan dengan isian kelapa manis. Daun pisang menjadi pembungkusnya.
Teksturnya kenyal dengan aroma daun yang khas. Rasanya manis dan mengenyangkan.
Kulit kue bugis menggunakan tepung ketan. Isian hanya kelapa dan gula merah.
Pastikan isian bersih tanpa campuran tepung. Kue bugis aman dikonsumsi.
12. Ketan Bumbu Serundeng
Ketan disajikan dengan taburan serundeng kelapa berbumbu. Rasanya gurih, pedas, dan sedikit manis.
Serundeng dibuat dari kelapa parut dan rempah segar. Sajian ini sering disantap hangat.
Keamanan bergantung pada bumbu serundeng. Serundeng tradisional bebas gluten.
Hindari serundeng instan berpengental. Pilih yang dibuat secara rumahan.
Tips Memastikan Jajanan Pasar Tetap Bebas Gluten
Meski bahan dasarnya aman, kehati-hatian tetap diperlukan. Kontaminasi silang bisa terjadi tanpa disadari.
Menanyakan bahan kepada penjual menjadi langkah awal. Pilih penjual yang masih menggunakan resep tradisional.
Hindari jajanan yang digoreng bersama makanan bertepung. Minyak bekas bisa memicu kontaminasi gluten.
Perhatikan topping dan bahan tambahan. Pewarna dan perasa sebaiknya alami.
Membuat jajanan sendiri di rumah adalah pilihan paling aman. Bahan dapat dikontrol sepenuhnya.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Rekomendasi Cushion Semakin Berkeringat Semakin Bagus untuk Tampilan Flawless
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Lima Makanan Alami Penguat Imun Tubuh Agar Tidak Mudah Sakit dan Tetap Fit Setiap Hari
- Jumat, 23 Januari 2026
Investasi Kesehatan Lewat Minuman Low Sugar Lezat yang Mudah Dibuat di Rumah
- Jumat, 23 Januari 2026
Americano dan Long Black: Perbedaan Rasa, Teknik Seduh, dan Cerita di Baliknya
- Jumat, 23 Januari 2026
Rahasia Antibiotik Alami dari Dapur Rumah untuk Daya Tahan Tubuh Lebih Kuat
- Jumat, 23 Januari 2026












