Waktu Terbaik Minum Air Putih untuk Optimalkan Metabolisme Tubuh Sehari-hari
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Banyak orang fokus pada apa yang dimakan untuk menjaga metabolisme tetap optimal, tetapi sering melupakan peran penting cairan. Padahal, kebiasaan minum air putih pada waktu yang tepat dapat memberi dampak besar bagi kerja tubuh secara keseluruhan.
Air bukan hanya pelepas dahaga, melainkan komponen utama yang menjaga sistem tubuh tetap berjalan seimbang. Mulai dari suhu tubuh, aliran nutrisi, hingga produksi energi, semuanya bergantung pada kecukupan cairan.
Tanpa asupan air yang memadai, tubuh akan kesulitan menjalankan fungsi dasar metabolisme. Kondisi ini bahkan bisa terjadi tanpa disadari, terutama saat aktivitas padat atau setelah tidur panjang.
Baca JugaRekomendasi Minuman Alami Pereda Stres yang Mudah Ditemukan dan Baik untuk Keseharian
Pertanyaan pentingnya bukan hanya berapa banyak air yang diminum, tetapi juga kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya. Penentuan waktu minum air ternyata berpengaruh pada efektivitas kerja metabolisme.
Para ahli gizi sepakat bahwa ada momen-momen tertentu ketika tubuh sangat membutuhkan hidrasi. Pada waktu inilah air bekerja lebih optimal mendukung pembakaran energi dan distribusi nutrisi.
Artikel ini akan membahas waktu-waktu penting minum air putih berdasarkan penjelasan para ahli. Penyajiannya disusun ulang dengan sudut pandang berbeda tanpa mengubah isi maupun kutipan aslinya.
Pagi Hari sebagai Titik Awal Aktivasi Metabolisme
Setelah bangun tidur, tubuh berada dalam kondisi kekurangan cairan ringan. Hal ini terjadi karena selama tidur tidak ada asupan air sama sekali.
Kondisi dehidrasi ringan ini perlu segera diatasi agar fungsi tubuh kembali optimal. Salah satu langkah paling sederhana adalah minum air putih segera setelah bangun.
Ahli gizi menyebut pagi hari sebagai waktu paling efektif untuk memulai hidrasi. Pada saat ini, sel-sel tubuh membutuhkan cairan untuk kembali bekerja maksimal.
“Waktu terbaik untuk minum air adalah saat Anda bangun, karena tubuh berada dalam kondisi dehidrasi saat tidur," saran Anar Allidina, M.P.H., R.D., seorang ahli gizi yang berbasis di Toronto.
Ia menekankan bahwa jumlah air yang diminum juga perlu diperhatikan. Minum air dalam porsi cukup akan membantu proses hidrasi berlangsung lebih efektif.
"Usahakan minum 12–20 ons (sekitar 350–600 ml) dalam 30–60 menit setelah bangun untuk menghidrasi kembali sel-sel tubuh dan mendukung kesehatan pencernaan," tambahnya.
Air yang masuk di pagi hari membantu mengaktifkan sistem pencernaan. Proses metabolisme pun berjalan lebih lancar sejak awal hari.
Tidak hanya itu, minum air di pagi hari juga membantu tubuh mempersiapkan energi. Hal ini berpengaruh pada fokus dan stamina saat beraktivitas.
Menariknya, suhu air juga memiliki peran tersendiri. Air dingin memberikan efek tambahan pada pembakaran kalori.
“Dengan minum air dingin, kita sebenarnya membakar kalori. Ini karena tubuh harus menyesuaikan suhu air dengan suhu tubuh," kata Vicki Koenig, R.D., C.D.N., seorang ahli gizi di New Paltz, New York.
Proses penyesuaian suhu tersebut memang tidak membakar kalori dalam jumlah besar. Namun, efeknya tetap berkontribusi pada kerja metabolisme harian.
Pentingnya Minum Air Sebelum Aktivitas Fisik
Selain pagi hari, momen penting lain untuk minum air adalah sebelum berolahraga. Aktivitas fisik meningkatkan kebutuhan cairan tubuh secara signifikan.
Saat berolahraga, tubuh kehilangan cairan melalui keringat. Jika tidak diimbangi dengan hidrasi yang cukup, metabolisme bisa melambat.
Para ahli menyarankan agar tubuh sudah terhidrasi sebelum memulai aktivitas fisik. Dengan begitu, performa tubuh dapat tetap terjaga.
“Waktu terbaik untuk tetap terhidrasi adalah saat Anda akan menggunakan atau kehilangan lebih banyak air. Saat berolahraga, kita membutuhkan lebih banyak air," jelas Koenig.
Minum air sebelum olahraga membantu sistem kardiovaskular bekerja lebih efisien. Aliran oksigen dan nutrisi ke otot pun menjadi lebih optimal.
Hidrasi yang cukup juga berperan dalam pembakaran energi selama latihan. Tubuh mampu menggunakan cadangan energi dengan lebih efektif.
Selain itu, air membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil saat aktivitas berat. Hal ini penting untuk mencegah kelelahan dini.
Kurangnya cairan sebelum olahraga dapat menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya, intensitas latihan menjadi tidak maksimal.
Batasan Minum Air di Malam Hari
Meski penting, minum air juga perlu diatur waktunya. Terlalu banyak minum air menjelang tidur justru bisa berdampak negatif.
Asupan cairan berlebihan di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. Tubuh menjadi sering terbangun untuk buang air kecil.
“Asupan cairan yang berlebihan di malam hari bisa mengganggu tidur karena sering terbangun untuk buang air kecil, dan kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi kesehatan metabolisme," kata Allidina.
Tidur yang terganggu membuat proses pemulihan tubuh tidak berjalan optimal. Kondisi ini secara tidak langsung memengaruhi metabolisme.
Kualitas tidur yang buruk dapat menurunkan produksi energi. Akibatnya, tubuh terasa lemas keesokan harinya.
Mengatur asupan air di malam hari membantu menjaga pola tidur tetap berkualitas. Dengan tidur yang cukup, metabolisme dapat bekerja lebih efisien.
Peran Air dalam Setiap Proses Metabolisme
Air memiliki peran sentral dalam seluruh reaksi metabolik tubuh. Tanpa air, proses pembentukan energi tidak dapat berjalan sempurna.
“Hidrasi mendukung produksi energi di sel-sel kita. Setiap reaksi metabolik membutuhkan air," ucap Allidina.
Ia menambahkan bahwa dehidrasi ringan sekalipun bisa berdampak signifikan. Kondisi ini dapat memperlambat pembakaran lemak dan distribusi nutrisi.
“Bahkan dehidrasi ringan bisa memperlambat produksi energi sel, pembakaran lemak, dan distribusi nutrisi," lanjutnya.
Air juga berperan dalam pembentukan ATP sebagai sumber energi utama sel. Tanpa air, ATP tidak mampu melepaskan energi yang dibutuhkan tubuh.
Kekurangan cairan membuat sel bekerja tidak optimal. Hal ini menyebabkan tubuh lebih cepat lelah.
Koenig menegaskan bahwa manfaat hidrasi tidak hanya terbatas pada energi. Fungsi tubuh lain juga sangat bergantung pada kecukupan air.
“Hidrasi mendukung metabolisme dengan menjaga fungsi kardiovaskular normal, regulasi suhu tubuh, pencernaan, transportasi nutrisi, pembuangan limbah, dan performa fisik, semua ini memengaruhi pengeluaran energi dan efisiensi metabolisme," ucap Koenig.
Dengan memahami waktu terbaik minum air, tubuh dapat bekerja lebih seimbang. Kebiasaan sederhana ini mampu memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Plant-Based Food Jadi Gaya Hidup Modern, Ini Panduan Lengkap Menu Sehat Berbasis Nabati
- Jumat, 23 Januari 2026
Lima Makanan Alami Penguat Imun Tubuh Agar Tidak Mudah Sakit dan Tetap Fit Setiap Hari
- Jumat, 23 Januari 2026
Investasi Kesehatan Lewat Minuman Low Sugar Lezat yang Mudah Dibuat di Rumah
- Jumat, 23 Januari 2026
Americano dan Long Black: Perbedaan Rasa, Teknik Seduh, dan Cerita di Baliknya
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Manfaat Air Mawar untuk Kulit Sehat Alami yang Jarang Disadari Banyak Orang
- Jumat, 23 Januari 2026
Liburan Hemat Bernuansa Alam Sejuk, Ini Deretan Wisata Kuningan yang Wajib Dicoba
- Jumat, 23 Januari 2026
Pesona Alam Halmahera yang Masih Perawan, Destinasi Impian Pencinta Petualangan Sejati
- Jumat, 23 Januari 2026
Manchester United Siapkan Regenerasi Lini Tengah Usai Casemiro Pergi Musim Panas
- Jumat, 23 Januari 2026
Persija Jakarta Bidik Kemenangan Kontra Madura United di Awal Putaran Kedua
- Jumat, 23 Januari 2026












.jpg)