Tren Baru Gudeg Mercon di Jogja, Pedas Gurih Menggoda Lidah Wisatawan dan Warga Lokal
- Senin, 19 Januari 2026
JAKARTA - Yogyakarta selama ini identik dengan gudeg manis yang legit. Kini, muncul tren baru di kalangan pecinta kuliner, yaitu gudeg mercon yang menawarkan sensasi pedas menggigit.
Hidangan ini memadukan manis gurih gudeg dengan oseng krecek dan sambal mercon yang penuh cabai rawit merah. Sensasi pedasnya membuat lidah bergetar, namun tetap menggugah selera untuk terus dinikmati.
Gudeg mercon kini menjadi favorit wisatawan dan warga lokal. Berbagai warung legendaris hingga tempat makan sederhana berlomba menyajikan versi unik masing-masing.
Baca JugaKelebihan dan Kekurangan Redmi Note 13 Pro 5G, Semakin Menarik!
Gudeg Mercon Bu Tinah: Legendaris dan Pedas Menggigit
Gudeg Mercon Bu Tinah menjadi ikon kuliner pedas di Jogja sejak 1992. Kuah areh dan sambal kreceknya dipenuhi cabai rawit merah, menghasilkan rasa pedas intens namun tetap nikmat.
Warung ini berlokasi di Jalan Asem Gede No.8, Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Yogyakarta. Buka mulai pukul 21.00 hingga 01.00 WIB, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.
Harga per porsi bervariasi tergantung lauk yang dipilih, namun umumnya sekitar Rp30.000-an. Gudeg mercon Bu Tinah selalu ramai, terutama pada akhir pekan dan malam hari.
Gudeg Mercon Mbak Yuni: Pedas, Gurih, dan Terjangkau
Lokasi Gudeg Mercon Mbak Yuni dekat Pasar Kranggan, sekitar 400 meter dari jalan utama. Oseng mercon di sini dipenuhi cabai rawit merah dan hijau, menciptakan sensasi pedas yang menggoda selera.
Satu porsi terdiri dari nasi, gudeg, krecek, dan oseng mercon, dengan tambahan lauk seperti ayam ungkep, hati ampela, atau telur bacem. Warung buka mulai pukul 18.30 hingga 01.00 WIB dengan harga kisaran Rp20.000-an per porsi.
Menu ini populer di kalangan pelajar dan pekerja malam. Rasa pedasnya yang pas membuat pengunjung ingin kembali lagi.
Gudeg Mercon Yu Ponirah dan Pilihan Lauk Beragam
Jika berada di Sleman, Gudeg Mercon Yu Ponirah bisa menjadi destinasi kuliner malam. Warung ini berada di Jalan Magelang No.83, Kutu Asem, Sinduadi, dekat Monumen Jogja Kembali dan Jogja City Mall.
Gudeg mercon di sini memiliki rasa pedas seimbang, tidak terlalu manis namun tetap gurih. Warung menyediakan sekitar 20 pilihan lauk, mulai dari oseng usus ayam, oseng pete, bihun goreng, hingga ikan goreng dan baceman.
Tempat ini buka mulai pukul 20.00 hingga 05.00 WIB. Cocok bagi penikmat kuliner malam hingga dini hari yang mencari sensasi pedas dan kenyang.
Gudeg Mercon Pasar Sentul dan Gudeg Mercon Bu Prih
Gudeg Mercon Pasar Sentul berada di kawasan Pakualaman, tepat di depan Pasar Sentul. Warung ini mudah dikenali dari banner hijau besar dan tikar yang digelar sebagai tempat duduk pelanggan.
Oseng ceker dipenuhi cabai rawit merah, berpadu dengan gudeg yang tidak terlalu manis. Warung buka pukul 18.00 hingga 23.30 WIB, harga sekitar Rp25.000-an per porsi.
Sementara itu, Gudeg Mercon Bu Prih di Jl. Rajawali, Babadan No.216, Bantul, menyajikan gudeg yang lebih gurih dibandingkan manis. Oseng mercon pedas “nendang” berpadu dengan ayam suwir, telur bebek, dan krecek yang mantap, buka pukul 17.00–21.00 WIB.
Banyak pengunjung yang awalnya tidak suka gudeg manis, berubah pikiran setelah mencoba versi pedas ini. Sensasi pedas seimbang membuat lidah ketagihan tanpa merasa enek.
Gudeg Mercon Yu Yah dan Gudeg Mercon Sagan
Gudeg Mercon Yu Yah menjadi favorit pecinta kuliner malam hingga dini hari. Berlokasi di Jl. Magelang No.129 A, Sinduadi, Sleman, warung ini buka pukul 20.00–03.30 WIB dan selalu ramai pengunjung.
Gudegnya tidak terlalu manis, sementara oseng mercon terkenal pedas dan gurih. Tersedia pula lauk rumahan seperti tempe, tahu, dan sayur lodeh yang menambah kenyamanan saat bersantap.
Bagi yang ingin menikmati gudeg mercon di siang hari, Gudeg Mercon Sagan bisa menjadi pilihan unik. Terletak di Jl. Sagan GK V No.861, Gondokusuman, gudegnya gurih dengan rasa pedas seimbang dan porsi melimpah.
Warung ini buka dua kali sehari, pagi hingga siang dan sore hingga malam. Pelayanannya ramah, sehingga pengalaman makan menjadi semakin menyenangkan.
Sensasi pedas dan gurih dari gudeg mercon membuat hidangan ini berbeda dari gudeg manis tradisional. Setiap warung memiliki karakter dan level kepedasan sendiri, memberi pengalaman unik bagi setiap pengunjung.
Mengunjungi warung gudeg mercon bisa menjadi agenda wisata kuliner wajib bagi pecinta pedas. Dari warung legendaris hingga tempat sederhana, Jogja menawarkan pengalaman rasa yang tak terlupakan.
Rasa pedas yang memacu adrenalin berpadu dengan legitnya gudeg menciptakan sensasi unik di lidah. Tak heran jika hidangan ini menjadi incaran wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kesimpulannya, gudeg mercon membuktikan inovasi kuliner Yogyakarta yang mengikuti tren dan selera modern. Sensasi pedasnya cocok untuk pencinta kuliner yang mencari pengalaman berbeda dari gudeg biasa.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Update Harga Buyback Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Pegadaian Hari Ini
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Sering Makan Pedas Ternyata Punya Dampak Unik pada Metabolisme Tubuh
- Kamis, 22 Januari 2026
Inilah Deretan Alasan Mengejutkan Harga Durian Musang King Selalu Mahal di Pasaran
- Kamis, 22 Januari 2026
Tren Takjil Ramadan 2026 yang Diprediksi Laris Manis dan Dicari Pembeli
- Kamis, 22 Januari 2026
Resep Getuk Singkong Pulen: Langkah Tepat Agar Hasilnya Lembut dan Kenyal
- Kamis, 22 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
4.
Kredit Perbankan Tumbuh Akhir 2025, Bank Tetap Waspada Risiko
- 22 Januari 2026
5.
BI Suntik Likuiditas Jumbo Awal 2026 Dorong Kredit Perbankan
- 22 Januari 2026













