Minggu, 11 Januari 2026

Harga Emas Perhiasan 24 Karat Naik Signifikan, Investor dan Kolektor Perlu Waspada Tren

Harga Emas Perhiasan 24 Karat Naik Signifikan, Investor dan Kolektor Perlu Waspada Tren
Harga Emas Perhiasan 24 Karat Naik Signifikan, Investor dan Kolektor Perlu Waspada Tren

JAKARTA - Harga emas perhiasan kembali mencatat kenaikan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Di Rajaemas, emas 24 karat dibanderol Rp 2.370.000 per gram, menandakan tren positif di awal tahun.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada emas murni, namun juga emas kadar rendah. Misalnya, emas 5 karat kini dijual Rp 425.000 per gram, naik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Harga Emas Perhiasan di Rajaemas

Baca Juga

Harga Emas Antam Meroket Dekati Rekor Tertinggi, Investor Diminta Waspada Tren 2026

Selain 24 karat, Rajaemas menawarkan emas 23K seharga Rp 1.952.000 per gram. Kadar 22K dan 21K masing-masing dijual Rp 1.866.000 dan Rp 1.783.000 per gram.

Emas 20K dibanderol Rp 1.697.000, sedangkan 19K dan 18K masing-masing Rp 1.612.000 dan Rp 1.528.000 per gram. Kadar 17K dan 16K dipatok Rp 1.443.000 dan Rp 1.357.000 per gram, sementara 15K seharga Rp 1.274.000.

Untuk emas 14K hingga 10K, harganya berkisar antara Rp 1.189.000 hingga Rp 849.000 per gram. Emas dengan kadar 9K hingga 5K dipasarkan antara Rp 765.000 hingga Rp 425.000 per gram, mengikuti tren naik yang sama.

Harga Emas Perhiasan di Lakuemas

Di Lakuemas, harga emas 24K hari ini dijual Rp 2.144.000 per gram. Emas 23K dibanderol Rp 1.918.000 dan 22K Rp 1.834.000 per gram, menunjukkan kenaikan stabil dibandingkan pekan lalu.

Kadar 21K dan 20K masing-masing dijual Rp 1.754.000 dan Rp 1.669.000 per gram. Emas 19K hingga 15K dipatok antara Rp 1.584.000 hingga Rp 1.246.000 per gram, sementara 14K hingga 10K berada di kisaran Rp 1.162.000 hingga Rp 826.000 per gram.

Emas dengan kadar 9K menjadi yang paling murah, dijual Rp 741.000 per gram. Pergerakan harga ini memberikan gambaran tren kenaikan yang konsisten di pasar emas perhiasan domestik.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Kenaikan harga emas perhiasan sebagian besar mengikuti pergerakan harga emas dunia. Sentimen global, termasuk ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven.

Selain itu, peningkatan permintaan emas fisik untuk koleksi atau investasi turut mendorong harga. Tren ini berlaku untuk berbagai kadar, dari 24 karat hingga 5 karat, membuat pemilik emas memperhatikan timing penjualan.

Implikasi untuk Investor dan Konsumen

Bagi investor, kenaikan ini menjadi momen penting untuk menilai strategi jual beli. Emas dengan kadar tinggi menawarkan potensi keuntungan lebih besar jika dijual saat harga peak.

Sementara bagi konsumen yang mencari perhiasan, penting memantau tren harian untuk memperoleh harga optimal. Mengingat pergerakan harga yang fluktuatif, membeli di saat harga sedang naik perlu pertimbangan matang.

Pantauan harga emas perhiasan hari ini memberikan sinyal bagi kolektor dan investor untuk menyesuaikan keputusan finansial. Tren kenaikan awal Januari ini menjadi indikator optimisme pasar terhadap logam mulia.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Hemat Puluhan Ribu per Bulan, Begini Cara Praktis Nonaktifkan SMS Berbayar BRImo

Hemat Puluhan Ribu per Bulan, Begini Cara Praktis Nonaktifkan SMS Berbayar BRImo

GoPay Perkuat Perlindungan Pengguna dengan Program Jaminan Saldo Kembali Lengkap

GoPay Perkuat Perlindungan Pengguna dengan Program Jaminan Saldo Kembali Lengkap

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025

Industri Pergadaian Tumbuh Pesat, Capai Pembiayaan Signifikan pada 2025

Industri Pergadaian Tumbuh Pesat, Capai Pembiayaan Signifikan pada 2025

Jumlah Investor Kripto di Indonesia Meningkat Signifikan pada 2025

Jumlah Investor Kripto di Indonesia Meningkat Signifikan pada 2025