IHSG Mendadak Naik Sesi I, 5 Saham Meroket hingga ARA

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: ANTARA)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 14:24:44 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba terangkat sebesar 12,32 poin (0,21%) menuju level 5.885,69 pada penutupan perdagangan sesi I Kamis (9/7/2026). Pergerakan IHSG pada hari ini terpantau variatif dalam kisaran rentang 5.839 – 5.904.

Di waktu yang bersamaan, ada sebanyak lima saham yang melesat kencang dan menempati posisi teratas dalam deretan top gainers. Bahkan, terdapat dua saham yang lajunya tertahan oleh batas auto rejection atas (ARA).

Mengacu pada data dari IDX, tercatat volume perdagangan telah menyentuh 16,66 miliar lembar saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan sesi I. Perolehan tersebut membukukan nilai transaksi mencapai Rp 6,71 triliun, dengan intensitas frekuensi perdagangan menyentuh angka 1.470.502 transaksi.

Ditemukan sebanyak 319 saham yang membukukan kenaikan harga, 268 saham ditransaksikan melemah. Sementara itu, sebanyak 199 saham bergerak stagnan.

Di sisi lain, pergerakan saham-saham blue chip yang terhimpun dalam indeks LQ45 tercatat mengalami penguatan sebesar 0,1%.

Mayoritas sektor saham terpantau bergerak di zona hijau pada penutupan perdagangan sesi I. Saham di sektor barang baku berada di posisi terdepan dalam memimpin penguatan setelah melesat sebesar 1,71%. 

Performa tersebut disusul oleh saham sektor energi yang naik 1,45%, sektor transportasi menguat 1,39%, sektor perindustrian terangkat 1,14%, serta sektor barang konsumsi non-primer yang tumbuh 0,57%.

Sebaliknya, koreksi harga melanda saham di sektor kesehatan sebesar 1,14%, sektor keuangan melemah 0,29%, sektor properti menyusut 0,24%, sektor infrastruktur turun 0,19%, dan sektor teknologi terkoreksi tipis 0,08%.

Pada sesi perdagangan pertama ini, indeks saham di kawasan Asia bergerak secara variatif. Bursa Shanghai (China) terpangkas 0,35% dan indeks Hang Seng (Hong Kong) melorot sebesar 0,76%. 

Di sudut lain, bursa Straits Times (Singapura) sukses menguat 0,71% dan indeks Nikkei (Jepang) melambung hingga 1,41%.

Saham Top Gainers

Sementara itu, tercatat sebanyak lima saham melesat tinggi dan bertengger di posisi puncak dalam jajaran top gainers. Nilai jual saham-saham tersebut melonjak mulai dari di atas 16% hingga menembus 35%.

Di dalam deretan top gainers tersebut, ada dua saham yang sukses menyentuh batas auto rejection atas (ARA), yakni PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang melonjak sebanyak 35% menuju level Rp 162 dan PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang melejit hingga 24,91% ke posisi Rp 1.755.

Sementara untuk saham top gainers lainnya diisi oleh PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) yang melesat sebesar 21,26% ke level Rp 770, PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) yang menanjak sebanyak 20,78% menuju Rp 93, serta PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang merangkak naik sebesar 16,88% ke angka Rp 187.

Kondisi sebaliknya menimpa saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang jatuh sangat dalam hingga membentur batas auto rejection bawah (ARB) sekaligus terdampar di daftar teratas top losers. 

Nilai saham JECX ambles sebanyak 14,87% menuju level Rp 1.660, sedangkan saham BAPA merosot 14,51% menjadi Rp 330.

Reporter: Ibtihal