Analisis Pakar: Simak Tren yang Bisa Dongkrak Harga Emas Dunia

Ilustrasi emas batangan. (Foto: Bloomberg)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 13:49:32 WIB

JAKARTA - Pengamat mengungkapkan bahwa nilai jual emas dunia berpeluang untuk kembali merangkak naik, disokong oleh melambungnya harga sektor energi yang mendongkrak proyeksi inflasi sekaligus memperlebar peluang kenaikan suku bunga acuan, serta kuatnya tingkat permintaan dari bank sentral.

Untuk harga emas pada perdagangan hari ini terpantau mengalami penurunan sebesar 0,36% menuju level US$ 4.062,41 per troy ounce.

Melansir dari Kitco News, Kamis (9/7/2026), analis di Invesco konsisten mempertahankan proyeksi yang konstruktif terhadap harga emas pada paruh kedua tahun 2026.

"(Kami) percaya bahwa sebagian besar dukungan struktural untuk harga emas tetap utuh,” kata para penulis laporan prospek emas triwulanan terbaru dari Invesco.

Laporan tersebut menjabarkan, bank sentral terlihat bakal terus melakukan aksi borong emas demi mendiversifikasi ketersediaan cadangan milik mereka. 

Dewan Emas Dunia (World Gold Council/WGC) mengumumkan bahwa rekor 45% bank sentral yang memberikan respons dalam survei paling anyar memproyeksikan akan menambah cadangan emas mereka dalam kurun waktu 12 bulan ke depan, di mana 89% memprediksi alokasi cadangan emas bank sentral akan bertambah secara global sepanjang tahun mendatang.

Pihak Invesco turut menggarisbawahi bahwa sokongan struktural tersebut tecermin di dalam laporan Studi Manajemen Aset Negara Global paling baru miliknya, yang mana mayoritas dari bank sentral mencatatkan adanya pertumbuhan alokasi emas sepanjang tiga tahun ke belakang, dipicu oleh kecemasan atas volatilitas global serta perlindungan terhadap inflasi.

"Ketidakpastian geopolitik sekarang menjadi pendorong utama pembelian emas yang berkelanjutan," tambahnya.

Walaupun tingkat permintaan dari bank sentral pada umumnya tidak terpengaruh oleh sensitivitas harga emas, menurut mereka, nilai komoditas ini tetap rentan terimbas oleh laju ketertarikan investasi.

"Kenaikan harga dapat menarik aliran dana ke suatu aset, tetapi penurunan harga terkadang dapat mendorong penjualan, terutama ketika investor dapat mengunci keuntungan dan perlu mengakses likuiditas untuk mengalokasikan kembali ke tempat lain,” tulis para penulis.

“Pembelian koin dan batangan emas kecil oleh pengecer merupakan sumber permintaan yang kuat sepanjang reli emas jangka panjang, dan penting untuk melihat bagaimana respons mereka terhadap koreksi," jelasnya.

Pihak Invesco memberikan peringatan bahwa potensi risiko kejatuhan harga emas sejauh ini masih belum sepenuhnya mereda.

“Beberapa bulan ke depan bisa menjadi sangat penting bagi harga emas, karena kami akan melihat bagaimana The Fed bereaksi terhadap inflasi, dan apakah inflasi akan tetap tinggi atau turun dengan harga minyak yang lebih rendah, dan jika Dolar AS menguat lebih lanjut terhadap mata uang utama lainnya,” kata para analis.

Reporter: Ibtihal