IHSG Merah, Saham Baru JELI dan PRDL Justru Melesat hingga ARA

PRDL resmi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sahamnya langsung menyentuh ARA. (Foto: Infobanknews)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 13:49:32 WIB

JAKARTA — Rekam jejak performa dari deretan saham yang baru melantai seperti JELI hingga PRDL di Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan hasil yang cukup bervariasi sampai Kamis (9/7/2026). 

Sebagian emiten terpantau bergerak menguat, sedangkan sebagian lainnya justru mengalami pelemahan.

Merujuk pada data dari RTI Infokom sampai dengan pukul 10.00 WIB, performa saham emiten baru seperti PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) yang melangsungkan listing pada hari ini berhasil melonjak hingga terkena auto reject atas (ARA) sebesar 35%. 

Melalui lonjakan ARA tersebut, saham PRDL meroket ke level Rp162 per lembar saham. PRDL sendiri sebelumnya menawarkan saham perdana mereka di angka Rp120 per lembar saham.

Emiten berikutnya yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) yang terpantau bergerak melorot 2,4% menuju level Rp610 per lembar saham sampai pukul 10.00 WIB. 

Sebelumnya, pada saat pelaksanaan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), saham WBSA dilepas dengan harga perdana senilai Rp168 per lembar saham. 

Ini berarti, semenjak resmi tercatat hingga waktu sekarang, saham WBSA telah melambung sebesar 263,09% dari nilai awalnya.

Selanjutnya, saham milik PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) yang menaungi jaringan rumah sakit mata pada hari ini bergerak melemah hingga menyentuh 14,87% ke level Rp1.660 per lembar saham. 

Saham JECX ini sebelumnya dilepas pada harga Rp1.250 per lembar saham pada momentum perdagangan perdananya. Hal tersebut menandakan bahwa saham JECX telah menyumbang perolehan gain sebesar 32,8% bagi para pemegang sahamnya.

Kemudian untuk saham produsen makanan olahan jeli, yakni PT Niramas Utama Tbk. (JELI) dibukukan melesat hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) sebesar 24,91% ke level Rp1.755 per lembar saham, di kala IHSG tengah jatuh ke zona merah pada hari ini, Kamis (9/7/2026). 

Saham JELI sendiri sebelumnya ditransaksikan pada level Rp900 per lembar saham di masa perdagangan perdananya. Dengan angka tersebut, saham JELI tercatat telah mengalami penguatan sebanyak 95% dari nilai awalnya.

Di sisi lain, saham PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) terekam mengalami penyusutan sebesar 11,27% pada sesi perdagangan hari ini, menuju ke level Rp488. 

Saham EMMI ini sebelumnya ditawarkan di angka Rp470 per lembar saham. Kendati mengalami penurunan hari ini, saham EMMI tercatat masih menyajikan gain sebesar 3,82% untuk para pemegang sahamnya.

Sementara itu, saham kepunyaan PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) turut dibukukan bergerak menguat sampai pukul 10.00 WIB. Saham yang terafiliasi dengan Grup Djarum ini terangkat sebesar 10,91% menuju level Rp610 per lembar saham. 

Jika dikomparasikan dengan harga perdananya yang berada di angka Rp442 per lembar saham, maka saham BACH telah mempersembahkan keuntungan atau gain sebanyak 38% kepada para investornya.

Reporter: Ibtihal