Rupiah Terlemah di Asia per Kamis 9 Juli 2026, Kurs Jadi Rp18.068

Ilustrasi Mata uang rupiah. (Foto: Antara)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 11:42:14 WIB

JAKARTA - Posisi kurs rupiah di pasar spot terpantau loyo pada pembukaan transaksi sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), sekaligus menempatkannya sebagai mata uang dengan koreksi paling tajam di regional Asia. 

Mata uang garuda mengawali perdagangan pada posisi Rp 18.068 per dollar Amerika Serikat (AS). 

Catatan ini merefleksikan pelemahan sebesar 0,3 persen jika disandingkan dengan hasil penutupan sesi sebelumnya yang bertengger di level Rp 18.014 per dollar AS. Di sisi lain, arah pergerakan mata uang di regional Asia terpantau bergerak fluktuatif.

Dolar Taiwan menempati posisi sebagai mata uang dengan koreksi terbesar kedua di bawah rupiah, setelah mencatatkan penurunan sebesar 0,19 persen terhadap dollar AS.

Berikutnya, mata uang baht Thailand terdepresiasi sebesar 0,16 persen, yang diikuti oleh peso Filipina dengan penurunan 0,12 persen serta won Korea Selatan yang melemah tipis 0,06 persen. 

Ringgit Malaysia didapati ikut terjerembab di zona merah, walau hanya mencatatkan koreksi minor terhadap dollar AS.

Sebaliknya, yuan China sukses tampil sebagai mata uang dengan performa penguatan tertinggi di Asia setelah melesat sebesar 0,12 persen.

Langkah positif tersebut diikuti oleh yen Jepang yang menguat sebesar 0,09 persen, kemudian disusul oleh dolar Singapura yang terangkat naik sebesar 0,05 persen. 

Sementara itu, dollar Hong Kong terpantau bergerak cukup stagnan dengan koreksi tipis di angka 0,005 persen terhadap dollar AS.

Di sudut lain pasar keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah ke zona hijau setelah sempat tertekan di zona merah pada awal pembukaan transaksi Kamis pagi. Indeks bursa domestik tersebut menguat sebesar 29,39 poin atau naik 0,50 persen menuju level 5.902,763.

Pergerakan laju IHSG hari ini berada dalam rentang batas bawah 5.839,669 sampai batas atas 5.903,480. Indeks saham sendiri dibuka pada level 5.865,768, sebelum akhirnya mencatatkan tren kenaikan dan menyentuh titik tertingginya di posisi 5.903,480.

Aksi reli IHSG ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak menguat. Tercatat ada sebanyak 293 saham yang sukses mendarat di zona hijau, 223 saham mengalami penurunan, sedangkan 189 saham lainnya bergerak stagnan tanpa ada perubahan harga.

Laju perdagangan di lantai bursa terpantau cukup aktif dengan mencatatkan total volume transaksi sebanyak 4,044 miliar saham, akumulasi nilai transaksi mencapai Rp 1,813 triliun, serta frekuensi perdagangan yang tercatat sebanyak 513.205 kali.

Reporter: Ibtihal