JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) memiliki potensi untuk meneruskan tren penguatannya pada sesi perdagangan hari Rabu (8/7/2026).
IHSG mengakhiri perdagangan sebelumnya dengan lonjakan 1,19% menuju posisi 5.986,50, yang disokong oleh pulihnya sentimen dalam negeri serta kelanjutan aksi technical rebound.
Apresiasi ini didorong oleh meningkatnya posisi cadangan devisa Indonesia hingga menyentuh US$ 145,6 miliar, program insentif PPN DTP bagi industri properti, serta harapan akan kebijakan pemerintah yang lebih fokus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kendati demikian, volume nilai transaksi yang terpantau masih minim di kisaran Rp 10,37 triliun mengindikasikan para pelaku pasar masih bersikap cenderung berhati-hati dan selektif.
Pergerakan pasar pada hari ini bakal memperhatikan pengumuman Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia serta hasil FOMC Minutes, yang diproyeksikan memberi indikasi mengenai arah kebijakan moneter The Fed sekaligus mengintervensi laju Rupiah serta aliran modal asing.
Ditinjau dari sisi teknikal, IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren positifnya dengan area support di level 5.734 dan batas resistance psikologis pada angka 6.000.
Jika mampu melewati level 6.000, hal tersebut bakal menjadi sinyal awal bagi keberlanjutan momentum penguatan.
Di sisi lain, pada penutupan bursa Wall Street kemarin, indeks saham bergerak melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup menyusut 0,25% ke posisi 52.925,1.
Sementara itu, indeks S&P 500 mengalami penurunan 0,45% ke angka 7.503,8, dan Nasdaq Composite merosot 1,16% menuju 25.818,6, S&P 500 menguat 0,72% ke 7.537,4 dan Nasdaq Composite menguat 1,12% menjadi 26.121,1.
Untuk aktivitas trading pada Rabu (8/7/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyodorkan rekomendasi pada saham BBCA, ELSA, dan KOTA.