Sawit Dharmasraya Stabil: Rata-Rata Rp3.385, Brondolan Rp3.700
DHARMASRAYA - Para pekebun kelapa sawit di wilayah Dharmasraya bisa bernapas lega. Pasalnya, akumulasi nilai rata-rata Tandan Buah Segar (TBS) di area perkebunan mereka terpantau kuat bertengger pada level Rp3.385 per kilogram, bahkan untuk nominal jual pada kelompok brondolan berhasil menyentuh posisi Rp3.700 per kilogram.
Penyegaran data perkembangan harga ini diperoleh bersandarkan publikasi akun media sosial resmi milik Diskominfo Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Mengacu pada rekam data yang dirilis oleh Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya per pukul 08.00 WIB pada Senin kemarin, bagan transaksi perdagangan komoditas sawit daerah memperlihatkan adanya batas margin atau selisih nominal antarpabrik senilai Rp585 per kilogram.
Untuk produk komoditas TBS, nilai penawaran paling tinggi dibukukan oleh PT AWB yang memasang harga senilai Rp3.810 per kilogram melalui skema pembelian langsung pada area perkebunan.
Di sisi lain, untuk nominal jual brondolan pada tingkat paling maksimal senilai Rp3.700 per kilogram dikontribusikan melalui rilis laporan PT DSL.
Sebaliknya, untuk koridor batas harga paling rendah dalam aktivitas transaksi pembelian TBS harian bertengger pada level Rp3.225 per kilogram yang dipublikasikan oleh PT Incasi Pangian.
Dari akumulasi total delapan entitas korporasi PKS yang terdaftar di wilayah Kabupaten Dharmasraya, keseluruhannya terpantau telah menyelesaikan penyetoran data dinamika harga harian menuju pihak instansi terkait, kendati terdata ada dua pabrik yang melayangkan konfirmasi bahwa pihaknya tengah tidak membuka layanan penerimaan distribusi buah dari kalangan masyarakat umum.
Pemaparan data terkait dinamika pada sektor hulu perkebunan ini ditujukan agar mampu menyokong para petani lokal dalam memformulasikan momentum paling tepat guna mengeksekusi panen sekaligus menyalurkan komoditas hasil bumi mereka menuju lantai pasar.
Otoritas Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mempertegas komitmennya guna terus mempublikasikan data harga komoditas secara kontinu dan berkala selaku bentuk andil pelayanan nyata dalam mendongkrak ketahanan ekonomi para pekebun di level akar rumput.