Harita Nickel (NCKL) Kebut Smelter RKEF Ke-3 dan Pabrik Quicklime di Obi

Tambang PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel(Dok. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 01 Juli 2026 | 12:34:30 WIB

JAKARTA – Emiten pertambangan serta hilirisasi nikel terpadu, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) atau Harita Nickel, sedang mengakselerasi penuntasan tiga proyek strategis di Kawasan Industri Pulau Obi, Maluku Utara.

Proyek-proyek tersebut meliputi fasilitas pengolahan nikel Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) ketiga, pabrik pengolahan batu kapur menjadi quicklime, beserta fasilitas daur ulang sisa hasil pengolahan (tailing recycling).

Direktur Utama NCKL, Roy Arman Arfandy, memaparkan bahwa smelter RKEF ketiga yang digarap lewat PT Karunia Permai Sentosa (KPS) mempunyai 12 jalur produksi dengan akumulasi kapasitas terpasang mencapai 185.000 ton nikel metal per tahun.

“KPS merupakan RKEF plan yang ketiga kami. Sedang dalam proses finalisasi,” ujarnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Perseroan telah membereskan konstruksi 10 jalur produksi sepanjang tahun 2025, sedangkan dua jalur pamungkas selesai pada kuartal I/2026.

Pihak manajemen saat ini mulai menjalankan eskalasi operasional secara bertahap pada beberapa jalur produksi menuju kapasitas maksimal.

Roy membidik seluruh 12 jalur produksi KPS tersebut bisa berjalan optimal pada pengujung tahun ini.

Tambahan suplai dari proyek KPS diprediksi bakal mengerek akumulasi kapasitas terpasang feronikel Harita Nickel di Pulau Obi menjadi 305.000 ton per tahun pada pengujung 2026.

Portofolio tersebut melengkapi fasilitas yang sudah ada, yakni PT Megah Surya Pertiwi (MSP) dengan kapasitas 25.000 ton per tahun serta PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF) berkapasitas 95.000 ton per tahun.

Harita Nickel pun memacu pembangunan pabrik quicklime lewat perusahaan patungan PT Cipta Kemakmuran Mitra (CKM) guna memangkas pengeluaran eksternal.

Komoditas dari CKM berperan selaku elemen kimia penopang dalam proses pemurnian bijih nikel kadar rendah pada fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL).

“CKM akan menghasilkan quicklime untuk digunakan dalam proses HPAL maupun di PT Halmahera Persada Legend maupun di Obi Nickel Cobalt, keduanya HPAL plant yang sudah beroperasi di Pulau Obi,” ucap Roy sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Output itu nantinya bakal langsung dipasok guna mencukupi kebutuhan operasional dua fasilitas HPAL yang dikelola oleh anak usaha, yakni PT Halmahera Persada Lygend (HPL) dan PT Obi Nickel Cobalt (ONC).

Reporter: Ibtihal