INET Gandeng FiberHome Bangun Infrastruktur Kabel Laut Regional

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) memperluas ekspansi bisnis regional melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT FiberHome Technologies Indonesia. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 26 Juni 2026 | 13:42:29 WIB

JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) melebarkan jangkauan ekspansi bisnis di kancah regional lewat penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama PT FiberHome Technologies Indonesia demi membangun infrastruktur kabel bawah laut serta jaringan konektivitas domestik. 

Kemitraan strategis ini meliputi keterlibatan dalam konstruksi ASEAN Fiber Connect System (AFC System), perluasan cabang kabel laut ke arah Pontianak, pembangunan interkoneksi antarpulau di Indonesia, hingga pemanfaatan armada kapal khusus FH-21 guna keperluan instalasi serta perawatan jaringan.

Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Muhammad Arif mengutarakan bahwa kolaborasi ini bertindak sebagai pijakan strategis perusahaan untuk mempertegas portofolio infrastruktur digital, baik di level nasional maupun regional.

"Pontianak memiliki posisi geopolitik dan geografis yang sangat strategis sebagai gerbang alternatif konektivitas global Indonesia. Melalui pembangunan cabang ini, INET tidak hanya melipatgandakan kapasitas jaringan internasionalnya, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk memangkas kesenjangan digital di dalam negeri," ujar Arif dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di dalam proyek berskala besar ini, INET bakal menempati peran selaku landing station partner di wilayah Indonesia sekaligus memperoleh hak pemanfaatan akses kapasitas (capacity rights) pada alur jaringan utama AFC System.

AFC System tersusun atas jaringan kabel serat optik bawah laut dengan daya tampung kapasitas tinggi yang diarsiteki untuk menautkan sejumlah poros ekonomi di kawasan Asia, membentang dari Hong Kong, Malaysia, Singapura, sampai ke Indonesia.

Berdasarkan kesepakatan pembagian tugas, pihak FiberHome bakal memegang kendali atas penyiapan aspek teknologi, rekayasa sistem, serta eksekusi pengerjaan di bawah laut. 

Sementara itu, INET mengemban tanggung jawab atas penyiapan fasilitas pendaratan kabel, pengerjaan jaringan di darat (terrestrial), hingga pengurusan dokumen perizinan serta pemenuhan aspek hukum regulasi di Indonesia.

Di samping mematangkan interkoneksi internasional, kedua belah korporasi juga bakal menjajaki opsi pembangunan jaringan transmisi berdaya tampung tinggi guna mempertebal konektivitas antarpulau di tanah air. 

Proyek ini mencakup totalitas siklus pembangunan jaringan telekomunikasi, dimulai dari rancangan sistem, pengadaan instrumen perangkat, eksekusi di lapangan, sampai ke tahap operasional.

Demi menyokong ketahanan operasional jaringan, kedua pihak juga bakal mendayagunakan armada kapal khusus FH-21 yang dirancang khusus untuk pemasangan kabel laut, pemeliharaan preventif, hingga langkah perbaikan andai kedapatan gangguan di wilayah laut dalam.

"Pada fase krusial ini, fokus kami adalah memastikan kesiapan teknis yang presisi, kepatuhan regulasi, tata kelola proyek yang akuntabel, serta mitigasi risiko yang terukur," kata Arif, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak perusahaan mengestimasi bahwa kerja sama ini bakal memperkokoh ekosistem aset digital yang dikelola oleh INET, mulai dari jaringan konektivitas dalam negeri, jalur backbone internasional, hingga instrumen pendukung aktivitas operasional kelautan. 

Ada pun nota kesepahaman ini berperan menjadi landasan utama bagi perumusan kesepakatan definitif yang ke depan bakal mengatur nominal investasi, skema struktur transaksi, pembagian porsi kapasitas jaringan, serta linimasa eksekusi proyek.

Arif mengimbuhkan bahwa detail komersial berikut efek finansial dari kemitraan ini terhadap performa keuangan perseroan bakal diekspos kepada publik sesudah kontrak definitif resmi disepakati, selaras dengan regulasi keterbukaan informasi yang berlaku di pasar modal.

Reporter: Ibtihal