IHSG Berpotensi Melemah, Intip Pilihan Saham dari MNC Sekuritas

Analis memperkirakan IHSG masih rawan melemah lagi pada perdagangan hari ini, meski peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka. (Foto: ANTARA)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 26 Juni 2026 | 09:50:23 WIB

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi untuk mengalami pelemahan pada sesi perdagangan saham Jumat, (26/6/2026). IHSG bakal menguji rentang area 5.723-5.847. Lantas bagaimana formulasi strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merangkak naik 1,96% menuju level 5.999 yang dibersamai dengan hadirnya volume pembelian, posisi penutupan IHSG pun sanggup bertengger di atas moving average (MA) 20 harian.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memaparkan, posisi IHSG diproyeksikan masih berada di bagian dari wave (b) dari wavee [iv].

“Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksi untuk menguji rentang area 5.723-5.847, adapun penguatan IHSG dalam jangka pendek. Kami perkirakan IHSG untuk menguji 6.060-6.120,” kata Herditya.

Ia mengutarakan, IHSG bakal berada pada level support 5.784,5.594 serta level resistance 6.286,6.459 pada hari Jumat pekan ini.

Di dalam hasil riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas dipaparkan, IHSG berpeluang mencatatkan penguatan terbatas dengan area level support dan level resistance di rentang 5.735-6.080.

Rekomendasi Saham Guna rekomendasi saham untuk hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas menjatuhkan pilihan pada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Sementara itu, Herditya menjatuhkan pilihan pada saham PT MAP Aktifadiperkasa Tbk (MAPA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Indikatorbisnis.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi Teknikal Berikut merupakan rekomendasi teknikal dari pihak MNC Sekuritas:

PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) - Buy on Weakness 

Saham MAPA melaju 5,83% menuju level 635 dengan dibersamai oleh munculnya volume pembelian, tren penguatannya pun sanggup bertengger di atas MA60. 

“Kami memperkirakan, posisi MAPA saat ini berada pada bagian dari wave (E) dari wave [B],” ujar Herditya. 

  • Buy on Weakness: 595-615 
  • Target Price: 670, 750 
  • Stoploss: below 570

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Buy on Weakness Saham MEDC menguat 0,47% menuju level 1.065 dengan dibersamai oleh munculnya volume pembelian. 

“Saat ini, posisi MEDC diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C,” kata dia. 

  • Buy on Weakness: 980-1.030 
  • Target Price: 1.220, 1.370 
  • Stoploss: below 955

Rekomendasi Teknikal Lainnya 

3. PT United Tractors Tbk (UNTR) - Buy on Weakness 

Saham UNTR melesat 2,27% menuju level 22.500 dengan dibersamai oleh munculnya volume pembelian, namun langkah penguatannya masih tertahan oleh garis MA20. Herditya memaparkan, posisi UNTR pada saat ini tengah berada pada bagian dari wave B dari wave (4). 

  • Buy on Weakness: 21.350-22.075 
  • Target Price: 23.850, 24.850 
  • Stoploss: below 20.875

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness Saham UNVR menguat 2,97% menuju level 1.735 dengan dibersamai oleh meningkatnya volume pembelian, tren penguatannya pun sanggup bertengger di atas MA60. 

“Kami memperkirakan, posisi UNVR sedang berada pada bagian awal dari wave [c] dari wave B,” ujar Herditya. Buy on Weakness: 1.685-1.730 Target Price: 1.875, 2.000 Stoploss: below 1.680

Penutupan IHSG pada 25 Juni 2026 Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyudahi sesi perdagangan hari ini Kamis (25/6/2026) di area zona hijau. 

Pergerakan naik indeks selaras dengan laju mayoritas bursa saham di Asia yang memperoleh suntikan tenaga dari meredanya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta adanya koreksi pada harga minyak mentah dunia.

IHSG ditutup melonjak sebanyak 115,16 poin atau sebesar 1,96 persen menuju level 5.999,04. Pada waktu yang sama, indeks saham unggulan LQ45 ikut merangkak naik 9,58 poin atau sebesar 1,66 persen ke posisi 587,75.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus atau Nico, menyampaikan rasa optimisme dari para pemodal merangkak naik pasca hadirnya progres positif dalam langkah perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Situasi tersebut menarik harga minyak mentah melorot kembali ke level sebelum konflik memanas.

"Bursa Asia didominasi penguatan karena sentimen investor didukung oleh kemajuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang membantu mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik," ujar Nico dikutip dari Antara.

Menurut pandangan dia, melorotnya harga komoditas minyak turut membantu meredakan kecemasan atas inflasi global sehingga mereduksi tekanan bagi jajaran bank sentral untuk kembali mendongkrak suku bunga acuan mereka.

Reporter: Ibtihal