Mitra Adiperkasa Bidik Pertumbuhan Pendapatan High Single Digit di 2026

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada kisaran high single digit hingga akhir tahun 2026. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 25 Juni 2026 | 13:42:45 WIB

JAKARTA – PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menetapkan target pertumbuhan omzet sekaligus laba bersihnya pada level high single digit sepanjang tahun ini.

Wakil Presiden Direktur Mitra Asiperkasa, Virendra Prakash Sharma, menerangkan bahwa setidaknya terdapat 5 program strategis yang bakal diterapkan oleh MAPI untuk periode tahun ini serta masa mendatang.

Kelima fokus tersebut mencakup peningkatan keunggulan operasional beserta efisiensi biaya, akselerasi digitalisasi, konsentrasi terhadap kepuasan pelanggan, peningkatan mutu SDM, hingga program perluasan jaringan bisnis yang terencana.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Kami masih menargetkan pertumbuhan pendapatan pada kisaran high single digit, begitu pula untuk laba bersih, baik MAPI maupun MAPA. Meskipun kinerja kuartal pertama sangat kuat, kami ingin tetap berhati-hati. Oleh karena itu kami untuk tahun ini masih berada pada kisaran pertumbuhan high single digit,” ujarnya saat diwawancarai dalam acara paparan publik MAPI pada Rabu (24/6/2026).

Sharma tidak memungkiri jika hambatan makroekonomi yang bergulir di ranah domestik maupun internasional ikut memberikan pengaruh terhadap performa finansial perseroan pada tahun ini.

Salah satunya bersumber dari fluktuasi nilai tukar rupiah yang dipandang memicu kenaikan ongkos impor perseroan. Situasi ini bahkan membuka opsi bagi manajemen perseroan guna mengalihkan beban kenaikan ongkos tersebut kepada konsumen lewat penyesuaian harga jual produk.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Tenu saja kondisi ini meningkatkan harga jual ritel, tetapi kami tidak memiliki banyak pilihan selain meneruskan dampak perubahan nilai tukar tersebut kepada pelanggan, khususnya yang berkaitan dengan risiko kurs,” tuturnya.

Meski begitu, pagu anggaran belanja modal atau capex yang dialokasikan oleh perusahaan untuk tahun ini menyentuh nominal Rp2 triliun.

Walau perincian pembagian pemanfaatan capex tersebut tidak dipaparkan secara gamblang, perseroan memiliki program ekspansi untuk membangun berkisar 550—600 outlet baru di sepanjang tahun ini.

VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, Ratih D. Gianda, memaparkan bahwa walaupun target pendirian outlet baru tersebut levelnya berada di bawah realisasi tahun sebelumnya yang menyentuh 616 toko, hal itu bukan mengindikasikan bahwa MAPI tengah mengerem laju ekspansinya.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Jadi kami setiap tahun melihat ekspansi dengan cara melihat opportunity. Dalam keadaan ekonomi sekarang, kami masih berencana membuka 560 gerai karena kami bukan berada di Indonesia saja kan. Kami ada di tujuh negara, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Kamboja. [Target pembukaan toko] overall, bukan di Indonesia saja,” jelasnya pada momentum yang sama.

Ratih menjelaskan, perusahaannya juga membuka celah untuk mendirikan gerai-gerai baru di wilayah perkotaan tier 2 dan tier 3. Rencana tersebut ke depan akan diselaraskan dengan target pasar dari masing-masing gerai.

Pada periode sebelumnya, MAPI berhasil membukukan lonjakan pendapatan hingga mencapai Rp43,08 triliun sepanjang 2025, mencatatkan kenaikan dari perolehan tahun 2024 yang tertahan di level Rp37,83 triliun.

Raihan pendapatan tersebut bersumber dari lini dagang eceran dan grosir senilai Rp41,39 triliun, komisi atas penjualan konsinyasi sebesar Rp2,34 triliun, pemasukan dari sektor sewa dan jasa pemeliharaan senilai Rp137,6 miliar, serta pos pendapatan lain-lain sebesar Rp205,18 miiliar.

Di sisi lain, MAPI mencatatkan adanya kenaikan pada beban pokok penjualan menjadi Rp25,12 triliun. Nilai beban pokok pendapatan ini membengkak sebesar 15,83% secara tahunan (year-on-year) dari posisi sebelumnya yang bernilai Rp21,6 triliun.

Kendati begitu, laba kotor MAPI terpantau mengalami pertumbuhan sebesar 11,24% pada tahun 2025 menjadi sebesar Rp17,95 triliun, naik dari pencapaian tahun 2024 yang sebesar Rp16,14 triliun.

Kondisi tersebut pada akhirnya membawa laba bersih MAPI ikut terkerek naik menjadi Rp2,23 triliun selama tahun 2025. Perolehan laba bersih ini mengalami pertumbuhan sebesar 26,22% secara tahunan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar Rp1,76 triliun.

Reporter: Ibtihal