IHSG Melemah ke 6.172, Cek Proyeksi dan Sentimen Pasar Terbaru

Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 19 Juni 2026 | 10:45:17 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) konsisten meneruskan tren penurunan pada sesi perdagangan Kamis (18/6/2026), akibat imbas himpitan yang bersumber dari perpaduan sentimen internasional serta domestik. Pada bel penutupan perdagangan kemarin, IHSG terpangkas 0,78% menuju posisi 6.172,34.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, memaparkan bahwa melandainya IHSG didorong oleh sejumlah stimulan sekaligus. 

Dirinya memberikan sorotan pada kebijakan ketat (hawkish) bank sentral Amerika Serikat The Fed, fase penantian keputusan peninjauan ulang (review) indeks MSCI, hingga fluktuasi negatif pada mata uang rupiah yang sempat menyentuh rentang Rp 17.800 per dolar AS.

"IHSG sempat turun cukup dalam seiring sikap hawkish The Fed, antisipasi MSCI review dan tekanan pada rupiah yang sempat berada di kisaran Rp 17.800 per dolar AS," ujarnya kepada Kontan, Kamis (18/6/2026).

Dari aspek dalam negeri, Bank Indonesia turut menjadi salah satu pemicu kontraksi pasar usai kembali mengerek tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin hingga menyentuh level 5,75% pada agenda Rapat Dewan Gubernur paling gres. Langkah moneter ini diperkirakan dapat memperlebar ruang tekanan bagi lantai bursa saham dalam kurun waktu pendek.

Secara analisis teknikal, Wafi memberikan penegasan bahwa IHSG terpantau masih terjebak dalam jalur penurunan tanpa adanya indikasi pembalikan arah.

“Secara teknikal masih downtrend, dengan support di 6.170 dan resistance di 6.400. Belum ada sinyal reversal, sehingga breakout ke atas masih membutuhkan katalis yang kuat,” jelasnya.

Menghadapi sesi perdagangan Jumat (19/6/2026), dirinya mengestimasi pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada rilis evaluasi MSCI serta imbas berantai dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia. 

Apabila keputusan MSCI memberikan hasil yang lebih positif dari kecemasan pelaku pasar, peluang untuk rebound masih tersedia. Sebaliknya, jika hasil yang keluar kurang memuaskan, IHSG berisiko meneruskan pelemahan menuju rentang 6.000–6.100.

Di sisi lain, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, berpandangan bahwa peluang bagi IHSG untuk menguat dalam waktu dekat ini terbilang masih sempit. 

Dirinya memproyeksikan laju indeks akan bergerak pada area support di angka 6.058 dan 5.917, beserta area resistance di level 6.287 dan 6.516 pada perdagangan Jumat (19/6).

Menghadapi situasi pasar yang dinamis ini, para pelaku investasi diimbau untuk terus waspada dan mengamati aneka macam sentimen luar negeri maupun domestik yang berpeluang menyetir arah pergerakan bursa saham.

Reporter: Ibtihal