Eagle High Jual Seluruh Saham Anak Usaha SMS Senilai Rp296,8 Miliar

Ilustrasi Eagle High. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:58:51 WIB

JAKARTA – Emiten perkebunan dan pengolahan sawit, PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) melepas seluruh kepemilikan sahamnya di anak perusahaan PT Satria Manunggal Sejahtera (SMS) dengan nominal transaksi Rp296,8 miliar. 

Langkah ini ditempuh sebagai bentuk dari program perseroan dalam mengoptimalkan portofolio aset serta meningkatkan efisiensi alokasi modal.

Corporate Secretary Eagle High Plantations Rizka Dewi Sulistyorini menjelaskan bahwa perseroan telah menandatangani kesepakatan jual beli saham pada 8 Juni 2026 bersama PT Andalan Energi Jaya dan PT Nusa Citra Palma yang bertindak selaku pembeli.

"Perseroan telah melakukan divestasi atas aset perkebunan PT SMS sebagai bagian dari strategi perseroan dalam melakukan optimalisasi portofolio aset dan alokasi modal secara lebih efisien," ujar Rizka dalam keterbukaan informasi, Senin (8/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui kesepakatan tersebut, BWPT melepas total kepemilikan saham mereka, baik melalui skema langsung maupun tidak langsung, di PT SMS. Perusahaan ini pada awalnya ialah pemilik 99,99% saham di entitas terkait.

Nilai penjualan yang telah disetujui mencapai Rp296,8 miliar. BWPT juga menjamin bahwa perseroan maupun PT SMS tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pihak pembeli.

Pihak manajemen menerangkan, hasil dari divestasi ini diperkirakan dapat membuat perusahaan lebih fokus dalam mengelola aset perkebunan yang memiliki tingkat produktivitas lebih unggul serta terintegrasi secara operasional.

Melalui taktik itu, perseroan dapat mendongkrak efektivitas manajemen bisnis sekaligus mendorong pemulihan kinerja usaha dan pembentukan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

"Melalui transaksi ini, perseroan diharapkan dapat memfokuskan pengelolaan pada aset perkebunan yang memiliki produktivitas dan integrasi operasional yang lebih tinggi sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja usaha serta penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham," tulis manajemen, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

BWPT pun memastikan bahwa pelepasan PT SMS tidak akan membawa dampak buruk bagi kegiatan operasional, kondisi finansial, hingga kelangsungan bisnis perusahaan.

Di samping itu, perseroan menegaskan transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi ataupun benturan kepentingan seperti yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42/POJK.04/2020.

Menilik pada laporan tahunan milik BWPT, SMS merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah beroperasi dari tahun 2010 di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Total asetnya terekam berada di level Rp379,28 miliar pada 2025, angka ini menyusut dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp444,96 miliar.

Reporter: Ibtihal