Siapkan Dana Rp4 Triliun, Telkom Indonesia Resmi Buyback Saham

Gedung PT Telkom Indonesia. (DOK. Telkom.)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:58:51 WIB

JAKARTA – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) secara resmi melaksanakan aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham dengan menaruh alokasi dana paling banyak Rp4 triliun yang dimulai sejak Selasa (9/6/2026). 

Langkah taktis ini dieksekusi usai perseroan memperoleh lampu hijau dari para pemilik saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Langkah korporasi ini seketika memantik sentimen positif di lantai bursa. Dilansir dari Bloombergtechnoz, deretan analis dari bermacam sekuritas papan atas langsung menyambut kebijakan itu dengan menaikkan target harga dan menyematkan rekomendasi beli untuk saham TLKM.

Analis Macquairie Indra Cahya menyarankan beli dengan target harga Rp3.200 per saham pada Selasa (9/6/2026). Sementara itu, Analis Trimegah Sekuritas Sabrina juga menyodorkan rekomendasi serupa dengan target Rp3.280 per saham.

Rekomendasi positif ini mempertegas penilaian para analis lain yang telah dipublikasikan sebelumnya. Arthur Pineda dari Citi menaruh target Rp3.575 per saham, sedangkan Piyush Choodhary memasang target harga hingga Rp4.150 per saham.

Secara makro, konsensus merangkum 33 dari 42 analis atau sebesar 78,6 persen menyodorkan rekomendasi beli untuk emiten telekomunikasi tersebut. Di sisi lain, sembilan analis sisanya atau berkisar 21,4 persen memilih rekomendasi tahan.

Rerata target harga 12 bulan untuk saham TLKM saat ini bertengger di level Rp3.560,54 per saham. Beberapa sekuritas bahkan mematok target lebih tinggi, seperti HSBC di level Rp4.150, BNI Sekuritas dan CGS International di Rp3.900, serta JP Morgan di angka Rp3.600 per saham.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham TLKM terpantau menanjak 7,66 persen ke level Rp2.530 per saham. Dinamika ini melanjutkan tren positif sesudah pada hari sebelumnya bertengger pada level Rp2.560 per saham.

Di luar program buyback, RUPST juga memutuskan pendistribusian dividen total Rp22 triliun. Alokasi tersebut bersumber dari Rp17,8 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 dan Rp4,2 triliun dari laba ditahan, yang diatur akan cair paling lambat 10 Juli 2026.

Perpaduan pembagian dividen dan program buyback ini dipandang menjadi penggerak utama yang melejitkan prospek saham perusahaan semakin bullish. Taktik ini juga menjadi indikator kuat dari manajemen mengenai komitmen penguatan nilai bagi para pemegang saham.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," kata Dian dalam siaran pers.

Pihak manajemen Telkom juga menggarisbawahi bahwa ketetapan tersebut sudah menimbang keseimbangan pengembalian modal. Sepanjang tahun 2025, emiten BUMN ini meraup pendapatan senilai Rp146,74 triliun dengan EBITDA Rp72,24 triliun dan laba bersih Rp17,81 triliun.

Penyelenggaraan agenda pengadaan kembali saham ini diproyeksikan bergulir selama satu tahun penuh. Jangka waktu buyback tersebut bakal dirampungkan paling lambat hingga 8 Juni 2027 mendatang.

Reporter: Ibtihal