BNI Sekuritas: IHSG Berpotensi Tes Level 5800-6000, Cek Sahamnya

IHSG Berpeluang Lanjut Menghijau, Cek Saham Jagoan BNI Sekuritas. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:11:48 WIB

JAKARTA – Laporan riset harian keluaran BNI Sekuritas memaparkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan kemarin (09/6) berakhir di zona hijau dengan kenaikan 7,57%, kendati diiringi dengan aksi lepas saham bersih (net sell) oleh pemodal asing senilai Rp 2,59 triliun.

Sejumlah saham yang membukukan volume penjualan asing paling tinggi di antaranya BBRI, BBCA, BMRI, TPIA, dan AMMN. 

Di sisi lain, sebagian besar indeks saham di bursa Wall Street berakhir melemah pada sesi perdagangan Selasa (9/6). Indeks S&P 500 tertekan 0,26% dan Nasdaq Composite merosot 0,97%, sedangkan Dow Jones sanggup melaju positif 0,17%.

Beban pasar utamanya didorong oleh sektor teknologi, khususnya saham emiten pembuat chip yang kembali dilanda aksi lepas saham pasca-rebound pada hari sebelumnya. 

Saham Micron Technology melemah 1% dan Broadcom menyusut 1%. Di sudut lain, harga minyak mentah jenis WTI tergerus 3,4% (US$ 88,20/bbl). 

Kemerosotan ini berlangsung seusai Menteri Energi AS, Chris Wright, mengabarkan bahwa arus pelayaran kapal di Selat Hormuz menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. 

Di samping itu, dinamika pasar turut dipengaruhi oleh statmen Presiden AS Donald Trump terkait peluang tercapainya mufakat antara AS dan Iran dalam waktu dua hingga tiga hari mendatang, yang diharapkan dapat memulihkan jalur pelayaran strategis tersebut. 

Selain itu, OpenAI dirumorkan telah mendaftarkan berkas IPO secara tertutup pada Senin (8/6), sementara rencana IPO SpaceX diestimasi bakal menjadi penawaran saham perdana dengan nilai valuasi menyentuh kisaran US$ 1,75 triliun.

Pada bagian lain, bursa saham di kawasan Asia membukukan rebound pada perdagangan Selasa (9/6), disokong oleh penguatan saham sektor teknologi serta semikonduktor pasca tertekan sebelumnya. 

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menanjak 2,2% dan Topix menguat 1,1%. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan berada di posisi terdepan dalam kenaikan dengan lonjakan 8,2% dan Kosdaq menguat 6,2%. Adapun S&P/ASX 200 Australia melemah 0,2% serta Hang Seng Hong Kong turun 0,4%. 

Dari lini korporasi, saham SK Hynix melesat 15,9%, Samsung Electronics naik 9%, dan Seoul Semiconductor melonjak 16,3%. Di Jepang, saham Tokyo Electron menguat 8,9%, diikuti oleh Advantest yang naik 4,3% dan Renesas Electronics bertambah 6,2%.

Mencermati beraneka ragam situasi tersebut, dalam riset Rabu (10/6), Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP, menyatakan, “IHSG berpotensi tes support di 5600, tapi jika kuat bertahan di sana, dapat melanjutkan kenaikan dengan target di 5800-6000. Diperkirakan Support IHSG: 5450-5600 dan Resist IHSG: 5800-5950.” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lebih lanjut, dipaparkan beberapa emiten yang dapat dijadikan alternatif bagi para pelaku pasar dalam aktivitas perdagangan hari ini, yaitu: ANTM, BBNI, BUVA, RATU, ISAT, dan MEDC. 

Di bawah ini adalah panduan trading untuk jajaran saham tersebut: 

  • ANTM: Buy if Break 2880, dengan target dekat di 2950-3050. Cutloss di bawah 2800.
  • BBNI: Buy if Break 3270, dengan target dekat di 3340-3400. Cutloss di bawah 3200.
  • BUVA: Buy if Break 685, dengan target dekat di 730-765. Cutloss di bawah 660.
  • RATU: Spec Buy dengan area beli di 4600-4660, cutloss di bawah 4500. Target dekat di 4820-4900.
  • ISAT: Spec Buy dengan area beli di 1720-1745, cutloss di bawah 1700. Target dekat di 1760-1850.
  • MEDC: Spec Buy dengan area beli di 1190-1220, cutloss di bawah 1160. Target dekat di 1245-1300.

Reporter: Ibtihal