PASAMAN BARAT— Nilai jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kabupaten Pasaman Barat pada Selasa (9/6/2026) menyentuh angka Rp3.855 per kilogram untuk level tertinggi.
Meski demikian, kesenjangan nominal antarpabrik dinilai masih lumayan lebar dengan jarak nominal menyentuh Rp695 per kilogram.
Merujuk pada laporan yang dikumpulkan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dari sejumlah pabrik kelapa sawit di area lokal, nominal tertinggi TBS dijumpai pada PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM), PT Bina Tani Nusantara (BTN), PT Agrowiratama, PT Andalas Agro Bindusri (AAI), serta PT Laras Internusab (LIN), yaitu Rp3.855 per kilogram.
Di pihak lain, nilai paling rendah didapati pada PT Agro Wira Ligatsa dengan nominal Rp3.160 per kilogram. Secara umum, nominal rata-rata TBS sawit di daerah Pasaman Barat bertengger pada angka Rp3.480 per kilogram.
Sementara itu, untuk harga brondolan berada di angka Rp3.500 per kilogram yang ditampung oleh PT Rimbo Panjang Sumber Makmur.
Laporan itu memperlihatkan fluktuasi nilai yang lumayan mencolok di lini pabrik, baik pada korporasi mitra ataupun nonmitra. Ketimpangan nominal ini pada umumnya ditentukan oleh mutu buah, pola jalinan kemitraan, volume pemrosesan, hingga aturan internal tiap-tiap korporasi.
Bagi korporasi mitra, beberapa pabrik menampung TBS milik pekebun dengan nilai di atas Rp3.800 per kilogram.
Selain PT RPSM dan PT BTN, nominal yang tinggi turut ditawarkan oleh PT Gunung Sawit Abadi senilai Rp3.840 per kilogram.
Di sudut lain, terdapat korporasi yang masih menampung TBS pada rentang Rp3.200 sampai Rp3.300 per kilogram.
Keadaan ini menuntut para pekebun untuk lebih jeli memilah tempat pemasaran yang menyajikan nilai lebih menguntungkan demi meraup profit yang maksimal.
Sedangkan bagi kategori korporasi nonmitra, nominal tertinggi diperoleh PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV senilai Rp3.400 per kilogram.
Sementara untuk nominal paling rendah berkisar di antara Rp3.115 sampai Rp3.120 per kilogram.
Pihak Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat secara berkala menyajikan data terkini mengenai nilai TBS ini sebagai langkah keterbukaan pasar sekaligus instrumen rujukan bagi para pekebun sawit dalam menetapkan tempat pelepasan hasil panen mereka.
Melalui perolehan nilai rata-rata yang konsisten berada di atas Rp3.400 per kilogram, bidang budidaya kelapa sawit tetap memegang peran sebagai pilar utama roda ekonomi warga Pasaman Barat yang populer sebagai wilayah penghasil sawit paling besar di Sumatera Barat.
Pada masa sebelumnya, nilai jual TBS di Pasaman Barat pernah merosot hingga Rp1.200 per kilogram pada lini pekebun, sehingga sempat memicu keresahan di tengah warga.