Sentimen Kenaikan BI Rate Dongkrak IHSG Melonjak ke Level 5.746

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Bloomberg Technoz)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 10 Juni 2026 | 09:27:36 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (9/6/2026) dengan lonjakan tajam sebesar 7,57% menuju level 5.746. 

Laju penguatan yang masif ini tetap terjadi sekalipun penanam modal asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 2,5 triliun di pasar reguler. 

Sektor pendorong utama kenaikan IHSG berasal dari ketetapan Bank Indonesia (BI) yang di luar dugaan mengerek suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin hingga menyentuh angka 5,50%.

Kebijakan tersebut sukses memicu penguatan nilai tukar mata uang rupiah sekaligus mendongkrak optimisme para pelaku pasar. 

Di samping itu, bergulirnya wacana suntikan likuiditas lewat aksi pembelian kembali (buyback) saham emiten badan usaha milik negara (BUMN) ikut mengatrol gairah beli para investor di lantai bursa.

Merujuk pada laporan riset harian SAPA MENTARI BRI Danareksa Sekuritas edisi Rabu (10/6/2026), secara analisis teknikal IHSG memiliki prospek untuk meneruskan tren pemulihan (rebound) dalam kurun pendek dengan batas support pada posisi 5.630 dan target resistance di angka 5.850. 

Pihak analis memproyeksikan letak IHSG yang sebelumnya sudah menyentuh area jenuh jual (oversold) akibat hantaman koreksi mendalam masih menyisakan ruang bagi penguatan lanjutan. Peluang tersebut dinilai kian terbuka lebar jika stabilitas rupiah dan tren perbaikan sentimen di dalam negeri terus terjaga.

Sementara itu, bursa saham di Amerika Serikat mencatatkan hasil penutupan yang bervariasi pada sesi perdagangan terdahulu. 

Indeks Dow Jones Industrial Average bergerak menguat 0,17% ke posisi 50.872,11. Berseberangan dengan hal itu, indeks S&P 500 justru merosot sebesar 0,26% ke level 7.386,65, diikuti oleh pelemahan indeks Nasdaq Composite senilai 0,97% menuju angka 25.678,82.

Rekomendasi Saham

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

Analisis: Melalui kacamata teknikal, saham RATU sanggup bertahan serta memantul dari zona support 3.610–4.070. 

Peluang kenaikan berpotensi berlanjut menuju target resistance selanjutnya pada kisaran 4.810 sampai 5.500.

  • Buy: 4.500–4.600
  • Target 1: 4.810
  • Target 2: 5.500
  • Stop loss: di bawah 4.000

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Analisis: Dalam rentang grafik satu jam, saham BMRI sukses melewati batas resistance psikologis pada level 4.000. 

Sepanjang mampu mempertahankan posisinya di atas batas tersebut, saham ini berpeluang meneruskan reli ke area resistance selanjutnya.

  • Buy: 4.040–4.090
  • Target 1: 4.150
  • Target 2: 4.220
  • Stop loss: di bawah 4.000

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)

Analisis: Saham HRTA berhasil menjebol garis resistance minor di posisi 2.080 pada visualisasi grafik satu jam. 

Selama pergerakannya konsisten di atas batas tersebut, kans untuk melanjutkan penguatan masih terbuka menuju area resistance berikutnya.

  • Buy: 2.100–2.130
  • Target 1: 2.170
  • Target 2: 2.230
  • Stop loss: di bawah 2.050

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM)

Analisis: Secara indikator teknikal, pergerakan saham DPUM baru saja memperoleh penolakan (rejection) pada zona resistance 206–222 yang dibarengi dengan tren pelemahan indikator MACD. 

Para pemodal disarankan mengantisipasi potensi kejatuhan menuju batas support terdekat.

  • Trading plan: Sell
  • Harga terakhir: 128
  • Support berikutnya: 119
  • Support lanjutan: 99

Reporter: Ibtihal