Merdeka Gold Percepat Proyek Tambang Pani demi Dongkrak Produksi Emas 2026

Proses penambangan pertama Proyek Emas Pani oleh Merdeka Gold Resources. Foto: (Dok: EMAS).
Penulis: Ibtihal
Kamis, 04 Juni 2026 | 12:58:33 WIB

JAKARTA – PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) sedang mengakselerasi pengembangan megaproyek Tambang Emas Pani yang terletak di wilayah Gorontalo.

Kebijakan ini diterapkan demi mendongkrak volume produksi logam mulia pada tahun 2026 agar dapat menyentuh kisaran 100.000 sampai 115.000 ounce

Sebagian besar dari target volume tersebut diestimasikan bakal mulai membanjiri pasar pada paruh kedua tahun ini atau semester II.

Langkah penaikan target tersebut sejalan dengan strategi korporasi dalam mempercepat realisasi penyerapan dana segar hasil penawaran umum perdana saham (IPO), yang hingga saat ini berjalan mulus sesuai rancangan awal.

Seluruh dana segar tersebut dialokasikan secara spesifik demi menyokong pengerjaan Tambang Emas Pani yang kini telah memasuki tahap produksi mula-mula serta fase eskalasi operasional (ramp-up).

Presiden Direktur Boyke P. Abidin memaparkan bahwa pemanfaatan dana hasil IPO ini memegang peran yang amat vital dalam mempercepat kesiapan operasional di lapangan, mengingat area tambang tersebut merupakan aset andalan utama bagi perusahaan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Realisasi dana IPO berjalan sesuai rencana untuk mendukung pengembangan Tambang Emas Pani sebagai aset utama perseroan. Fokus kami adalah memastikan setiap tahapan pengembangan berjalan secara disiplin dan terukur guna mendukung peningkatan produksi secara berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (3/6/2026).

Memasuki periode kuartal I/2026, EMAS mengumumkan telah mengantongi hasil produksi emas perdana sebanyak 1.818 ounce, di mana angka penjualan pertamanya telah menyentuh 516 ounce.

Raihan positif ini menjadi indikator kuat bahwa Tambang Emas Pani telah berhasil melewati fase transisi dari yang sebelumnya berupa tahap konstruksi kini resmi bergulir ke tahap operasional komersial.

Guna menjaga konsistensi kenaikan hasil produksi, manajemen secara berkala terus memperlebar area heap leach pad di sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Langkah perluasan kapasitas ini sengaja ditempuh dengan sasaran memperbesar daya tampung penumpukan bijih sekaligus menstimulasi laju pertumbuhan produksi emas.

Di luar strategi tersebut, EMAS juga sedang menggarap konstruksi fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) yang kelak diposisikan sebagai pilar utama dalam mendongkrak kemampuan pengolahan jangka panjang di Tambang Emas Pani.

Pekerjaan awal untuk infrastruktur pengolahan ini sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun 2025 yang lalu, meliputi pengerjaan konstruksi tatakan CIL (CIL pad), penyediaan sarana penunjang bagi para kontraktor, hingga pengerjaan awal untuk wadah pembuangan sisa tambang (tailing storage facility).

Saat ini, pihak perseroan juga tengah berada dalam proses finalisasi untuk penyusunan pembaruan Definitive Feasibility Study (DFS) dengan target menetapkan keputusan investasi final atau Final Investment Decision (FID) pada penghujung kuartal II/2026.

Boyke P. Abidin memberikan penilaian bahwa penyatuan antara fasilitas heap leach serta CIL akan memperkuat fondasi operasional di Tambang Emas Pani, sekaligus membuka peluang bagi perluasan kapasitas produksi yang jauh lebih masif.

Pelebaran area pada fasilitas heap leach tersebut diestimasikan menjadi pendorong utama yang menstimulasi kenaikan produksi emas pada paruh kedua tahun ini. Berdasarkan data operasional, volume produksi bijih tambang tercatat sudah menyentuh 2,5 juta ton.

Capaian performa ini sukses diperoleh berkat adanya program perluasan jalur angkut serta optimalisasi utilitas armada terintegrasi berkapasitas besar demi memangkas biaya per unit agar semakin efisien.

Bukan hanya berfokus pada urusan pemrosesan semata, EMAS terpantau terus menggulirkan program eksplorasi mereka. 

Manajemen mengonfirmasi telah menyelesaikan program pengeboran fase awal di wilayah prospek Kolokoa sebanyak 54 lubang, dengan total kedalaman pengeboran mencapai 11.701,6 meter.

Berdasarkan hasil kerja lapangan tersebut, EMAS mengalkulasi dan mematok target eksplorasi (Exploration Target) berkisar 20 juta hingga 40 juta ton bijih dengan kadar emas berada di rentang 0,3 gram per ton sampai 0,5 gram per ton.

Kalkulasi awal terkait potensi sumber daya mineral yang tersimpan di wilayah prospek Kolokoa ini direncanakan bakal diumumkan kepada publik pada kuartal II/2026, sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Dengan proyek pengembangan yang terus berjalan dan target produksi yang meningkat signifikan, Tambang Emas Pani diharapkan menjadi motor pertumbuhan utama EMAS dalam jangka panjang," tuturnya.

Reporter: Ibtihal