Kenaikan BI Rate, Danamart Perketat Kurasi Proyek Urun Dana

Ilustrasi logo Danamart (Gambar: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:01:06 WIB

JAKARTA – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate ke level 5,25% berpeluang mengubah preferensi sebagian investor urun dana untuk beralih ke produk perbankan yang menawarkan risiko lebih rendah.

Merespons lonjakan BI Rate itu, korporasi securities crowdfunding atau urun dana PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) menerapkan bermacam strategi penting demi menjaga loyalitas pemodal supaya tetap mengalokasikan dananya lewat platform tersebut.

Head of Marketing Communication Cindera Hegawan memaparkan bahwa pihaknya memfokuskan perhatian pada pemeliharaan mutu proyek serta peningkatan mekanisme pencegahan risiko pada setiap pendanaan yang disalurkan.

"Selain itu, akan terus melakukan kurasi proyek secara selektif, monitoring berkala, serta mendorong transparansi laporan kepada investor," katanya kepada Kontan, Senin (1/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Cindera menguraikan bahwa Danamart juga berusaha menawarkan proyek-proyek yang ditopang oleh underlying bisnis secara jelas, perputaran kas (cash flow) yang terprediksi, beserta sistem pembayaran yang lebih disiplin.

Melalui pendekatan tersebut, dia berharap para investor tetap menilai securities crowdfunding sebagai pilihan investasi alternatif yang berkualitas, khususnya dalam memperoleh eksposur pada sektor riil produktif.

Terkait keuntungan, Cindera menerangkan bahwa penentuan tingkat imbal hasil pada tiap proyek dikalkulasikan mengacu pada profil risiko, tenor, bidang usaha, hingga kapasitas arus kas masing-masing emiten. 

Oleh sebab itu, dia menyampaikan besaran imbal hasil dapat berbeda-beda pada setiap proyek.

Untuk kondisi sekarang, Cindera menyebutkan bahwa proyek-proyek yang mendulang pembiayaan melalui Danamart pada umumnya menawarkan peluang imbal hasil yang relatif kompetitif.

"Kisaran sekitar 16% hingga 20% per tahun (gross), tergantung karakteristik dan risiko proyek masing-masing," ucapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hingga penghujung Mei 2026, Cindera merinci total dana yang telah disalurkan melalui platform Danamart mencapai lebih dari Rp 158 miliar, dengan jumlah investor terdaftar menembus 11.305 investor serta lebih dari 50 penerbit yang telah menjalin kemitraan di platform Danamart. 

Dilihat dari nilai pembiayaan paling besar kepada penerbit, sektor green economy tercatat menjadi kontributor utama dalam beberapa bulan terakhir.

Reporter: Ibtihal