Intra GolfLink (GOLF) Anggarkan Capex Rp300 Miliar untuk Properti dan Wisata
JAKARTA – Emiten yang terafiliasi dengan Tommy Soeharto, PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp300 miliar pada tahun 2026.
Kucuran dana ini akan digunakan untuk mendukung ekspansi area golf, proyek properti, serta infrastruktur penunjang guna memperkokoh bisnis pariwisata golf terintegrasi.
Investor Relations PT Intra GolfLink Resorts Tbk Ravenal Arvense menjelaskan, target capex pada tahun ini mencatatkan kenaikan jika dibandingkan dengan realisasi belanja modal di sepanjang 2025 yang mencapai angka Rp202,5 miliar.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Di tahun 2026 kami menargetkan capex sekitar Rp 300 miliar," ujar Ravenal dalam Public Expose GOLF di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Pada tahun lalu, porsi terbesar dari anggaran belanja modal dialokasikan untuk membiayai pembangunan kawasan yang berkaitan dengan lapangan golf dan beberapa proyek krusial lainnya.
Sejalan dengan peningkatan investasi ini, GOLF menetapkan sejumlah agenda strategis di tahun ini. Perseroan akan terus memacu pertumbuhan golf profesional yang dinilai sebagai komponen penting dalam memajukan industri golf di tanah air.
Di samping itu, perusahaan juga melanjutkan proses serah terima (handover) proyek residensial di Bali serta Sentul.
Langkah ini diproyeksikan dapat menyokong pengakuan pendapatan sekaligus menegaskan kontribusi sektor properti pada kinerja keuangan perusahaan. GOLF juga membidik penyelesaian berbagai fasilitas akomodasi pendukung yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "With strategi tersebut, kami optimistis dapat terus memperkuat posisi GOLF sebagai salah satu pelopor destinasi golf tourism terintegrasi di Indonesia maupun dunia," kata Ravenal.
Menilik dari sisi performa keuangan, GOLF membukukan pendapatan sebesar Rp215,52 miliar di sepanjang tahun 2025.
Hasil ini melonjak 9% jika disandingkan dengan perolehan pendapatan tahun 2024 yang bernilai Rp197,99 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut didorong oleh kontribusi lini bisnis real estat serta sektor golf, restoran, dan bidang usaha lainnya.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pada tahun 2025 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 215,52 miar atau tumbuh sekitar 9% dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.
Kendati demikian, pertumbuhan pendapatan ini rupanya belum mampu mengangkat perolehan keuntungan bersih perseroan.
Sepanjang 2025, GOLF mencatatkan laba bersih sebesar Rp51,8 miliar atau menyusut 23,3% dari laba bersih tahun 2024 yang sempat menyentuh angka Rp67,57... miliar.
Di sisi lain, capaian laba kotor GOLF masih menunjukkan tren positif. Pada 2025, laba kotor perusahaan mencapai Rp129,09 miliar, atau terkerek 7,8% dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp119,72... miliar.
Sementara itu, Ravenal memprediksi masa depan industri pariwisata golf di tanah air masih sangat potensial, terutama di Bali yang terus memperlihatkan tren peningkatan volume kunjungan pelancong dari luar negeri.
Menurut pandangannya, kenaikan jumlah kunjungan turis asing ke Pulau Dewata tersebut menjadi stimulus positif untuk memajukan ekosistem wisata golf terpadu.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami melihat prospek golf tourism di Indonesia sangat menarik, terutama di Bali yang terus mencatatkan pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara," kata dia.
Ia menambahkan bahwa Bali masih memegang peranan sebagai salah satu pangsa pasar utama yang menyuguhkan peluang ekspansi signifikan bagi perseroan untuk jangka panjang.