Harga Saham TPIA Merosot, Direktur Raymond Serok Rp5,25 Miliar
JAKARTA – Salah satu jajaran direksi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terpantau sangat aktif mengoleksi saham di kala harganya tengah merosot tajam.
Langkah pembelian saham TPIA ini direalisasikan ketika nilai saham TPIA tercatat telah mengalami penurunan sebesar 65,77% dalam jangka waktu satu bulan.
Aktivitas transaksi yang dilakukan oleh Direktur TPIA, yakni Raymond, bersandarkan pada laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berlangsung di sepanjang bulan Mei.
Melalui rentetan transaksi tersebut, porsi kepemilikan saham Raymond saat ini mencapai angka 5,05 juta saham, atau setara dengan 0,01% hak suara.
Pada penutupan April 2026, jumlah saham yang dikuasai Raymond tercatat baru sebanyak 3,3 juta saham. Sejak tanggal 19 Mei 2026, Raymond terlihat konsisten mencicil pembelian saham TPIA. Pada hari itu, dia mengamankan tambahan saham TPIA hingga sebanyak 625.000 saham.
Proses transaksi tersebut dieksekusi pada kisaran harga Rp 4.300 - Rp 4.580. Jika diakumulasikan, nilai investasi yang dikeluarkan oleh Raymond pada momen tersebut menghabiskan dana mencapai Rp 2,749 miliar.
Pergerakan tidak berhenti sampai di situ, saat harga saham TPIA terus melemah hingga ke level Rp 2.000-an, Raymond kembali menambah porsi kepemilikannya.
Pada tanggal 22 Mei 2026, dia merealisasikan pembelian saham TPIA sebanyak 525.000 saham dengan rentang harga Rp 2.660 - Rp 2.700 per lembar saham.
Dengan begitu, nilai transaksi Raymond pada tanggal 22 Mei 2026 tersebut menyentuh Rp 1,137 miliar.
Pada aksi pamungkasnya, Raymond kembali mengumpulkan saham TPIA pada tanggal 25 Mei 2026. Total saham yang dikantongi sebanyak 600.000 saham dengan harga pembelian berkisar antara Rp 2.270 hingga Rp 2.280 per lembar saham.
Atas transaksi ini, nilai pembelian saham TPIA yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 1,365 miliar.
Secara keseluruhan, total dana yang dialokasikan untuk aksi beli saham oleh Raymond mencapai Rp 5,25 granite-miliar. Sedangkan untuk akumulasi jumlah saham yang berhasil didapatkan adalah sebanyak 1,75 juta saham TPIA.
Pada penutupan perdagangan terakhir di hari Selasa, 26 Mei 2026, posisi saham TPIA bertengger di level Rp 1.900 per lembar saham.
Nilai saham TPIA itu terpantau menguat 8,02% dibandingkan hari sebelumnya. Namun, dalam periode lima hari ke belakang, saham TPIA tercatat sudah terpangkas sebanyak 32,86%.
Akan tetapi pada hari yang sama, pihak BEI menerbitkan pengumuman bahwa saham TPIA kini resmi bergeser masuk ke dalam papan utama, berdampingan dengan 25 saham lainnya.
Hasil evaluasi berkala yang dirilis oleh BEI ini dipastikan mulai efektif berjalan pada tanggal 29 Mei 2026.