Industri Otomotif Global Pulih Harga Karet Sumsel Tembus Rp 38 Ribu

Selasa, 12 Mei 2026 | 11:13:37 WIB
ilustrasi perkebunan karet (Foto: pixabay.com)

PALEMBANG – Berdasarkan data dari Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumsel, harga karet KKK 100 persen mengalami kenaikan selama lima hari bursa pada periode 4 hingga 8 Mei 2026. 

Harga yang sebelumnya berada di angka Rp37.141 per kilogram kini naik menjadi Rp38.454 per kilogram atau bertambah Rp1.313 per kilogram.

Sekretaris Jenderal DPW APKARINDO Sumsel, Rudi Arpian, mengatakan kenaikan harga dipengaruhi meningkatnya permintaan global, terutama dari sektor industri otomotif di sejumlah negara.

“Industri otomotif di China dan India mulai pulih sehingga kebutuhan bahan baku ban ikut meningkat. Saat ini permintaan masih lebih tinggi dibanding produksi,” ujar Rudi, Senin (11/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah dunia juga ikut mendorong harga karet alam di pasar internasional. 

Harga minyak yang tinggi membuat biaya produksi karet sintetis meningkat sehingga industri mulai beralih menggunakan karet alam yang dinilai lebih kompetitif.

“Harga karet sintetis ikut naik karena pengaruh minyak mentah dunia. Kondisi itu membuat harga karet alam ikut terdorong,” katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain faktor industri otomotif, sentimen penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR) serta pembatasan ekspor dari sejumlah negara produsen karet disebut ikut memicu peningkatan permintaan pasar. 

Di sisi lain, pasokan karet global masih terbatas akibat produksi di negara penghasil utama seperti Thailand, Indonesia, dan Malaysia belum sepenuhnya pulih.

Curah hujan yang masih tinggi disebut menghambat aktivitas penyadapan getah karet di sejumlah wilayah perkebunan. 

Tak hanya itu, dampak El Nino yang terjadi pada 2024 hingga 2025 juga masih memengaruhi produktivitas tanaman karet.

“Pasokan global masih cukup ketat sehingga pembeli berani mengambil harga lebih tinggi,” jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

APKARINDO Sumsel memperkirakan tren kenaikan harga masih berpotensi berlanjut selama permintaan industri otomotif tetap kuat dan produksi global belum kembali normal. 

Namun pelaku pasar juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi harga apabila stok industri kembali meningkat atau harga minyak dunia mengalami penurunan.

Terkini