JAKARTA – Langkah strategis diambil pemerintah dengan memangkas harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen guna memperkuat ketahanan pangan di tengah gejolak pasar dunia.
Keputusan krusial ini muncul sebagai respons cepat terhadap kondisi ekonomi internasional yang kian tidak menentu.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan bahwa keberpihakan kepada sektor agraria merupakan prioritas utama dalam postur anggaran saat ini.
"Kita turunkan harga pupuk bersubsidi 20 persen untuk memastikan petani tetap bisa berproduksi meski harga bahan baku di pasar global sedang melambung tinggi," ujar Amran Sulaiman saat ditemui di kantor kementerian pada, Senin (4/5/2026).
Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa alokasi volume pupuk telah ditambah untuk menjamin ketersediaan stok di tingkat pengecer resmi.
Kebijakan penurunan harga ini diharapkan mampu meringankan beban biaya produksi yang selama ini dikeluhkan oleh kelompok tani.
Kesenjangan harga antara produk subsidi dan non-subsidi di pasar internasional tercatat semakin melebar cukup signifikan.
Kenaikan harga gas alam dan bahan baku fosfat di tingkat global menjadi pemicu utama melonjaknya harga pupuk di luar negeri.
Pemerintah berkomitmen menambal selisih harga tersebut melalui skema subsidi yang telah disesuaikan volumenya.
Distribusi pupuk kini akan dipantau melalui sistem digital guna memastikan tidak ada kebocoran di jalur distribusi lini 3 dan 4.
Petani yang terdaftar dalam sistem e-RDKK dipastikan akan mendapatkan haknya sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
Angka penurunan 20 persen ini merupakan hasil kalkulasi matang untuk menjaga keseimbangan fiskal negara.
Langkah ini juga menjadi upaya mitigasi agar inflasi pangan tidak melonjak akibat tingginya biaya tanam di hulu.
Koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia terus ditingkatkan guna mempercepat proses penyaluran ke gudang-gudang di daerah terpencil.
Manajemen stok di gudang penyangga saat ini berada pada level aman untuk menghadapi musim tanam kedua.
Dukungan infrastruktur logistik turut diperbaiki agar proses bongkar muat di pelabuhan tidak menghambat ketersediaan barang.
Pemerintah optimistis produktivitas padi dan jagung akan meningkat secara linier dengan kemudahan akses nutrisi tanaman ini.
Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang harus diproteksi dari guncangan eksternal secara maksimal.