JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara PT Golden Energy Mines Tbk mengalokasikan anggaran jumbo guna memperkuat cadangan dan mendukung ekspansi operasional melalui dua anak usahanya.
Langkah strategis perusahaan berkode saham GEMS ini difokuskan pada aktivitas eksplorasi yang intensif guna memastikan keberlanjutan produksi di masa yang akan datang. Total dana yang dikucurkan perseroan untuk agenda eksplorasi pada periode kuartal pertama tahun 2026 tercatat menyentuh angka sebesar 6,41 miliar rupiah secara konsolidasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara mendetail oleh dua entitas anak perusahaan di bawah naungan grup yakni PT Borneo Indobara serta PT Barasentosa Lestari secara serentak.
Fokus Pengeboran Borneo Indobara di Girimulya dan Sebambang
Corporate Secretary GEMS, Sudin, menyampaikan bahwa aktivitas eksplorasi yang dijalankan oleh Borneo Indobara mencakup tiga jenis pengeboran utama yang sangat krusial bagi perusahaan. Jenis pengeboran yang dilakukan meliputi kategori preproduksi, pengembangan, serta studi geoteknik yang berlokasi di area strategis Girimulya Utara dan juga wilayah Sebambang bawah. Melalui keterangan tertulisnya yang dikutip pada Minggu 12 April 2026, Sudin menegaskan pentingnya pemutakhiran data geologi untuk menjaga kualitas hasil produksi batu bara perusahaan.
Pengeboran preproduksi sengaja dilakukan untuk memperkaya basis data pemodelan geologi serta memastikan standar kualitas batu bara tetap terjaga sesuai permintaan pasar global saat ini. Sudin juga menjelaskan bahwa pengeboran pengembangan ditujukan untuk memperoleh data litologi serta mendukung penambahan sumber daya baru di area yang sebelumnya belum pernah tereksplorasi luas. Untuk mendukung kegiatan di area pengembangan baru tersebut, perseroan telah mengalokasikan biaya investasi khusus yang mencapai angka sebesar 1,45 miliar rupiah pada periode berjalan.
Metode Teknis Eksplorasi Barasentosa Lestari di Blok Muara Lakitan
Berlanjut pada entitas anak lainnya, kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh PT Barasentosa Lestari difokuskan pada area Blok Muara Lakitan dan juga wilayah Blok Belani. Metode pengeboran yang diterapkan oleh tim lapangan meliputi teknik open hole serta coring yang terdiri dari metode partial coring maupun full coring secara mendetail. Aktivitas teknis ini didukung penuh oleh pengukuran geofisika logging dan survei titik bor yang akurat untuk memperoleh sampel kualitas batu bara serta data geoteknik.
Langkah-langkah teknis tersebut dilakukan guna memastikan bahwa struktur lapisan tanah di area pertambangan tetap aman untuk dilakukan aktivitas penggalian skala besar di kemudian hari. Pengambilan sampel batuan inti bor menjadi sangat vital bagi perusahaan dalam memetakan nilai kalori serta kandungan sulfur yang terdapat di dalam cadangan batu bara tersebut. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk energi yang berkualitas tinggi guna memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik maupun kebutuhan industri manufaktur nasional.
Rincian Capaian Pengeboran dan Alokasi Biaya Tiap Blok
Sepanjang periode kuartal pertama tahun ini, Barasentosa Lestari dilaporkan telah berhasil menuntaskan pembuatan 40 lubang bor dengan total kedalaman kumulatif mencapai 3.649,75 meter. Secara mendetail, Sudin merinci bahwa biaya yang terserap untuk aktivitas pengeboran di wilayah Muara Lakitan mencapai nilai yang cukup besar yakni sebesar 4,78 miliar rupiah. Sementara itu, untuk kegiatan eksplorasi yang berlangsung di Blok Belani, manajemen telah mengeluarkan dana operasional yang tercatat sebesar 797,46 juta rupiah untuk periode yang sama.
Angka-angka tersebut mencerminkan keseriusan manajemen GEMS dalam melakukan identifikasi cadangan secara akurat agar proses penambangan nantinya dapat berjalan lebih efisien dan terukur secara ekonomi.
Capaian kedalaman ribuan meter tersebut merupakan hasil kerja keras tim ahli geologi di lapangan guna memastikan ketersediaan pasokan batu bara perusahaan tetap terjaga secara stabil. Investasi pada tahap awal eksplorasi ini dipandang sebagai modal dasar yang sangat penting bagi perusahaan tambang mana pun dalam menjaga keberlangsungan hidup entitas bisnisnya.
Strategi Keberlanjutan Cadangan dan Ekspansi Produksi Batu Bara
Secara keseluruhan, total belanja eksplorasi yang dikeluarkan oleh PT Golden Energy Mines Tbk pada triwulan pertama tahun 2026 telah menyentuh angka 6,41 miliar rupiah. Pengeluaran ini merupakan bagian dari visi besar perusahaan dalam menjaga keberlanjutan cadangan energi nasional sekaligus menyiapkan fondasi kuat untuk rencana ekspansi produksi di masa depan.
Manajemen yakin bahwa dengan basis data geologi yang kuat, perusahaan dapat lebih lincah dalam merespon dinamika harga komoditas batu bara di pasar internasional yang fluktuatif.
Sudin menegaskan bahwa seluruh aktivitas eksplorasi ini dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan serta kepatuhan terhadap regulasi pertambangan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat Indonesia. Setiap rupiah yang dikeluarkan dalam belanja modal eksplorasi diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang maksimal bagi seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan dalam jangka panjang.
Ke depan, GEMS akan terus memantau hasil analisis laboratorium dari titik-titik bor baru guna menentukan langkah pengembangan infrastruktur pertambangan yang lebih progresif dan menguntungkan.
Dengan kondisi fundamental perusahaan yang kuat, pengalokasian dana eksplorasi ini menjadi bukti nyata bahwa Grup GEMS tidak hanya fokus pada profitabilitas saat ini saja. Fokus pada penemuan sumber daya baru di area yang belum tereksplorasi menunjukkan ambisi besar perusahaan untuk terus tumbuh menjadi pemain utama di industri energi nasional. Keberhasilan tim dalam menyelesaikan puluhan lubang bor dalam waktu singkat mencerminkan efektivitas manajemen proyek yang dijalankan oleh seluruh entitas anak usaha di bawah GEMS.
Informasi mengenai rincian biaya dan teknis pengeboran ini dipublikasikan sebagai bentuk transparansi perusahaan publik kepada para investor di Bursa Efek Indonesia secara berkala. Diharapkan dengan hasil eksplorasi yang positif, estimasi cadangan batu bara perusahaan akan mengalami peningkatan signifikan sehingga mampu memperpanjang umur tambang operasional di berbagai lokasi. Perseroan tetap optimis bahwa sektor pertambangan batu bara masih memiliki prospek yang sangat cerah sebagai salah satu pilar utama penyokong ketahanan energi di tanah air.