JAKARTA - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan lonjakan pendapatan sepanjang 2025, meski laba bersih mengalami penurunan. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$ 1,22 miliar, meningkat 51,63% year on year (yoy) dari US$ 801,72 juta pada 2024.
Sebagian besar pendapatan berasal dari penjualan batubara yang mencapai US$ 423,44 juta. Selain itu, segmen konstruksi dan rekayasa menyumbang US$ 358,98 juta, sedangkan penambangan berkontribusi US$ 354,84 juta.
Beban Pokok Pendapatan dan Laba Bruto
Seiring peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan CUAN juga mengalami kenaikan signifikan. Beban ini naik 54,37% yoy menjadi US$ 1,06 miliar pada 2025, dari US$ 683,86 juta pada 2024.
Akibatnya, laba bruto CUAN tercatat US$ 159,97 juta, tumbuh 35,72% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 117,87 juta. Pertumbuhan laba bruto menunjukkan efisiensi operasional yang masih mampu mempertahankan margin meski biaya naik.
Laba Usaha dan Beban Keuangan
Laba usaha CUAN pun meningkat menjadi US$ 239,08 juta pada 2025, naik 10,56% yoy dari US$ 216,25 juta pada 2024. Hal ini mencerminkan kinerja operasional perusahaan yang relatif stabil di tengah kenaikan biaya.
Namun, laba sebelum pajak penghasilan justru turun 12,73% yoy menjadi US$ 149,27 juta dari US$ 171,04 juta pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh melonjaknya beban keuangan sebesar 96,18% yoy, dari US$ 48,97 juta menjadi US$ 96,07 juta.
Laba Bersih dan Posisi Keuangan Perusahaan
CUAN mencatat laba neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 134,57 juta pada 2025. Angka ini menurun 16,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 160,79 juta.
Total aset perusahaan hingga akhir 2025 tercatat US$ 2,69 miliar. Dari jumlah tersebut, liabilitas mencapai US$ 2,06 miliar dan ekuitas tercatat sebesar US$ 626,41 juta, menunjukkan struktur keuangan yang masih sehat meski laba bersih menurun.
Analisis Pertumbuhan dan Tantangan
Kenaikan pendapatan CUAN menunjukkan permintaan kuat di segmen batubara, konstruksi, dan penambangan. Pertumbuhan ini tetap menghadapi tantangan dari biaya keuangan yang meningkat dan tekanan margin laba bersih.
Meski laba neto menyusut, perusahaan berhasil mempertahankan kinerja operasional yang solid. Ke depan, efisiensi biaya dan pengelolaan liabilitas akan menjadi kunci untuk memulihkan laba bersih.
Pendapatan Meningkat Namun Laba Bersih Tertekan
Secara keseluruhan, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang mengesankan di 2025. Namun, peningkatan beban keuangan menyebabkan laba bersih menyusut, sehingga perusahaan harus tetap waspada dalam mengelola biaya dan strategi investasi.
Performa ini menjadi pelajaran bagi perusahaan lain bahwa lonjakan pendapatan tidak selalu berbanding lurus dengan laba bersih. Keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan kontrol biaya menjadi kunci agar hasil akhir tetap optimal.