JAKARTA - Kinerja PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk sepanjang tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan yang mencerminkan penguatan strategi bisnis perusahaan di sektor infrastruktur digital.
Perusahaan berkode saham INET ini berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat, didukung oleh ekspansi layanan jaringan serta pengembangan lini bisnis baru.
Momentum pertumbuhan tersebut menandai fase baru bagi INET dalam memperkuat posisinya di industri konektivitas dan infrastruktur telekomunikasi nasional.
Baca Juga
Sepanjang 2025, perusahaan berhasil meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya melalui berbagai langkah strategis.
Selain mengembangkan layanan IP Transit bagi pelanggan institusional, perusahaan juga mulai menjalankan jasa konstruksi infrastruktur jaringan yang membuka sumber pendapatan tambahan.
Kombinasi strategi ini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan.
Kepercayaan pelanggan terhadap layanan yang disediakan INET juga menjadi faktor penting yang mendorong kinerja perusahaan. Dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas digital di berbagai sektor industri, permintaan terhadap layanan infrastruktur jaringan terus tumbuh.
Situasi ini memberikan peluang bagi INET untuk memperluas perannya sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekosistem digital nasional.
Berbagai langkah ekspansi yang dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir kini mulai menunjukkan hasil. Peningkatan kapasitas jaringan, penguatan kerja sama dengan berbagai pihak, serta investasi pada infrastruktur menjadi fondasi penting yang menopang pertumbuhan bisnis INET sepanjang 2025.
Pertumbuhan Pendapatan Dan Kinerja Keuangan
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 91,81 miliar sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat 201,67% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 30,43 miliar pada 2024.
Peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh ekspansi kapasitas layanan IP Transit kepada pelanggan institusional baru. Selain itu, mulai beroperasinya lini jasa konstruksi infrastruktur jaringan juga memberikan kontribusi terhadap diversifikasi sumber pendapatan perusahaan.
Pertumbuhan ini turut berdampak pada peningkatan margin perusahaan. Gross margin INET meningkat menjadi 47,8% pada 2025, lebih tinggi dibandingkan 35,7% pada 2024. Kondisi tersebut menghasilkan laba bruto sebesar Rp 43,89 miliar atau tumbuh 304% secara tahunan.
Kinerja operasional juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Laba usaha INET melonjak 2.214,19% YoY menjadi Rp 30,32 miliar pada 2025 dari hanya Rp 1,31 miliar pada tahun sebelumnya. Dengan capaian tersebut, EBIT margin perusahaan tercatat mencapai 33,0%.
Lonjakan Laba Bersih Perusahaan
Pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional memberikan dampak positif terhadap perolehan laba bersih perusahaan. Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk INET mencapai Rp 24,49 miliar pada 2025.
Angka tersebut meningkat 1.742% dibandingkan laba bersih pada tahun 2024 yang sebesar Rp 1,33 miliar. Lonjakan ini menjadi salah satu pencapaian penting bagi perusahaan sejak pertama kali mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.
Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima Muhammad Arif menyampaikan bahwa capaian kinerja tersebut merupakan hasil dari upaya perusahaan dalam membangun fondasi bisnis yang kuat selama beberapa tahun terakhir.
“Ini menjadi cerminan dari kepercayaan pelanggan dan pasar terhadap kapabilitas INET sebagai mitra infrastruktur digital jangka panjang,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan jaringan kemitraan strategis dan pengembangan ekosistem anak usaha turut berperan dalam mendukung peningkatan kinerja perusahaan.
Penguatan Infrastruktur Dan Investasi Strategis
Selain mencatat pertumbuhan kinerja keuangan, INET juga terus memperkuat fondasi infrastrukturnya. Sepanjang tahun 2025 perusahaan melakukan berbagai investasi untuk mendukung pengembangan jaringan dan kapasitas layanan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembayaran uang muka Indefeasible Right-of-Use (IRU) kabel serat optik bawah laut. Perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp 48,51 miliar untuk rute strategis Batam–Singapura.
Jalur kabel bawah laut tersebut diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas internasional bagi Grup INET di masa depan.
Infrastruktur ini juga akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menyediakan layanan konektivitas berkapasitas besar bagi pelanggan.
Selain itu, belanja modal untuk aset tetap juga mengalami peningkatan signifikan. Nilai belanja modal INET mencapai Rp 44,75 miliar sepanjang 2025, naik tajam dibandingkan Rp 10,13 miliar pada tahun sebelumnya.
Investasi ini digunakan untuk memperkuat jaringan infrastruktur serta meningkatkan kualitas layanan perusahaan di berbagai wilayah operasional.
Strategi Ekspansi Dan Pengembangan Bisnis
Untuk memperluas skala bisnisnya, INET juga mengambil langkah ekspansi melalui pembentukan dan pengembangan anak usaha. Perusahaan mendirikan entitas baru yang bergerak di bidang konstruksi infrastruktur telekomunikasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan perusahaan dalam menyediakan layanan pembangunan jaringan secara terintegrasi, mulai dari perencanaan hingga implementasi infrastruktur.
Selain mendirikan anak usaha baru, INET juga melakukan akuisisi terhadap PT Garuda Prima Internetindo. Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jaringan layanan sekaligus meningkatkan kapasitas operasional.
Dengan kombinasi ekspansi jaringan, investasi infrastruktur, dan diversifikasi bisnis, INET optimistis dapat terus memperkuat posisinya di industri infrastruktur digital nasional.
Pertumbuhan kebutuhan konektivitas yang terus meningkat di berbagai sektor dipandang sebagai peluang besar bagi perusahaan untuk mengembangkan layanan dan memperluas pasar.
Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, INET berupaya menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan ekosistem digital Indonesia.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Keuntungan Memulai Asuransi Muda untuk Stabilitas Finansial Masa Depan
- Selasa, 31 Maret 2026
Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium
- Selasa, 31 Maret 2026
Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
Jadwal Lengkap Playoff Piala Dunia 2026: Waktu, Lokasi, Dan Pertandingan
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Diastika Biotekindo Raup Pendapatan Rp201 Miliar Sepanjang Tahun 2025
- Selasa, 31 Maret 2026












