Harga Bitcoin Turun Hari Ini Pasar Kripto Melemah Akibat Tekanan Global

Senin, 30 Maret 2026 | 14:47:06 WIB
Harga Bitcoin Turun Hari Ini Pasar Kripto Melemah Akibat Tekanan Global

JAKARTA - Ketidakpastian global kembali memberikan dampak langsung terhadap pergerakan aset digital. 

Di tengah tekanan yang datang dari berbagai sentimen eksternal, pasar kripto menunjukkan pelemahan dengan mayoritas aset utama bergerak di zona merah sejak awal perdagangan hari ini.

Harga Bitcoin (BTC) turun, pasar kripto melemah di tengah tekanan global pada Senin pagi. Meski masih bertahan di kisaran US$ 65.000–70.000, kinerja aset kripto terbesar ini belum mampu menandingi penguatan aset tradisional dalam jangka panjang.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 10.50 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melemah 0,34% menjadi US$ 2,3 triliun. Kondisi ini mencerminkan adanya tekanan yang cukup merata di seluruh pasar aset digital.

Pergerakan Harga Bitcoin Dan Kapitalisasi Pasar

Harga Bitcoin (BTC) hari ini terpangkas 0,34% ke US$ 66.375 per koin atau sekitar Rp 1,12 miliar (kurs Rp 16.990). Penurunan ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih terjadi meskipun tidak terlalu dalam.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar yang tetap berada di atas US$ 2 triliun menunjukkan bahwa pasar masih memiliki daya tahan. Investor tampaknya belum sepenuhnya keluar dari aset kripto.

Namun, volatilitas yang masih tinggi membuat pergerakan harga menjadi terbatas. Hal ini mencerminkan sikap wait and see dari pelaku pasar global.

Altcoin Utama Ikut Mengalami Koreksi

Indeks CoinDesk 20 Index yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar turun 0,31%. Kondisi ini menandakan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga aset lainnya.

Dengan Ethereum jatuh 0,6% ke US$ 1.995, BNB terkoreksi 0,84% ke US$ 609, dan Solana ambrol 0,99% ke US$ 82.

Selain itu, Dogecoin jatuh 0,8% ke US$ 0,09, dan XRP tergelincir 1,38% ke US$ 1,32. Penurunan ini memperlihatkan tekanan yang merata pada altcoin.

Stabil Dalam Jangka Pendek Di Tengah Konflik Global

Dikutip dari CoinDesk, harga Bitcoin relatif stabil di kisaran US$ 65.000–70.000 sejak awal konflik Iran, sehingga secara jangka pendek terlihat mengungguli aset lain. Stabilitas ini menjadi salah satu faktor yang menjaga minat investor.

Meski demikian, stabilitas tersebut tidak serta merta menunjukkan tren kenaikan. Pergerakan harga masih cenderung sideways dengan kecenderungan melemah.

Hal ini menandakan bahwa pasar masih mencari arah yang jelas di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung.

Perbandingan Dengan Aset Tradisional

Sebaliknya, harga emas justru turun sekitar 20% sejak dimulainya serangan AS, sementara indeks Nasdaq Composite telah masuk fase koreksi setelah terkoreksi lebih dari 10% dari puncaknya pada 2026.

Namun, jika dilihat dalam jangka waktu lebih panjang, kinerja Bitcoin masih tertinggal dibandingkan aset utama lainnya. Hal ini menjadi perhatian bagi investor jangka panjang.

Sebelumnya, harga emas sempat melonjak lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir. Sementara Nasdaq naik sekitar 50% dari titik terendah April 2025.

Kinerja Jangka Panjang Masih Tertinggal

Di sisi lain, Bitcoin masih berada sekitar 50% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober 2025. Fakta ini menunjukkan bahwa pemulihan harga belum sepenuhnya terjadi.

Dengan demikian, meskipun menunjukkan ketahanan dalam jangka pendek, Bitcoin masih belum mampu menandingi performa aset tradisional seperti saham dan emas dalam tren jangka panjang.

Kondisi ini membuat investor perlu mempertimbangkan strategi yang lebih matang sebelum mengambil keputusan. Volatilitas yang tinggi tetap menjadi faktor utama dalam investasi aset kripto.

Dalam situasi seperti ini, kehati-hatian menjadi kunci utama. Pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global, sehingga pergerakannya cenderung fluktuatif dan sulit diprediksi dalam jangka pendek maupun panjang.

Terkini