IHSG Tertekan Ke Level 8.280 Berikut Rekomendasi Saham Pilihan Analis Hari Ini

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:49:53 WIB
IHSG Tertekan Ke Level 8.280 Berikut Rekomendasi Saham Pilihan Analis Hari Ini

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, harus rela parkir di zona merah setelah mengalami tekanan jual yang cukup masif. Berdasarkan data perdagangan sesi terakhir, indeks terkoreksi ke level 8.280, memutus tren penguatan yang sempat terjadi pada awal pekan.

Penurunan ini dipicu oleh sentimen negatif dari pasar global serta aksi ambil untung (profit taking) investor asing pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip). Meskipun indeks berada di bawah tekanan, para analis menilai bahwa level 8.280 masih merupakan area pendukung (support) yang krusial untuk menentukan arah pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan.

Koreksi yang terjadi pada IHSG hari ini juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan adanya perlambatan tipis pada sektor konsumsi, ditambah dengan ketidakpastian kebijakan suku bunga bank sentral global yang masih membayangi pelaku pasar.

Di tengah tekanan indeks, volume perdagangan terpantau masih cukup stabil, yang menandakan bahwa minat beli investor domestik masih ada di harga-harga bawah. Para analis menyarankan investor untuk tetap waspada namun jeli dalam melihat peluang pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat namun harganya sudah terkoreksi cukup dalam.

Faktor Penyebab Tekanan Jual Dan Sentimen Sektoral Hari Ini

Penurunan IHSG ke level 8.280 hari ini didominasi oleh pelemahan pada sektor perbankan dan infrastruktur. Sektor perbankan, yang merupakan tulang punggung indeks, mengalami tekanan seiring dengan keluarnya arus modal asing (capital outflow) jangka pendek. Hal ini biasa terjadi setelah indeks menyentuh level tertinggi baru, di mana investor institusi cenderung mengamankan keuntungan terlebih dahulu sebelum melakukan penyeimbangan portofolio (rebalancing).

Selain itu, sektor energi juga mengalami fluktuasi akibat harga komoditas global yang sedang mencari titik keseimbangan baru.Namun, di balik pelemahan indeks secara keseluruhan, sektor transportasi dan logistik justru menunjukkan daya tahan yang baik.

Hal ini didorong oleh ekspektasi peningkatan aktivitas distribusi menjelang musim mudik Lebaran 2026 yang kian dekat. Divergensi antarsektoral ini memberikan ruang bagi investor untuk melakukan strategi stock picking yang lebih selektif guna menjaga performa portofolio di tengah volatilitas pasar.

Daftar Saham Pilihan Untuk Menghadapi Volatilitas Indeks

Merespons tekanan yang terjadi pada IHSG, sejumlah analis pasar modal memberikan daftar saham pilihan yang dinilai memiliki prospek cerah atau potensi pembalikan arah (rebound). Berikut adalah beberapa saham yang layak masuk ke dalam radar pantau Anda:

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): Meskipun terkoreksi, fundamental BMRI tetap solid dengan pertumbuhan kredit yang stabil. Analis menyarankan akumulasi bertahap di area support kuat.

PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM): Sebagai pemain utama di sektor telekomunikasi, TLKM dinilai memiliki valuasi yang menarik setelah mengalami tekanan jual. Fokus pada pengembangan data center menjadi nilai tambah jangka panjang.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO): Sejalan dengan tren energi hijau, PGEO menjadi pilihan menarik di sektor energi terbarukan karena potensi kerja sama internasionalnya yang masif.

PT Astra International Tbk. (ASII): Diversifikasi bisnis Astra di sektor pertambangan dan jasa keuangan diprediksi mampu menopang kinerjanya meski pasar otomotif mengalami tantangan musiman.

Strategi Investasi Di Tengah Koreksi IHSG Ke Level 8.280

Dalam kondisi pasar yang sedang tertekan seperti hari ini, strategi Buy on Weakness (beli saat harga lemah) menjadi pilihan yang bijak. Analis menyarankan agar investor tidak melakukan pembelian secara agresif dalam satu waktu, melainkan secara bertahap untuk mendapatkan harga rata-rata yang optimal.

Penting juga untuk memperhatikan indikator teknis seperti Relative Strength Index (RSI) guna melihat apakah sebuah saham sudah memasuki area jenuh jual (oversold).

Manajemen risiko tetap menjadi kunci utama. Jika IHSG gagal bertahan di level 8.280 dan menembus level support psikologis di bawahnya, investor disarankan untuk memperketat batas stop loss.

Namun, secara historis, koreksi sehat seperti ini sering kali menjadi pondasi bagi indeks untuk melaju lebih tinggi menuju level 8.500 dalam jangka menengah, terutama jika didukung oleh kinerja laporan keuangan emiten kuartal pertama yang positif.

Proyeksi Pasar Dan Harapan Investor Untuk Penutupan Pekan Ini

Pelaku pasar kini menantikan respons pasar pada perdagangan esok hari untuk melihat apakah ada aksi beli balik (buyback) dari investor besar. Investor juga sangat memperhatikan arah kebijakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, yang sangat berpengaruh terhadap margin keuntungan emiten yang memiliki beban utang dalam mata uang asing. Stabilitas ekonomi nasional yang tetap terjaga diharapkan dapat menjadi katalis positif untuk menarik kembali aliran dana asing masuk ke pasar modal Indonesia.

Harapannya, IHSG dapat segera melakukan konsolidasi di area 8.280 sebelum kembali mencoba menguji level resistensi di 8.350. Bagi investor ritel, momentum ini adalah saat yang tepat untuk kembali meninjau tujuan investasi jangka panjang dan tidak terjebak dalam kepanikan sesaat akibat fluktuasi harian.

Fokuslah pada emiten dengan dividen yang stabil dan pertumbuhan laba yang berkelanjutan sebagai benteng pertahanan portofolio Anda.

Terkini