Joeri Heerkens Kecewa Tersisih Usai Maarten Paes Jadi Kiper Utama Ajax

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:42:48 WIB
Joeri Heerkens Kecewa Tersisih Usai Maarten Paes Jadi Kiper Utama Ajax

JAKARTA - Persaingan di bawah mistar gawang Ajax Amsterdam memanas setelah kedatangan Maarten Paes pada awal Februari 2026. 

Situasi yang awalnya terbuka akibat cedera kiper utama justru menghadirkan tantangan baru bagi para penjaga gawang muda. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah Joeri Heerkens.

Maarten Paes resmi bergabung dengan Ajax pada 6 Februari 2026. Tak butuh waktu lama, ia langsung dipercaya tampil sebagai starter saat menghadapi NEC Nijmegen pada Sabtu. Debut tersebut menjadi penanda kepercayaan penuh pelatih terhadap kualitasnya.

Keputusan menunjuk Paes sebagai kiper utama tak lepas dari cedera serius yang dialami Vitezslav Jaros. Penjaga gawang yang sebelumnya menjadi pilihan pertama itu harus menepi hingga akhir musim. Kondisi ini membuat Ajax harus segera menentukan sosok pengganti yang paling siap.

Di tengah situasi tersebut, Paes justru melangkahi dua kiper muda Ajax, Joeri Heerkens dan Paul Reverson. Meski laga debutnya berakhir imbang 1-1, Paes tetap dianggap sebagai opsi paling aman. Kepercayaan yang diberikan kepadanya pun langsung terlihat jelas.

Kecewa Tak Dipilih

Pelatih Ajax, Fred Grim, tidak ragu memberikan tanggung jawab besar kepada Paes. Meski baru bergabung, ia dinilai memiliki pengalaman dan kematangan yang dibutuhkan tim utama. Keputusan itu sekaligus menutup peluang bagi kiper muda untuk tampil reguler.

Joeri Heerkens tak menampik rasa kecewanya atas situasi tersebut. Ia berharap bisa menjadi pengganti Jaros dan mencicipi atmosfer Eredivisie. Kesempatan itu terasa begitu dekat sebelum akhirnya Paes datang.

Kiper berusia 19 tahun itu memang lebih banyak bermain bersama Jong Ajax. Ia tampil di Keuken Kampioen Divisie dan terus berusaha menunjukkan perkembangan. Namun, kesempatan di tim utama belum juga datang.

"Tentu saja, Anda kecewa karena tidak terpilih, tetapi bagi saya, yang penting adalah melakukan apa yang telah saya lakukan bersama Jong Ajax selama beberapa bulan terakhir. Kemudian kesempatan itu akan datang dengan sendirinya," kata Heerkens dalam sebuah wawancara dengan ESPN.

Perjalanan dan Harapan di Ajax

Heerkens didatangkan Ajax pada musim panas 2025 dari Sparta Praha. Ia menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2030 di Amsterdam. Klub memproyeksikannya sebagai penjaga gawang masa depan.

Sepanjang musim ini, Heerkens sudah tampil 16 kali di Keuken Kampioen Divisie. Dari jumlah tersebut, ia kebobolan 30 gol dan mencatatkan tiga clean sheet. Statistik itu menjadi bagian dari proses pembelajaran yang terus ia jalani.

Sebelum kedatangan Paes, Heerkens sudah berada di bawah bayang-bayang Vitezslav Jaros. Jaros sendiri berstatus pinjaman dan akan kembali ke Liverpool di akhir musim. Situasi tersebut sempat membuka celah bagi Heerkens untuk bersaing.

Namun dinamika berubah cepat ketika Paes resmi direkrut. Persaingan menjadi semakin ketat dan pintu menuju tim utama kembali tertutup. Meski demikian, Heerkens berusaha menjaga fokus dan mentalitasnya.

"Saya telah mengalami begitu banyak kekecewaan dalam karier saya sehingga saya bisa mengatasinya. Saya akan terus bekerja keras dan menunjukkannya kepada Jong Ajax. Kemudian kesempatan itu akan datang dengan sendirinya," tutur Heerkens.

Belajar dari Kiper Senior

Meski belum mendapat kesempatan utama, Heerkens tetap melihat sisi positif. Ia kerap masuk line-up tim senior dan merasakan atmosfer ruang ganti utama. Pengalaman tersebut dinilai penting bagi perkembangannya.

Sepanjang musim ini, ia tercatat duduk di bangku cadangan sebanyak 13 kali dari total 21 laga Eredivisie. Ia juga masuk dalam daftar pemain untuk tujuh pertandingan Liga Champions. Meski belum tampil, pengalaman itu memberi pelajaran berharga.

Heerkens mengaku banyak belajar dari para kiper senior di Ajax. Kehadiran Jaros dan kini Paes memberinya referensi berbeda soal profesionalisme dan kesiapan. Proses adaptasi pun perlahan berjalan lebih baik.

"Awalnya butuh waktu untuk membiasakan diri, tetapi saya melihat semuanya semakin membaik," ujar Heerkens.

Percaya Diri Menatap Masa Depan

Persaingan ketat di Ajax bukan hal baru bagi para pemain muda. Klub memiliki tradisi panjang dalam membentuk talenta melalui proses kompetitif. Heerkens memahami bahwa kesabaran menjadi bagian dari perjalanan.

Ia menyadari bahwa posisi kiper membutuhkan kematangan ekstra. Usianya yang masih 19 tahun membuatnya memiliki waktu untuk berkembang. Fokus utamanya saat ini adalah tampil konsisten bersama Jong Ajax.

"Vitezslav Jaros adalah pemain nomor satu di tim utama. Di Ajax, selalu ada persaingan. Anda harus membuktikan bahwa Anda yang terbaik. Itu membutuhkan waktu. Saya masih sangat muda, jadi saya punya waktu itu. Saya terutama ingin memainkan banyak pertandingan bagus bersama Jong Ajax, dan kemudian sisanya akan mengikuti," tandasnya.

Kisah Heerkens mencerminkan dinamika kerasnya persaingan di klub besar. Meski kecewa, ia memilih menjadikannya motivasi untuk terus berkembang. Di Ajax, kesempatan memang harus diperjuangkan dengan kesabaran dan kerja keras tanpa henti.

Terkini