Pilihan 5 Nasi Uduk Legendaris Jakarta dengan Ayam Goreng Paling Favorit

Jumat, 06 Februari 2026 | 11:30:08 WIB
Pilihan 5 Nasi Uduk Legendaris Jakarta dengan Ayam Goreng Paling Favorit

JAKARTA -  Nasi uduk dan ayam goreng bukan sekadar menu makan, melainkan bagian dari denyut keseharian warga Jakarta. 

Perpaduan nasi gurih beraroma santan dengan lauk ayam goreng yang renyah dan berbumbu kuat telah lama menjadi comfort food lintas generasi. Dari sudut gang hingga pusat kota, sajian ini selalu punya tempat tersendiri di hati penikmat kuliner ibu kota.

Di tengah menjamurnya restoran modern dan tren makanan kekinian, warung nasi uduk sederhana justru tetap bertahan. Rahasianya terletak pada konsistensi rasa, harga yang ramah di kantong, serta cerita panjang yang menyertai setiap piring nasi.

 Tak sedikit dari tempat-tempat ini yang telah berdiri puluhan tahun dan diwariskan lintas generasi, menjaga resep agar tetap sama seperti dulu.

Harum nasi uduk yang dimasak dengan santan, daun salam, dan serai langsung menggoda indera. Sementara itu, ayam goreng hadir dalam berbagai gaya, mulai dari ayam kampung ungkep bumbu kuning khas Betawi hingga ayam goreng gurih dengan taburan bawang melimpah. 

Sambal pun menjadi pelengkap penting yang menentukan karakter rasa di setiap warung.

Selain soal rasa, faktor nostalgia turut memperkuat daya tarik nasi uduk legendaris. Banyak pelanggan yang datang bukan hanya untuk makan, tetapi juga mengenang masa lalu dari kebiasaan makan malam sepulang kerja hingga sarapan dini hari bersama keluarga. 

Tak heran jika warung-warung ini selalu ramai, bahkan rela mengular antreannya.

Berikut lima nasi uduk legendaris di Jakarta dengan ayam goreng favorit yang terus menggugah selera hingga kini.

1. Nasi Uduk Gondangdia

Nasi Uduk Gondangdia dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Jakarta yang bertahan sejak 1993. Berlokasi di kawasan Cikini, warung sederhana ini tetap setia dengan konsep awalnya: nasi uduk harum yang disajikan dalam bungkus daun pisang berbentuk kerucut khas.

Tekstur nasi yang pulen dan gurih berpadu sempurna dengan ayam goreng favorit yang berbumbu pas. Taburan bawang goreng melimpah menambah aroma dan rasa. Selain ayam goreng, tersedia pula ayam bakar, empal, babat, hingga aneka sate dengan harga mulai Rp 20.000.

Keunikan lain terletak pada sambalnya. Sambal kacang khas Gondangdia memiliki cita rasa yang kuat, sementara sambal rawit merah siap memanjakan pencinta pedas. Meski banyak nasi uduk modern bermunculan, tempat ini tetap memiliki pelanggan setia yang datang berulang kali.

2. Nasi Uduk H. Toha

Berdiri sejak tahun 1970-an, Nasi Uduk H. Toha menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kuliner Cikini. Warung ini memiliki ciri khas nasi uduk tanpa santan, sehingga rasanya lebih ringan namun tetap gurih.

Pengunjung bisa memilih beragam lauk, mulai dari ayam goreng, telur, tempe, tahu, hingga jeroan. Ayam gorengnya dikenal empuk dengan bumbu meresap hingga ke dalam. Sajian sederhana ini justru menjadi kekuatan utama, membuat pelanggan merasa nyaman dan akrab.

Nasi Uduk H. Toha kerap menjadi pilihan makan malam warga sekitar. Konsistensi rasa selama puluhan tahun menjadikan warung ini bukti bahwa kesederhanaan bisa bertahan menghadapi perubahan zaman.

3. Ayam Goreng Mat Lengket

Ayam Goreng Mat Lengket telah beroperasi sejak 1973 dan dikenal luas sebagai salah satu warung nasi uduk legendaris Jakarta. Tempat makan ini pernah menarik perhatian publik karena Presiden Joko Widodo beberapa kali mencicipi menu andalannya.

Menu yang disajikan terbilang klasik, seperti ayam goreng, ati ampela, semur jengkol, hingga kulit ayam. Namun, keistimewaannya terletak pada ayam kampung goreng berbumbu ungkep kuning khas Betawi yang gurih dan meresap sempurna.

Disajikan bersama nasi uduk hangat, cita rasanya semakin kuat. Meski sempat viral dan dipadati antrean, harga tetap terjangkau, mulai dari Rp 9.200 untuk nasi uduk dan Rp 21.000 per potong ayam.

4. Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana

Berada di Jalan Pemuda III, Rawamangun, Jakarta Timur, Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana mulai melayani pelanggan sejak 2005. Nama Kebon Kacang disematkan karena gaya penyajiannya menyerupai nasi uduk khas kawasan tersebut.

Nasi uduknya terkenal gurih dengan aroma harum santan. Ayam goreng berbumbu disajikan dengan tekstur empuk dan rasa yang meresap. Untuk melengkapi hidangan, tersedia tahu dan tempe goreng sebagai pelengkap.

Tak hanya ayam, pilihan lauk lain seperti paru, cumi, udang, hingga menu bakaran juga tersedia. Harga nasi uduk mulai Rp 8.500, sementara lauk dibanderol dari Rp 8.000, menjadikannya favorit warga sekitar.

5. Nasi Uduk Pasar Thomas

Popularitas Nasi Uduk Pasar Thomas di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, semakin meningkat setelah sering diulas food vlogger. Warung yang berdiri sejak 2007 ini dikenal dengan antrean panjang yang hampir tak pernah sepi.

Dulu buka malam hari, kini sejak sore pengunjung sudah berdatangan hingga dini hari. Nasi uduk Betawi di sini terkenal gurih dengan pilihan lauk yang sangat beragam, mulai dari telur, ayam goreng, bihun, orek tempe, semur jengkol, tahu, hingga aneka gorengan.

Dengan harga sekitar Rp 17.000, seporsi nasi uduk lengkap bisa dinikmati dengan puas. Kelimpahan lauk dan rasa yang konsisten membuat tempat ini selalu menjadi tujuan kuliner malam favorit.

Warisan Rasa yang Tak Pernah Usang

Keberadaan nasi uduk legendaris ini membuktikan bahwa cita rasa autentik tetap memiliki tempat di tengah perubahan selera. 

Ayam goreng yang sederhana, nasi gurih, dan sambal pedas menjadi kombinasi abadi yang terus dirindukan. Tak sekadar mengenyangkan, setiap suapan membawa cerita, kenangan, dan kehangatan khas Jakarta.

Terkini