Hutan Kota Rejang Lebong Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan Daerah

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:04:59 WIB
Hutan Kota Rejang Lebong Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan Daerah

JAKARTA - Upaya mengembangkan pariwisata berbasis alam terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

 Salah satu fokus pengembangan tersebut adalah pemanfaatan hutan kota yang berada di Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur. Kawasan hijau ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata favorit masyarakat, sekaligus ruang rekreasi yang ramah lingkungan.

Melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, pemerintah daerah mulai mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan kota agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap sektor pariwisata. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam dan aktivitas luar ruang yang berkelanjutan.

Hutan Kota Masuk Daftar Destinasi Prioritas Pariwisata Daerah

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong, Riki Irawan, menyampaikan bahwa hutan kota di Desa Duku Ulu merupakan salah satu dari total 99 destinasi wisata yang tercatat di Kabupaten Rejang Lebong. Dengan status tersebut, kawasan ini dinilai layak untuk dimaksimalkan sesuai dengan karakter dan potensi wisata yang dimilikinya.

“Hutan kota yang terletak di Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur ini merupakan satu dari 99 destinasi wisata yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, sehingga akan kita maksimalkan sesuai dengan potensi wisata yang dimilikinya,” kata Riki Irawan di Rejang Lebong, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan hutan kota sebagai destinasi wisata dilakukan secara terencana agar tidak menghilangkan fungsi utamanya sebagai kawasan hijau. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemanfaatan ekonomi melalui sektor pariwisata.

Koordinasi Antar OPD dalam Pengelolaan Kawasan Hutan Kota

Secara administratif, pengelolaan hutan kota seluas sekitar 8 hektare tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong. Namun, karena kawasan ini memiliki daya tarik wisata, pemanfaatannya untuk sektor pariwisata akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata dengan tetap berkoordinasi dengan dinas terkait.

Menurut Riki Irawan, sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi kunci dalam mengembangkan hutan kota tanpa menimbulkan tumpang tindih kewenangan. Dengan koordinasi yang baik, pengembangan wisata dapat dilakukan tanpa mengabaikan aspek konservasi.

Langkah kolaboratif ini juga bertujuan memastikan bahwa setiap kegiatan yang digelar di kawasan hutan kota tetap sejalan dengan prinsip pelestarian lingkungan dan tata kelola kawasan hijau yang berkelanjutan.

Agenda Bike Race Jadi Daya Tarik Awal Kunjungan Wisata

Sebagai langkah awal optimalisasi pemanfaatan hutan kota, Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong merencanakan penyelenggaraan kegiatan bertajuk bike race di kawasan tersebut pada April mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi hutan kota kepada khalayak yang lebih luas.

Pemilihan kegiatan olahraga luar ruang dinilai selaras dengan karakter kawasan hutan kota yang memiliki jalur alami dan lanskap hijau. Selain itu, event ini juga diharapkan mampu menarik peserta dari luar daerah.

Riki Irawan menyebutkan bahwa kegiatan bike race tersebut tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga sebagai strategi promosi pariwisata Kabupaten Rejang Lebong. Dengan hadirnya peserta dari luar daerah, tingkat kunjungan wisata diharapkan dapat meningkat.

Ia berharap agenda ini dapat menjadi pemicu munculnya berbagai kegiatan serupa di masa mendatang, sehingga hutan kota semakin dikenal sebagai salah satu ikon wisata alam daerah.

Pengembangan Edukasi, Camping Ground, dan Wisata Berkelanjutan

Selain kegiatan olahraga, Dispar Rejang Lebong juga tengah mengkaji berbagai potensi wisata lain yang dapat dikembangkan di kawasan hutan kota. Beberapa di antaranya adalah pemanfaatan kawasan sebagai hutan edukasi, camping ground, serta aktivitas wisata alam lainnya yang bersifat ramah lingkungan.

Menurut Riki Irawan, pengembangan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan. Konsep wisata berkelanjutan menjadi prinsip utama agar kawasan hutan kota tetap lestari dan tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas wisata.

“Kita akan memanfaatkan hutan ini sebagai sarana wisata dengan tetap menjaga kelestariannya,” tegasnya.

Hutan edukasi diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar dan masyarakat umum mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Sementara itu, area perkemahan dapat menjadi alternatif wisata keluarga dan komunitas yang menginginkan suasana alam terbuka.

Peningkatan Fasilitas untuk Menunjang Kenyamanan Pengunjung

Untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan hutan kota, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga berencana melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung wisata. Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dinilai penting agar pengunjung merasa nyaman dan tertarik untuk datang kembali.

Fasilitas yang akan disiapkan antara lain akses yang lebih baik, area istirahat, serta penunjang aktivitas wisata lainnya. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, hutan kota diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkab Rejang Lebong berharap hutan kota di Desa Duku Ulu dapat menjadi contoh pengembangan wisata alam yang seimbang antara pemanfaatan ekonomi dan pelestarian lingkungan, sekaligus memperkaya pilihan destinasi wisata di Kabupaten Rejang Lebong.

Terkini