JAKARTA - PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital Group memulai 2026 dengan langkah strategis. Mereka meresmikan rumah sakit ke-21, Primaya Hospital Kelapa Gading, pada Selasa, 27 Januari 2026.
Penguatan Ekosistem Layanan Kesehatan Jakarta
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menyampaikan bahwa kehadiran rumah sakit baru ini melengkapi jaringan 20 rumah sakit sebelumnya. Langkah ini juga memperkuat ekosistem layanan kesehatan di Provinsi DKI Jakarta yang terus berkembang sebagai pusat hunian dan aktivitas ekonomi.
“Melalui keunggulan klinis, ketepatan diagnosis, serta kualitas perawatan yang menyeluruh, kami berharap Primaya Hospital Kelapa Gading menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat,” ujar Leona, dalam siaran pers, Rabu, 21 Januari 2026.
Berbagai layanan unggulan disediakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan Cardiac & Vascular Center, Cancer Center, Neuroscience Center, Urology Center, Orthopedic Center, Gastro, Liver & Digestive Center, EyeQu LASIK & Eye Center, Smart Fertility Clinic, Medical Rehabilitation Center, serta Radiology Diagnostic Center.
Fasilitas medis pun didukung layanan 24 jam untuk spesialis anak dan anestesi. Ketersediaan kamar operasi dan ICU memungkinkan penanganan pasien lebih cepat dan optimal.
Konsep IGD one bed one room diterapkan untuk kenyamanan dan pengendalian infeksi. Sementara itu, teknologi canggih seperti CT Scan Dual Energy 2x380 slice dan MRI 1.5T berbasis AI mendukung diagnosis lebih cepat dan akurat.
“Setiap keputusan medis diambil berbasis data, tepat, dan menyeluruh, berfokus pada kebutuhan pasien dari pemeriksaan awal hingga pemulihan,” jelas Leona. Teknologi ini sejalan dengan komitmen Primaya Hospital Group menghadirkan layanan berkualitas tinggi.
Kolaborasi dan Layanan Internasional
Primaya Hospital Kelapa Gading juga berencana menambah layanan unggulan. Salah satunya kerja sama kemoterapi penanganan cancer dengan fasilitas di Singapura untuk memberikan perawatan terbaik bagi pasien.
Selain itu, Nuclear Molecular Medicine Center dijadwalkan hadir pada kuartal III-2026. Seluruh fasilitas dirancang berstandar internasional dengan fokus kenyamanan pasien dan keluarga.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan kehadiran rumah sakit baru ini menjadi bagian penting penguatan layanan kesehatan di Jakarta Utara dan Timur. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dengan rumah sakit swasta yang mengutamakan standar internasional dan teknologi medis modern.
“Kami memandang Primaya Hospital Kelapa Gading sebagai mitra strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan komprehensif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan warga Jakarta yang dinamis,” ujar Pramono. Pemerintah mendorong sinergi untuk menghadirkan layanan yang berkelanjutan dan mudah diakses masyarakat.
Rumah sakit ini diharapkan menjadi alternatif perawatan modern di Jakarta. Dengan layanan unggulan, teknologi mutakhir, serta fasilitas berstandar internasional, pasien bisa menyelesaikan pengobatan tanpa harus keluar negeri.
Primaya Hospital Kelapa Gading juga memperkuat posisi Primaya Hospital Group di usia ke-20 tahun. Dengan 21 rumah sakit yang tersebar, jaringan ini siap menjawab tantangan layanan kesehatan yang meningkat di ibukota.
Ke depan, Primaya Hospital Group berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi klinis dan teknologi. Layanan humanis tetap menjadi fokus utama, memastikan pasien mendapatkan perawatan optimal dan nyaman.
Kolaborasi lintas sektor dan pengembangan fasilitas baru menjadi strategi jangka panjang. Upaya ini bertujuan menghadirkan layanan kesehatan yang efisien, cepat, dan berstandar internasional di Jakarta.
Dengan hadirnya Primaya Hospital Kelapa Gading, masyarakat Jakarta Utara dan Timur kini memiliki pilihan layanan kesehatan lengkap. Rumah sakit ini siap menjadi pusat layanan unggulan yang mendukung kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.