GoTo Pastikan Bonus Hari Raya 2026 untuk Mitra Pengemudi, Ini Skema dan Ketentuannya

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:59:05 WIB
GoTo Pastikan Bonus Hari Raya 2026 untuk Mitra Pengemudi, Ini Skema dan Ketentuannya

JAKARTA - Menjelang perayaan Idulfitri 2026, perhatian publik tertuju pada kepastian kesejahteraan mitra pengemudi transportasi berbasis aplikasi. Di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya, kabar mengenai bonus hari raya atau tunjangan hari raya bagi mitra menjadi topik yang paling ditunggu.

CEO PT GoTo Gojek Tokopedia (GoTo) Hans Patuwo memastikan pihaknya akan memberikan bonus hari raya (BHR) atau Tunjangan Hari Raya (THR) bagi mitra pengemudi sebagai salah satu bentuk stimulus pada Hari Raya Idulfitri tahun ini. Kepastian ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kesejahteraan mitra sebagai ujung tombak layanan.

Hans mengatakan, saat ini perusahaan aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah dan para pihak terkait lainnya dalam penyusunan skema pemberian BHR 2026. Langkah tersebut dilakukan agar mekanisme pemberian bonus tetap sesuai regulasi dan memberikan manfaat optimal bagi para mitra.

"Skema BHR pasti akan kita jalankan lagi tahun ini. Kita lagi susun spesifiknya, nominalnya berapa. Jadi saat ini masih belum bisa di-share karena masih dalam tahap perumusan. Sesudah kami ada informasi, pasti akan kami terbitkan dan kami share," ungkap Hans dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Pernyataan tersebut memberikan kepastian bahwa pemberian BHR tetap berlanjut seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski nominal belum diumumkan, perusahaan memastikan proses perumusannya sedang berlangsung.

Langkah GoTo ini mendapat perhatian karena jutaan mitra pengemudi bergantung pada pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan adanya BHR, para mitra diharapkan dapat menjalani perayaan Idulfitri dengan lebih tenang dan nyaman.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, pemberian BHR juga menjadi strategi perusahaan dalam menjaga loyalitas mitra. Mitra yang merasa dihargai cenderung lebih termotivasi untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemberian bonus hari raya bagi mitra pengemudi menjadi bagian dari kebijakan penting di sektor ekonomi digital. Regulasi pemerintah pun mulai memberikan payung hukum terkait hal ini.

GoTo sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia turut berperan aktif dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut. Komitmen ini sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem kerja yang lebih adil dan berkelanjutan.

Kepastian mengenai BHR 2026 juga menjadi kabar baik di tengah meningkatnya biaya kebutuhan pokok menjelang hari raya. Bonus tersebut diharapkan dapat membantu mitra dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Skema BHR GoTo dalam Program Bakti untuk Negeri

Rencana pemberian BHR oleh GoTo pun merupakan satu dari empat pilar yang terangkum dalam inisiatif "Bakti GoTo untuk Negeri: Empat Dukungan Nyata untuk Kesejahteraan Mitra" yang diluncurkan pada Selasa. Program ini dirancang sebagai upaya komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi dan mitra usaha lainnya.

"Jadi untuk mitra-mitra yang kinerjanya baik, kami akan memberi bonus hari raya, agar teman-teman mitra saat merayakan hari raya bisa lebih tenang, lebih nyaman," jelas dia. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemberian BHR akan berbasis kinerja dan produktivitas mitra.

Inisiatif Bakti GoTo untuk Negeri menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat hubungan dengan mitra. Program ini juga menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada aspek kesejahteraan sosial.

Empat pilar dalam inisiatif tersebut mencakup dukungan finansial, perlindungan kerja, peningkatan kapasitas mitra, serta penguatan ekosistem digital. BHR menjadi salah satu bentuk konkret dukungan finansial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh mitra.

Pemberian BHR kepada mitra dengan kinerja baik diharapkan dapat mendorong semangat kerja dan profesionalisme. Hal ini sekaligus memperkuat budaya apresiasi di lingkungan kerja berbasis platform digital.

GoTo juga menegaskan bahwa program ini dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan perusahaan dan kepentingan mitra. Dengan demikian, kebijakan yang diambil tetap seimbang antara aspek bisnis dan sosial.

Selain itu, komunikasi yang aktif dengan pemerintah dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam penyusunan skema BHR. Hal ini bertujuan agar kebijakan yang diambil selaras dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Perusahaan juga berkomitmen untuk menyampaikan informasi resmi terkait BHR secara transparan kepada mitra. Dengan begitu, mitra dapat memahami mekanisme, persyaratan, serta waktu pencairan bonus.

Keberadaan program ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman mitra dalam menjalani profesinya. Mitra yang merasa diperhatikan cenderung memiliki loyalitas yang lebih tinggi terhadap platform.

Program Bakti GoTo untuk Negeri juga menjadi sarana perusahaan dalam memperkuat citra sebagai entitas yang peduli terhadap kesejahteraan mitra. Hal ini penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap layanan berbasis aplikasi.

Dasar Regulasi Bonus Hari Raya bagi Mitra Aplikasi

Adapun BHR sendiri pertama kali dikenalkan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan No. M/3/HK.04.00/III/2025 tentang Pemberian Bonus Hari Raya Keagamaan Tahun 2025 bagi Pengemudi dan Kurir pada Layanan Angkutan Berbasis Aplikasi yang diterbitkan pada Maret 2025. Regulasi ini menjadi tonggak penting dalam perlindungan kesejahteraan mitra pengemudi dan kurir.

Melalui surat edaran tersebut, pemerintah memberikan pedoman bagi perusahaan platform digital dalam memberikan bonus hari raya. Kebijakan ini bertujuan memastikan mitra pengemudi mendapatkan hak ekonomi yang layak menjelang hari raya.

Dalam SE Menaker tahun lalu mengenai BHR, bonus diberikan secara proporsional sesuai kinerja dalam bentuk uang tunai dengan perhitungan sebesar 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir kepada para pengemudi dan kurir berbasis aplikasi yang produktif dan berkinerja baik. Skema ini menjadi acuan dalam pelaksanaan BHR oleh berbagai perusahaan digital.

Pemberian bonus berbasis kinerja bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada mitra yang aktif dan produktif. Hal ini sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan kepada konsumen.

Selain itu, pencairan BHR ini juga mengikuti peraturan yang berlaku, yaitu diberikan oleh perusahaan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya Idulfitri. Ketentuan ini bertujuan agar mitra dapat memanfaatkan bonus tersebut untuk kebutuhan persiapan hari raya.

Regulasi ini disambut positif oleh para mitra pengemudi karena memberikan kepastian hukum atas hak mereka. Dengan adanya aturan resmi, perusahaan juga memiliki pedoman yang jelas dalam menyusun kebijakan internal.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menciptakan hubungan kerja yang lebih adil di sektor ekonomi digital. Mitra pengemudi diharapkan tidak lagi berada dalam posisi rentan tanpa perlindungan yang memadai.

Bagi perusahaan, regulasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat hubungan dengan mitra. Kepatuhan terhadap aturan juga berkontribusi pada reputasi positif perusahaan di mata publik.

GoTo sebagai salah satu perusahaan besar di sektor ini menunjukkan komitmennya untuk mengikuti ketentuan yang berlaku. Hal ini tercermin dari pernyataan resmi CEO mengenai pelaksanaan BHR 2026.

Dengan mengacu pada regulasi tersebut, GoTo diharapkan dapat menghadirkan skema BHR yang adil dan transparan. Mitra pun dapat memahami dasar perhitungan bonus yang mereka terima.

Dampak BHR terhadap Kesejahteraan dan Motivasi Mitra

Pemberian BHR bagi mitra pengemudi tidak hanya berdampak pada aspek finansial. Bonus ini juga memiliki pengaruh psikologis yang signifikan terhadap rasa aman dan motivasi kerja mitra.

Mitra yang mendapatkan kepastian mengenai bonus hari raya cenderung merasa lebih dihargai oleh perusahaan. Hal ini berdampak positif terhadap loyalitas dan semangat kerja mereka.

Dalam konteks ekonomi keluarga, BHR menjadi tambahan pendapatan yang sangat berarti menjelang Idulfitri. Bonus tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, persiapan mudik, hingga keperluan sosial.

Bagi sebagian mitra, BHR juga menjadi simbol pengakuan atas kerja keras mereka sepanjang tahun. Pengakuan ini penting dalam membangun hubungan kerja yang lebih harmonis antara perusahaan dan mitra.

GoTo menegaskan bahwa pemberian BHR ditujukan khusus bagi mitra dengan kinerja baik. Dengan demikian, perusahaan ingin mendorong budaya kerja yang produktif dan bertanggung jawab.

Kebijakan berbasis kinerja ini juga sejalan dengan prinsip meritokrasi. Mitra yang aktif dan memberikan layanan terbaik akan memperoleh apresiasi yang setimpal.

Selain berdampak pada individu, pemberian BHR juga memiliki implikasi positif terhadap kualitas layanan secara keseluruhan. Mitra yang termotivasi cenderung memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi dan pengantaran berbasis aplikasi. Kepercayaan publik menjadi aset penting bagi keberlanjutan bisnis perusahaan.

Pemberian BHR juga memperkuat citra perusahaan sebagai entitas yang peduli terhadap kesejahteraan mitra. Hal ini menjadi faktor penting dalam persaingan industri digital yang semakin ketat.

Dengan reputasi yang baik, perusahaan dapat lebih mudah menarik mitra baru dan mempertahankan mitra lama. Hal ini berkontribusi pada stabilitas operasional dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Harapan Mitra terhadap Skema BHR GoTo 2026

Meski skema dan nominal BHR 2026 belum diumumkan secara resmi, kepastian pelaksanaan sudah memberikan angin segar bagi para mitra. Mereka menantikan informasi lanjutan terkait besaran bonus dan mekanisme pencairannya.

Hans menyampaikan bahwa perusahaan akan mengumumkan detail skema BHR setelah proses perumusan selesai. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada mitra.

Mitra berharap skema BHR tahun ini tetap mengacu pada prinsip keadilan dan transparansi. Mereka juga berharap proses pencairan dapat dilakukan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepastian bahwa bonus akan diberikan sebelum Idulfitri menjadi hal yang sangat penting bagi mitra. Hal ini memungkinkan mereka mempersiapkan kebutuhan hari raya dengan lebih baik.

Selain itu, mitra juga berharap perusahaan dapat terus meningkatkan program kesejahteraan lainnya. BHR menjadi salah satu bentuk perhatian, namun perlindungan kerja dan peningkatan kapasitas juga dinilai penting.

GoTo melalui inisiatif Bakti untuk Negeri telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan mitra. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang.

Dengan adanya kepastian BHR 2026, hubungan antara perusahaan dan mitra diharapkan semakin solid. Kolaborasi yang baik menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kerja yang berkelanjutan.

Ke depan, pemberian bonus hari raya bagi mitra pengemudi diharapkan menjadi praktik standar di industri digital. Hal ini akan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih adil dan manusiawi.

GoTo sebagai salah satu pelopor di sektor ini memiliki peran penting dalam menetapkan standar tersebut. Kebijakan yang diambil perusahaan dapat menjadi contoh bagi platform lain.

Dengan demikian, pemberian BHR tidak hanya berdampak pada mitra GoTo, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan ekosistem kerja digital secara nasional.

Terkini