Ashton Kutcher Ungkap Pernah Dipecat Gucci Karena Berat Badan Dianggap Gemuk

Senin, 19 Januari 2026 | 10:37:14 WIB
Ashton Kutcher Ungkap Pernah Dipecat Gucci Karena Berat Badan Dianggap Gemuk

JAKARTA - Perjalanan karier seorang selebritas kelas dunia tidak selalu berjalan mulus seperti yang dibayangkan publik. 

Di balik sorotan kamera dan status bintang Hollywood, tersimpan kisah jatuh bangun yang jarang diketahui. Hal inilah yang diungkapkan aktor Ashton Kutcher ketika mengenang salah satu pengalaman pahitnya di dunia mode, jauh sebelum namanya dikenal luas lewat layar lebar dan serial televisi populer.

Dalam wawancara terbarunya bersama Entertainment Tonight, Ashton Kutcher secara terbuka mengaku pernah dipecat sebagai model Gucci karena dianggap “terlalu gemuk”. 

Pengakuan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat citra Kutcher selama ini identik dengan postur tinggi, ramping, dan wajah khas model papan atas. Namun, cerita tersebut menjadi potret lain tentang kerasnya standar industri mode global.

Pengalaman pahit saat awal karier modeling

Ashton Kutcher mengenang momen tersebut terjadi ketika dirinya masih berada di fase awal karier. Saat itu, ia mendapatkan kontrak kampanye dengan rumah mode mewah Gucci yang dipimpin desainer ikonis Tom Ford. Dengan penuh antusias, Kutcher terbang ke Italia untuk menjalani pemotretan dan peragaan busana yang dianggap sebagai peluang besar.

Namun, harapan itu pupus begitu cepat. Dalam wawancara tersebut, Kutcher menceritakan bagaimana dirinya dipakaikan celana renang Speedo berwarna merah muda. Ia juga menyebut berat badannya saat itu berada di angka 178 pon atau sekitar 81 kilogram, yang menurutnya masih tergolong ideal. Meski begitu, Tom Ford menilai tubuhnya tidak sesuai dengan konsep yang diinginkan.

“Dia terlalu gemuk. Dan kemudian saya dipecat,” kenang Kutcher menirukan ucapan Ford. Kalimat singkat itu menjadi penanda berakhirnya keterlibatannya dalam kampanye Gucci tersebut.

Tak menyimpan dendam pada Tom Ford

Menariknya, Ashton Kutcher mengaku tidak menyimpan rasa sakit hati atas kejadian itu. Kini, di usianya yang menginjak 47 tahun, ia justru bisa mengenang peristiwa tersebut dengan tawa. Kutcher mengatakan bahwa ia dan Tom Ford bahkan sempat membicarakan ulang kejadian itu dengan nada bercanda.

“Sekarang aku tertawa bersamanya tentang itu, dan dia bilang, ‘Kamu terlalu gemuk.’ Aku balas, ‘Hei, berat badanku 178 lbs! Apa yang kamu bicarakan?’” ujar Kutcher sambil tertawa, dikutip dari Page Six, Minggu, 18 Januari 2026.

Kutcher menilai keputusan Ford adalah hal wajar dalam dunia kreatif. Menurutnya, setiap desainer memiliki visi dan standar tertentu. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berarti dirinya kurang baik, melainkan hanya tidak cocok dengan kebutuhan kampanye saat itu.

Belajar menerima standar industri mode

Dalam penuturannya, Ashton Kutcher menunjukkan sikap dewasa dan reflektif. Ia membela keputusan Tom Ford dengan menyatakan bahwa sang desainer memiliki gambaran spesifik tentang apa yang dianggap tepat. Kutcher menilai pengalaman tersebut justru membantunya memahami realitas industri yang penuh tuntutan.

“Bukan berarti aku kurang, tapi itu hanya berarti aku bukan orang yang tepat untuknya saat itu,” jelas Kutcher. Sikap ini memperlihatkan bagaimana ia memandang penolakan sebagai bagian dari proses, bukan sebagai penilaian mutlak terhadap nilai dirinya.

Perwakilan Gucci sendiri dilaporkan tidak segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait pengakuan Kutcher tersebut.

Rasa tidak aman di balik dunia modeling

Kutcher memulai kariernya sebagai model sejak usia sekitar 19 tahun. Dari pengalamannya itu, ia menyadari satu hal penting, yakni bahwa rasa tidak aman ternyata dialami oleh semua orang, termasuk mereka yang dianggap paling menarik secara fisik.

“Yang kusadari dengan cepat adalah bahwa setiap orang memiliki rasa tidak aman,” ujarnya. Ia menggambarkan bagaimana seseorang bisa menemukan kekurangan pada dirinya sendiri hanya dengan terlalu lama bercermin. Standar kecantikan yang ketat sering kali membuat individu terus merasa kurang, meskipun secara objektif sudah memenuhi kriteria.

Pengalaman di dunia modeling tersebut menjadi bekal emosional bagi Kutcher ketika beralih ke dunia akting, yang juga memiliki tantangan tersendiri.

Penampilan fisik dan karier akting

Pada Oktober 2025 lalu, Ashton Kutcher juga mengakui bahwa penampilannya yang dinilai terlalu “model” terkadang justru menjadi penghambat dalam karier akting. Dalam sebuah panel di New York Comic Con, ia mengatakan bahwa ada peran yang ia dapatkan karena penampilannya, namun ada pula yang gagal diraih karena alasan yang sama.

“Terkadang itu membuat frustrasi,” ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa stereotip fisik bisa menjadi pedang bermata dua di industri hiburan, di mana penampilan sering kali menjadi faktor penentu.

Sorotan publik soal kebiasaan pribadi

Di luar karier, kehidupan pribadi Ashton Kutcher dan sang istri, Mila Kunis, juga kerap menjadi sorotan. Salah satu yang sempat ramai diperbincangkan adalah pengakuan mereka soal kebiasaan jarang memandikan anak-anaknya. Dalam podcast Armchair Expert pada Juli 2021, Mila Kunis mengatakan bahwa ia tidak memandikan anak setiap hari, termasuk saat masih bayi.

Ashton Kutcher menambahkan bahwa anak-anak cukup dibersihkan ketika terlihat kotor. Pandangan ini, meski menuai pro dan kontra, ternyata sejalan dengan beberapa rekomendasi ahli kesehatan anak.

Makna di balik kisah Ashton Kutcher

Kisah Ashton Kutcher yang pernah dipecat karena dianggap terlalu gemuk memberi gambaran nyata tentang kerasnya standar industri mode dan hiburan. Namun, dari pengalaman tersebut, Kutcher menunjukkan bagaimana penolakan bisa dihadapi dengan sikap bijak dan reflektif.

Cerita ini juga menjadi pengingat bahwa bahkan figur publik yang tampak sempurna di mata banyak orang tetap menghadapi kritik, rasa tidak aman, dan kegagalan. Cara Kutcher memaknai pengalamannya menjadi inspirasi bahwa nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh satu penilaian semata, melainkan oleh bagaimana ia bangkit dan melangkah ke depan.

Terkini