Pertamina Bahas Komitmen Bisnis Energi Terpadu Papua Lewat AJP Sorong
- Minggu, 27 Oktober 2024
Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengadakan sosialisasi Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2024 di Sorong, yang tidak hanya membahas teknis AJP 2024 tetapi juga memaparkan bisnis terintegrasi Pertamina dari hulu ke hilir yang beroperasi di Tanah Papua.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa operasional bisnis Pertamina di Tanah Papua cukup lengkap, mencakup sektor hulu migas, pengolahan, hilir, hingga penyediaan jaringan gas bumi. Selain itu, Pertamina juga menyediakan layanan kesehatan masyarakat melalui jaringan rumah sakit di Papua.
“Pertamina terus memperkuat operasional bisnisnya di Kawasan Timur Indonesia untuk menjaga ketahanan energi serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Papua dan Maluku,” kata Fadjar.
Baca JugaPromo 4.4 Superindo Hari Ini 4 April 2026 Hemat Belanja Rumah Tangga
Berbagai entitas grup Pertamina di Papua turut hadir dalam acara ini, di antaranya Pertamina EP Papua Field, RU VII Kasim, Pertamina Patra Niaga Regional Maluku–Papua, PT Perusahaan Gas Negara Kawasan Timur Indonesia, dan RS Pertamina Sorong.
Assistant Manager Papua Well Services PT Pertamina EP, Deni Kurniawan, menjelaskan bahwa Pertamina EP Papua Field mengelola empat lapangan migas, yaitu Klamono, Salawati, Sele-Linda, dan Unitisasi Wakamuk, untuk mendukung ketahanan energi di Papua.
“Hasil produksi migas dari lapangan Pertamina EP kemudian disalurkan dan diolah di Kilang Kasim menjadi produk unggulan,” ujar Deni.
Area Manager Comm, Rel, CSR, & Comp RU VII Kasim, Ferdy Saputra, menambahkan bahwa Kilang Kasim adalah satu-satunya kilang pengolahan minyak di Indonesia Timur.
“Kapasitas Kilang Kasim mencapai 10 ribu barel per hari, dengan produk utama berupa Pertalite, Biosolar B35, dan LSFO,” kata Ferdy.
Produk dari Kilang Kasim, lanjut Ferdy, didistribusikan ke tujuh Depot yaitu Sorong, Biak, Serui Jayapura, Wayame, Manokwari, dan Tual.
“Kilang Kasim juga menerapkan teknologi bersih dengan memanfaatkan gas sebagai bahan bakar utama,” tambah Ferdy.
Area Manager Comm, Rel, & CSR Papua-Maluku PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Edi Mangun, mengatakan bahwa untuk mendistribusikan energi di Papua dan Maluku, PPN memiliki infrastruktur distribusi energi yang meliputi 20 terminal, 1 Jobber, dan 12 Aviation Fuel Terminal (AFT). Selain itu, terdapat 476 SPBU darat, 162 SPBU air, dan 15 SPBU udara.
“Distribusi BBM di Papua dan Maluku menggunakan berbagai moda transportasi, baik darat, laut, sungai, bahkan pesawat khusus pengangkut BBM,” ujar Edi.
Area Head Kawasan Timur Indonesia PT Perusahaan Gas Negara, Fuad Hamzah, menambahkan bahwa dengan dukungan APBN, PGN telah membangun 10.619 Sambungan Rumah (SR) di Kawasan Timur Indonesia, termasuk 2.087 SR di Wajo, 7.721 SR di Banggai, dan 833 SR di Sorong.
“Kami akan memperkuat distribusi gas bumi melalui kerja sama dengan kawasan industri di Kawasan Timur Indonesia,” kata Fuad.
Selain sektor energi, Pertamina juga menyediakan layanan kesehatan melalui RS Pertamina Sorong, yang memberikan layanan kesehatan terpadu dengan fokus pada kesehatan dan keselamatan kerja guna mendukung ketersediaan tenaga kerja yang sehat dan fit.
“Layanan kesehatan kerja ini berfokus pada aspek preventif dan promotif untuk mendukung kesehatan pekerja,” ujar dr. Felix, tenaga medis di RS Pertamina Sorong.
Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan program-program yang berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh inisiatif ini juga sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Redaksi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Samsung Galaxy A07 5G Baterai Besar Harga Terjangkau, Simak Spesifikasinya!
- Sabtu, 04 April 2026
Berita Lainnya
Trans Jogja 2026 Perluas Rute Dan Terapkan Pembayaran Nontunai Modern
- Sabtu, 04 April 2026
Terpopuler
2.
Film Dilan 1997 ITB Hadir Dengan Nuansa Nostalgia Kuat
- 04 April 2026
3.
4.
Meta Ajukan Perpanjangan Waktu Terkait Regulasi PP Tunas
- 04 April 2026












