Harga TBS Sawit Swadaya Riau 1–7 Juli 2026 Naik, Cek Rinciannya

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 06 Juli 2026
 Harga TBS Sawit Swadaya Riau 1–7 Juli 2026 Naik, Cek Rinciannya
Ilustrasi Aerial perkebunan sawit di Riau. (Foto: Bisnis)

PEKANBARU – Nilai jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mandiri di wilayah Provinsi Riau untuk kurun waktu 1–7 Juli 2026 mencatatkan peningkatan. 

Merujuk pada hasil musyawarah Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Provinsi Riau yang dirilis dalam Surat Penetapan Harga TBS Nomor 23 Periode 1–7 Juli 2026, nilai jual TBS untuk pohon produktif usia 9 tahun terangkat sebanyak Rp73,76 per kilogram menuju angka Rp3.781,37/kg.

Melalui penentuan harga pada kurun waktu ini, Tim Penetapan turut mematok harga minyak sawit mentah (CPO) pada angka Rp15.541,13/kg, nilai jual inti sawit (kernel) pada posisi Rp13.319,00/kg, serta besaran cangkang senilai Rp23,11/kg. 

Di samping itu, indeks K yang diaplikasikan dalam kalkulasi harga TBS ditentukan pada angka 92,45%.

Berdasarkan laporan dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, tren peningkatan juga terjadi pada tiap-tiap kategori usia pohon. Nilai jual TBS sawit mandiri kelompok umur tanaman:

Umur 3 tahun: Rp2.923,85/kg

  • Umur 4 tahun: Rp3.263,53/kg
  • Umur 5 tahun: Rp3.504,91/kg
  • Umur 6 tahun: Rp3.640,78/kg
  • Umur 7 tahun: Rp3.722,68/kg
  • Umur 8 tahun: Rp3.768,04/kg

Sementara itu, nilai jual TBS untuk tanaman berkategori usia 9 tahun menyentuh Rp3.781,37/kg, sedangkan kategori usia 10–20 tahun dipatok senilai Rp3.740,94/kg. 

Untuk tanaman dengan usia yang lebih tua, nilai jual TBS kelompok umur tanaman:

  • Umur 21 tahun: Rp3.676,90/kg
  • Umur 22 tahun: Rp3.603,42/kg
  • Umur 23 tahun: Rp3.519,88/kg
  • Umur 24 tahun: Rp3.456,66/kg
  • Umur 25 tahun: Rp3.404,73/kg

Adapun nilai jual TBS sawit kelompok umur tanaman:

Umur 26 tahun: Rp3.386,06/kg

  • Umur 27 tahun: Rp3.357,12/kg
  • Umur 28 tahun: Rp3.302,31/kg
  • Umur 29 tahun: Rp3.262,08/kg
  • Umur 30 tahun: Rp3.170,13/kg

Pertumbuhan nilai jual TBS swadaya ini dinilai mampu menyumbang pendapatan ekstra untuk para pekebun sawit mandiri di Riau, sejalan dengan masih stabilnya nilai jual CPO serta kernel pada level pasar dalam negeri maupun internasional.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua