Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Menguat Atas Dolar AS Pekan Ini

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 06 Juli 2026
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Menguat Atas Dolar AS Pekan Ini
Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah. (Foto: ANTARA)

JAKARTA — Mata uang rupiah diperkirakan mempunyai peluang untuk mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada putaran perdagangan pekan ini seiring dengan adanya prospek penurunan indeks dolar AS. 

Kondisi ini terjadi setelah publikasi data lapangan kerja Negeri Paman Sam menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Analis Doo Financial Futures menilai dari faktor eksternal, sedikitnya agenda data ekonomi krusial dari AS membuat perhatian pelaku pasar tetap terfokus pada dampak data nonfarm payrolls (NFP) yang keluar di bawah perkiraan. 

Situasi tersebut membuka peluang bagi indeks dolar AS untuk melanjutkan tren penurunannya, sehingga memberikan ruang bagi mata uang rupiah untuk bergerak positif.

Meskipun demikian, dari faktor domestik laju apresiasi mata uang Garuda akan sangat bergantung pada rilis beberapa data ekonomi dalam negeri yang akan diterbitkan dalam beberapa waktu ke depan. 

Sejumlah publikasi data ekonomi dalam negeri itu mencakup cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, hingga penjualan eceran.

"Penguatan rupiah dapat tertahan dan mungkin berbalik melemah apabila data-data ekonomi domestik pekan depan mengecewakan," ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Kendati begitu, performa rupiah diperkirakan masih tertinggal di belakang mayoritas mata uang kawasan Asia lainnya. Hal tersebut dikarenakan rupiah masih dibayangi beraneka sentimen dalam negeri yang memicu investor cenderung bersikap hati-hati. 

Sejumlah faktor yang masih menekan antara lain kekhawatiran atas risiko penurunan peringkat utang (downgrade) Indonesia, status pasar modal Indonesia, sampai isu terkait ketahanan fiskal pemerintah. 

Berbagai sentimen itu dinilai menyebabkan penguatan rupiah relatif lebih terbatas ketimbang mata uang regional lainnya.

Dengan memperhatikan faktor eksternal serta domestik tersebut, nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp17.700 hingga Rp18.100 per dolar AS selama perdagangan pekan depan. 

Sementara itu, kurs rupiah sebelumnya ditutup menguat 44 poin ke posisi Rp17.945 per dolar AS pada perdagangan Jumat (3/7/2026). 

Pergerakan rupiah selanjutnya akan bertumpu pada respons pasar terhadap publikasi data ekonomi dalam negeri serta perkembangan sentimen global.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua