Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini 3 Juli 2026

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 03 Juli 2026
Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini 3 Juli 2026
Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: net)

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada sesi perdagangan Kamis (2/7/2026). 

Apresiasi indeks komposit tersebut didorong oleh performa saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang sebagian besar melaju positif. Berdasarkan data dari IDX Mobile, IHSG terangkat sebesar 0,87% atau bertambah 49,44 poin menuju level 5.744. 

Tercatat ada 418 saham yang menyudahi perdagangan dengan penguatan, 230 saham terperosok, dan 311 saham lainnya bergerak stagnan. 

Mengamati saham-saham yang menjadi motor penggerak indeks, sektor perbankan pada hari ini didominasi oleh tren penguatan. 

Di antaranya adalah BBCA yang melesat 3,57% ke angka Rp5.800, BBRI terangkat 0,75% ke posisi Rp2.690, BMRI tumbuh 2,36% ke level Rp3.900, BBNI menanjak 2,26% menjadi Rp3.170, BNLI menguat 0,43% ke harga Rp2.320, serta BRIS yang mendarat naik 1,50% di Rp1.690. 

Di sisi lain, capaian IHSG hari ini menandai reli penguatan untuk kedua kalinya secara berturut-turut sejak sesi penutupan Rabu (1/2). 

Pada periode akhir Juni 2026, IHSG berulang kali terjerembap di zona merah. 

Dampaknya, walaupun mampu mencatatkan penguatan dalam dua hari bursa terakhir, posisi indeks komposit saat ini masih memperlihatkan adanya pelemahan sebesar 2,37% dalam kurun sepekan belakangan, atau merosot hingga 6,25% dalam jangka waktu sebulan terakhir.

Tim riset Stockbit Sekuritas berpandangan bahwa suntikan dana bernilai triliunan rupiah dari pihak pemerintah kepada jajaran bank milik negara (himbara) memicu hadirnya sentimen positif. 

Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Jumat (26/6), pemerintah berniat untuk kembali menyalurkan dana saldo anggaran lebih (SAL) menuju kelompok Himbara demi memelihara kondisi likuiditas sektor perbankan. 

Para analis memberikan estimasi bahwa penempatan dana tambahan ini berpeluang mendongkrak total akumulasi SAL pemerintah di Himbara hingga menyentuh angka Rp400 triliun.

"?Kami menilai bahwa perkembangan ini positif bagi saham–saham big banks, terutama Himbara, mengingat Net Interest Margin (NIM) akan mendapatkan dukungan dari sisi Cost of Fund di tengah tantangan untuk menaikkan lending yield pasca kenaikan BI Rate akibat kompetisi yang intens di segmen korporasi dan belum optimalnya pertumbuhan segmen konsumer dan UMKM," tulis analis.

Sementara itu, untuk jalannya perdagangan pada Jumat (3/7/2026), tim analis MNC Sekuritas memberikan proyeksi bahwa pergerakan IHSG masih berisiko mengalami koreksi guna menguji rentang level 5.472-5.540. 

Menilik dari kacamata analisis teknikal, posisi pergerakan IHSG saat ini dinilai masih menjadi bagian dari wave (b) dari wave [iv] mengacu pada peta skenario hitam.

"Namun, cermati skenario merah di mana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3," tulis MNC Sekuritas, dikutip Jumat (3/7/2026).

Pihak MNC Sekuritas memproyeksikan titik support untuk IHSG akan berada pada kisaran level 5.486 dan 5.317, sedangkan untuk area resistance akan bertengger di posisi 6.007 serta 6.286.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua